
🍂🍂🍂🍂🍂
Dok.. dok.. ucat tuing... tuing.
"Emang kodok bunyinya gitu?" kekeh Reza, ia begitu gemas saat mendengar cicitnya semakin pintar berceloteh, tapi tentu hanya ia yang paham dengan apa yang di bicaraakan. Mulai dari Sam, Embun dan kini Rain.
Tuing Tuing..
Semuanya pun sarapan sambil terus bercanda dan mengobrol, begitu banyak yang Embun ceritakan sampai semua makanan tak terasa sudah habis di piring mereka masing-masing.
Sudah jadi kebiasaan, Sang Ratu akan minta waktu satu hari untuk libur sekolah setelah bepergian dan itu malah di manfaat kan Air dan Hujan untuk membawa cucu mereka jalan-jalan. Pasangan muda yang menikah di awal kuliah itupun akan memanjakan Embun sebisa mereka. Dan pasti pantang pulang jika Embun belum merengek kelelahan atau sudah tak ada lagi yang di inginkan.
"Jangan nakal ya, pegang tangan Moy dan gak boleh lari-lari" pesan Biru pada putinya saat berpamitan, begitu pun dengan Samudera yang berpesan hal yang sama meski kenyataannya tentu PapAynya akan selalu menggendong Embun.
"Iya, Mhiu, Phiu, Bubuy pelegi dulu ya, dadah"
Biru melambaikan tangan saat Embun sudah masuk kedalam mobil Sang mertua, hingga akhirnya kendaraan mewah itu perlahan hilang dari pandangan.
Ta buy, na?
"Kakak Bul-Bul jalan-jalan sama PapAy juga Moy" jawab Biru saat Rain bertanya dalam gendongan suaminya.
Bum, ntut
"Enggak, Bum-Bum sama Mhiu aja ya sama Phiu juga, Ok"
__ADS_1
Keh, nyeh yuk.
"Astaga! nih anak harus di kuncir kali ya mulutnya ribut nyeh nyeh mulu, udah ya sayang, kasihanilah Phiu mu ini yang suka ngiler" kata Sam dengan pura pura terisak, dan akhirnya malah membuat Rain justru menangis.
Huaaaa... Piyuuh apa?
Biru langsung meraih Rain dan menenangkannya. Bocah tampan itu menjerit saat melihat Sam pura pura menangis. Se aktif apapun Rain hatinya begitu lembut seperti papAynya. Mudah terharu dan menangis sesegukan.
"Kamu, ih" oceh Biru yang kesal, pasalnya ia sudah berjanji akan menemani Melisa melakukan therapi tapi jika Rain menangis seperti ini tentu ia pasti akan sulit untuk di lepas.
"Aku kan bercanda, Bee"
"Yuk, sama Phiu lagi. Kita liat ikan dikolam, ikannya kangen sama Bum-Bum loh" rayu Sam yang langsung mendapat penolakan.
Nda... ayu amal.
Ia yang menyusul hanya berjalan pelan di belakang anak dan istrinya.
Cek lek
Kali ini Sam lah yang membuka pintu berwarna putih tersebut, ia biarkan Biru yang masuk lebih dulu baru lah ia selanjutnya.
Ranjang adalah pilihan tepat untuk menenangkan Rain yang sudah terlanjur rewel. Di baringkannnya bocah bawel namun perasa itu di tengah kasur dengan Biru di sisinya. Rain pun langsung tersenyum saat melihat Mhiunya mengeluarkan wadah gizi alami favoritnya.
Piyuuuuh..
__ADS_1
"Hem, apa?" sahut Sam yang sudah berada di samping Rain juga, jadilah posisi anak itu kini di tengah tengah orangtuanya.
Bum... Nyeh yaaaa
"Au ah, ngeselin!" sahut Sam yang kesal karna selalu tergoda dengan milik istrinya yang belum bisa ia nikmati hampir dua tahun ini.
Nan nanis yaaaa...
Biru tertawa, ia tak kuasa menahan rasa lucunya saat mendengar Rain malah mencoba merayu suaminya agar tak merajuk.
.
.
.
Di liat pengen, gak di liat mubazir, Oey...
Cie... yang pundung gaya nyungsep 🤣🤣🤣
Itu si tutut awas kejepit 🤭
Anak bapak pa rebut Nyeyeh, punya ku nganggur nieh 😆😆😆. Ngan rada hasem doang 😂.
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.