Samudera Biru

Samudera Biru
Tutut Sawah


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kini tak hanya Bumi dan Langit tapi Air pun ikut tertawa terpingkal pingkal saat dua pria yang begitu mirip itu langsung diam mematung dengan wajah tercengang saat Melisa menggandeng tangan Biru ke arah tangga.


"Ayo, By" ajak Kahyangan menarik tangan suaminya agar cepat bangun.


"Aduh, Aby sakit perut hari ini" jawab Bumi sambil melambaikan tangan pada Papa dan keponakannya.


"Abang! masih ketawa aja. Ayo pulang, rapat udah selesai" kata Si bungsu dengan tangan sudah berada di pinggan.


"Ayo sayang. Dadah papah dadah Tutut. Pulang dulu ah bawa pawang" ledek nya di sela gelak tawa.


Tinggal Air yang masih berada di ruang tengah, ia sampai menghapus cairan bening di ujung mata saking tak kuasa menahan tawa.


"Ikut kabur juga ah. Males banget nemenin dua orang yang gak punya sarang" ledek Air seraya bangun dari duduk karna Reza hampir saja menimpuknya dengan remote TV.


.


.

__ADS_1


"Dede sih!" kata Reza, kesal.


"Kok dede, kan Biru juga dibawa sama Amma" protes si Tutut.


"Terus kita ngapain ini? kan Appa iseng banget kalo gak ada Amma" oceh Reza, ia yang sangat bergantung pada sang istri tentu tak bisa berbuat apa-apa saat pasangannya itu jauh darinya karna semua mereka lakukan berdua, semua selalu ia ceritakan pada KHUMAIRAHnya seorang.


"Dede juga bingung mau ngapain" Jawab Sam, ia yang baru saja merasakan hangatnya tidur dua malam bersama sang istri seperti nya harus menerima kekecewaan jika malam ini ia akan kembali tidur sendiri. Ammanya memang tak main main jika memberi hukuman, memang terlihat begitu sepele tapi langsung membuat para laki-laki Rahardian tak berniat mengulangnya lagi karna pantang bagi mereka untuk tidur berjauhan.


.


.


.


Air terus mengusap kepala pemilik hatinya yang masih saja shock.


"Aku harap dede bercanda, Kak" lirih Hujan.


"Tapi sayangnya ini serius, Moy"

__ADS_1


"Alyssa gimana? gak enak loh sama keluarganya. Apalagi mamanya deket sama aku begitu juga sama Al. Aku bingung kalau begini"


Kedekatan kedua keluarga dalam dunia bisnis memang sudah terjalin baik sejak masih adanya tuan Wisnu dan semakin baik saat Sam dan Alyssa resmi berpacaran tujuh tahun lalu. Sama sama dari keluarga terhormat tentu membuat Hujan dan ibunya Alyssa sering bertemu di acara acara tertentu termasuk saat ada pertemuan perusahaan.


Tapi meski begitu tetap saja keluarga Bramasta jauh di bawah keluarga Rahardian jika di hitung dari segi kekayaan.


"Nanti kita bicarain lebih serius lagi sama Dede, kepalaku sakit banget, Jan" keluh Air, ia yang sering di tanya tentang keseriusan putranya akan semakin di buat pusing jika bertemu dengan papa Alyssa.


"Kita omongin pelan pelan ke Dede, dia gak bisa di paksa apalagi suruh milih biasanya suka pengen semua"


"Kamu kenalan dulu aja sama istrinya, kayanya masih muda banget umurnya. Aku bingung itu dede nemu dimana ya? " ucap Air yang langsung mendapatkan cubitan panas di perut oleh istrinya.


"Asal serius dan gak main main aja, kak" timpal Hujan yang malah membuat keduanya tertawa kecil dengan saling mengeratkan pelukan.


.


.


.

__ADS_1


.


Si Tutut pasti seneng punya sawah...


__ADS_2