
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ya sudah, biarkan saja selagi Embun senang. Mungkin dia malas keluar untuk shoping makanya memilih berbelanja online" ucap Reza begitu santai namun membuat Biru tercengang.
Hobby baru sang Ratu..
Reza pergi setelah tersenyum kearah cucu mantunya, ia menggandeng cicit laki-lakinya menuju lift karna mungkin pria baya itu akan membawa Rain ke kamarnya seperti biasa. Biru yang di tinggalkan hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengintip satu persatu isi dalam paperbag milik putrinya.
"Ini kapan pesennya sih! Phiu kok gak bilang aku atau cerita gitu kalau anaknya belanja online segini banyak." gerutu Biru, si wanita layaknya upik abu yang kini justru menjadi Cinderella.
"Gimana nanti remaja kamu tuh Bul-Bul" Biru berucap seraya mengusap dadanya, ia edarkan pandangan mencari seseorang untuk dimintai tolong.
"Mba Uli, tolong saya bawa barang-barang Nona Embun ke kamarnya ya. Tapi panggil yang lain juga biar cepat" pinta Biru pada salah satu ART rumah utama saat tak sengaja melihatnya.
"Baik nyonya muda" jawab Mbak Uli yang tadi baru saja turun dari tangga usai dari kamar Hujan.
Tak sampai sepuluh menit empat ART lainnya bersama-sama membawa semua paparbag dan kotak kotak berisi barang Embun ke kamar sang Ratu Rahardian, bocah perempuan yang begitu senang menghabiskan uang orang orang yang memanjakannya.
"Sudah, letakan saja semua disana" titah Biru saat semua telah tersusun rapih.
"Baik, Nyonya. Kami permisi" pamit mereka yang hanya di balas ucapan Terimakasih dan anggukan kepala oleh sang majikan.
__ADS_1
Setelah kepergian semua ART berarti hanya menyisakan Biru sendiri di kamar, namun itu tak berselang lama karna Hujan tiba-tiba datang menghampiri menantunya.
"Sayang, ada apa ini?" tanya Hujan.
"Ini loh, Moy. Embun abis belanja online barusan dateng semua barangnya" jelas Biru sambil memperlihatkan satu persatu semua yang berjejer rapih di depan mereka.
"Oh, ini yang tempo hari sama papAy deh kayanya. Embun nagih tas Rainbow ke adek tapi Adek lupa pesen dan di suruh pesen sendiri lewat ponsel papAy" ucap Hujan yang baru ingat kejadian beberapa waktu lalu.
"Suruh persen sendiri dan akhirnya kalap" timpal Biru yang hanya dibalas senyuman kecil dari mertuanya.
Keduanya pun tertawa sembari melihat apa saja yang di beli Embun, karna mendadak jiwa kepo mereka pun meronta ronta terlebih saat Biru mengatakan nominal jumlah yang di bayar Reza barusan. Pria itu tak pernah mempermasalahkan berapapun uang yang di keluarkan demi keluarganya sendiri.
Uang bisa di cari, tapi senyum senang tak bisa datang dua kali.
.
.
kamar datang menghampiri dengan sedikit berlari.
"Hati-hati, Sayang." ucap Hujan saat menerima pelukan dari cucu perempuannya.
__ADS_1
"Pada sini semua?" tanyanya bingung karna ini jarang sekali terjadi jika ia tak berada dalam kamar.
"Tuh, lagi jagain harta karunnya Embun Raliana Rahardian Wijaya" ledek Biru sambil melirik kearah tumpukan barang sang putri.
"Wah, tas Rainbow Bubuy sama temen-temennya udah datang, Bubuy mau lihat" ucapnay senang yang kemudian langsung membongakar satu persatu isinya.
Semua kini sudah keluar dari tempatnya, Embun mencoba satu persatu baju atau gaun yang sudah ia pilih sebelimnya.
"Cantik gak?" tanyanya saat Biru sudah selesai mendandani nya tak seperti biasa.
"Bilang cantiknya ke Appa, nanti di kasih kartu ajaib kita shoping lagi" kekeh Hujan pada cucunya, kini ia lah yang akan menjadi racun bagi Embun.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hujan ikutan jadi mantu Laknat 🤣🤣
Hari ini up Gala Asmara ya..
Crazy up nya pindah kesana 🤭🤭
__ADS_1
Yang nunggu Zico, sabar ya dari pagi belom lolos juga oey..