
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kucel begini aja masih ganteng ya" goda Sam sambil sambil mengangkat Rain dari kursi baby nya.
piyuh nah?
"Phiu abis anter kakak Bubuy beli ice cream"
Ta Buy
Rain yang mendengar kakak nya di sebut langsung menoleh, dan...
Huuaaaaa, miyuh Bum.
Tangisnya langsung pecah saat melihat Embun duduk merengut diatas pangkuan Biru. Rain yang sangat posesif tentu saja langung menangis, siapapun tak boleh dengan Mhiu nya kecuali dirinya sendiri.
"Mhiu kakak, Bum-Bum sama Phiu sana" tolak Embun, gadis cantik berkuncir dua itupun ikut terisak sedih lalu menangis dalam pelukan Mhiu nya.
Kini Sam dan Biru hanya bisa menarik napas dalam-dalam, tak ada nikmat yang luar biasa bagi orangtua kecuali melihat anak-anaknya bertengkar lalu menangis bersama.
"Bum-Bum sama Phiu ya, kita naik mobil yuk " Rayu Sam sambil melangkah pergi mininggalkan Biru yang menenangkan Embun.
Miyuh Buuuuuum... miyuh
Nyenyeh yuk.
"Ish, nyenyeh mulu ah, Phiu sapi nih ya" ancam Sam sembari bercanda.
Api apa?
"Sapi ya sapi, sapi apa dong" jawabnya bingung sendiri.
__ADS_1
.
.
.
Sam dan Biru meskipun terbilang anak tunggal tapi mereka tau bagaimana bersikap adil pada dua anaknya, Adil yang bukan berarti di sama ratakan tapi siapa yang membutuhkan.
Semenjak sekolah, Embun kini terbilang jarang sekali bermain bersama Biru dengan kurun waktu yang lama, jika berdua pun tentu harus mencuri waktu dari Rain yang sedari bayi bagai cicak yang terus menempel pada Mhiu nya. Jangan kan mengalah pada sang kakak, balita yang sering sekali pundung dengan cara diam seribu bahasa itupun tak segan marah pada Phiunya. Semua orang akan kena gigitan kecil dari giginya yang baru ada empat biji jika berani mendekati Biru.
Puwang... miyuh..
Rain terus saja merengek, otaknya memang hanya ada Biru seorang. Si tampan yang sudah bergelimang harta meski usianya belum genap dua tahun tapi Phiu, papAy dan Appanya sudah menyiapkan masa depan cemerlang untuknya.
Tugasnya hanya belajar dan giat karna perusahan Rahardian Group sudah menunggunya.
"Iya, nanti kita pulang, sekarang main dulu ya sama Phiu" ajak Sam, usai dengan si sulung kini saatnya ia menghabiskan waktu dengan si bungsu.
Bungsu?
Sam membawa Rain ke halaman depan, karna balita yang masih saja merengek menggelengkan kepala saat Sam ingin masuk kedalam mobil. Rain kurang suka pergi ke luar berbeda sekali dengan Embun yang wajib jalan jalan setiap hari meski hanya ke taman dekat rumah utama.
"Ini apa?" tanya Sam saat di depan kandang burung.
Buwung..
"Ada berapa?" tanyanya lagi untuk mengalihkan fokus sang putra.
Apa..
"Satu"
__ADS_1
Tutu..
"Dua"
WA....
"Tiga"
Apek..
"Ya ampun, ngitung baru tiga udah bilang capek, emang Phiu nyuruh Bum-Bum ngelap kaca gedung?" oceh Sam yang begitu gemas pada putranya.
Dirasa Rain sudah sedikit tenang, Sam langsung membawa Bum-Bum untuk masuk kedalam, tapi belum juga sampai di pintu utama mereka justru berpapasan dengan Air yang baru saja pulang dari urusannya.
"Wih, Bum-Bum lagi naik apa itu?" tanya Air sambil tertawa melihat tingkah mengemas kan cucunya.
.
.
.
.
.
Aik Tutut
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
kirain naik naik puncak gunung 🤣🤣
Like komennya yuk ramaikan.