Samudera Biru

Samudera Biru
Drama nyamuk


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kepulangan Embun yang di rawat hampir tiga hari tentu membuat semua keluarga bahagia. Ia di sambut dengan rasa suka cita dan berlimpah doa atas rasa syukur karna sang Ratu kembali di pulihkan lagi setelah beberapa waktu tak berdaya karna hanya gigitan nyamuk.


Gajah dan Buaya tentu sangat murka sampai harus mensterilkan Rumah utama beberapa kali.


"Banak orang banget, ada apa?" tanya Bul-Bul saat turun dari mobil mewah Phiunya.


"Banyak temen-temen Bul-Bul di dalam mau do'ain sekalian mau main juga, mau gak?" tanya Biru yang memangku nya di kursi depan samping suaminya.


"Mahu, nanti mainan Bubuy luarin muanya ya"


"Iya, Sayang. Yuk turun"


Ketiganya turun dari mobil, tak ada yang menjemput ke rumah sakit karna memang semua anggota keluarga Rahardian, Biantara dan Pradipta memilih menunggu di rumah utama.


"Syalamualikum" sapa Embun yang di gandeng tanganya oleh Biru dan Sam di ambang pintu utama.


"Waalaikum salam" sambut yang lain secara berbarengan, bukan hanya keluarga tapi juga para anak yatim piatu yang sudah berkumpul di ruang tamu.


"Iya, banak banget"


Air yang sudah berjongkok kini siap menerima pelukan sang cucu yang begitu amat ia rindukan celotehnya serta gelayut manjanya setiap pagi sat bangun tidur.

__ADS_1


"Kangen Bul-Bul banget nih papAy, pengen cium cium" ujar Air yang kini sudah menggendong Embun.


Ia yang menjadi Ratu dalam acara hari ini tentu sudah sangat di tunggu kedatangannya. Kini lantunan doa sangat menggema ke seisi ruang tamu rumah utama, semuanya dengan khusyuk mengAamiinkan bait demi bait doa yang di panjatkan pada yang maha kuasa.


Acara selesai setelah makan siang bersama dan bagi bagi bingkisan pada semua yang datang tanpa terkecuali, tawa canda suka cita lagi lagi mereka rasakan.


"Semoga habis ini Bul-Bul sehat selalu ya, jangan mau kalah lagi sama si nyumak, ok" kekeh Air yang sama sekali tak melepas Embun dari dekapnnya.


"Namuk, pAy" balas Embun dengan nada sedikit protes.


"Ish, gak ada yang beres, yang satu nyamuk yang satu namuk" cibir Hujan.


"Nyamuk, tolong di perhatikan ya kalo itu tuh NYAMUK" tegas Cahaya yang ikut menimpali.


Semua yang mendengar ucapan Air barusan tentu langsung tercengang dan bertepuk tangan sampai membuat Air tertawa terbahak bahak saking senangnya, bahkan ia diciumi seluruh wajahnya oleh cucu perempuan satu satunya itu.


"PapAy bisa omong omong Namuk ya" oceh Embun.


"Paling sekali doang, abis itu gak bisa lagi" ledek Sam dengan Rain di atas pangkuannya karna Biru dan Khayangan sedang sibuk di dapur.


"Enak aja, bisa dong" selak Air tak mau kalah, ia dan Embun yang saling memeluk sampai membuat tantangan untuk Samudera.


"Gak mungkin, papAy tuh anti banget ngomong Nyamuk sama kerupuk Oey"

__ADS_1


"Wah. kurang asem nih anak, ayo taruhan. kamu mau kasih apa ke papAy kalo bisa?" tantang Air Rameza Rahardian Wijaya.


"PapAy maunya apa?" tanya Sam santai, karna jika soal nyamuk pasti papAynya itu menyerah.


"Beneran ya, minggu depan papAy mau jalan jalan sama Moy ke LN, papAy mau pake card unlimited kamu, gimana?"


"Ok, asal bisa aja ngomong tuh hewan kecil"


Air tersenyum penuh arti, dalam hati ia terus berdoa agar bisa memenuhi tantangan sang putra, mungkin bagi sebagian orang ini sangat mudah bahkan balita pun bisa melakukannya tapi tidak bagi si sulung Rahardian satu kalimat itu memang sangat sulit ia ucapkan sedari kecil.


Air mengatur posisinya agar lebih nyaman, ia tegakkan punggungnya agar bisa mengurangi debaran dalam dada apalagi saat ia melihat papah dan adik adiknya juga para keponakan sudah sangat menunggu dengan membuka telinga mereka masing-masing dengan lebar dan harap harap cemas.


Iapun berdehem beberapa kali, semangatnya semakin muncul saat mendapat satu kecupan dipipi kanannya dari Embun dan di pipi kiri dari Hujan.


"Demi jalan jalan, kakak pasti bisa" bisik Hujan yang di balas anggukan kepala oleh Air.


"Ayo cepetan" titah Sam.


" N Y A M U K "


Satu kata yang benar dan sempurna berhasil Air ucapkan, semua orang beretepuk tangan senang dan mengucapkan syukur tapi tidak dengan Sam, ia berhambur memeluk Appanya sambil merajuk manja.


Huaaaaa.... dede bangkrut gara gara nyamuk!

__ADS_1


__ADS_2