
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bum..... "
Yaaah.
Bayi laki laki tampan itu memang selalu menyahut jika di panggil, semakin sering di panggil Bum-Bum akan semakin menjerit jika sudah mulai kesal, ia akan menangis dan itu pasti hanya Sam yang sering melakukannya jika jiwa isengnya sedang meronta ronta.
"PHIU" ucap Sam mengajarkan putranya berbicara.
Yuyu
"MHIU"
Yuyu
"Ih, ayo coba lagi" ucap Sam yang sedang berdua saja dengan Rain di kamar karna Embun sedang pergi bersama PapAynya untuk mengecek kos kosan yang masih Air miliki dan justru semakin bertambah banyak hingga pria baya itu sering lupa jumlah dan letaknya.
Biru yang baru masuk ke dalam kamar langsung mengambil alih putranya dari atas perut sang suami.
Rain yang senang malaikatnya datang dengan cepat menarik baju Mhiu nya.
Nyeh yaaa
"Iya, Sayang. Haus ya" ucap Biru sambil mengeluarkan salah satu wadah sumber gizi anak anaknya.
__ADS_1
Rain yang kini berumur delapan bulan sedang aktif aktifnya, ia yang sedang belajar merangkak tentu tak bisa di tinggal sendiri.
"Masih satu setengah tahun lagi ya, Bee?" tanya Sam yang memeluk istrinya dari samping.
"Apa yang setahun setengah?" Biru balik bertanya sambil menciumi tangan mungil Rain.
"Itu, puasa kaya Bum-Bum" Sam menjawab malu malu.
Pria tiga puluh tahun itu memang masih sering uring-uringan meminta jatah atas, padahal yang bawah saja sudah membuat ia terbang dan lupa turun.
"Kamu mau punya anak lagi gak, Bee?" tanya Biru tiba-tiba, Sam yang sedang usel usel di perut Rain pun sampai mendongak kan kepala.
"Anak?" Sam balik bertanya, sedang kan Biru hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Aku terserah kamu, karna bukan aku yang rasain nikmatnya, Sayang"
Tugasnya hanya menanam Tutut lalu menyembur banyak banyak hingga luber.
.
.
.
Kedatangan Cahaya dan Kahyangan kerumah utama tentu membuat Hujan dan Biru senang, mereka akan bergosip seperti biasa hingga lupa dengan para suami mereka. Tempat berkumpul kali ini adalah di dalam kamar Melisa karna wanita baya itu tak di izinkan keluar oleh sang gajah karna kurang enak badan.
__ADS_1
"Mama lemes begini aja sama papa gak boleh turun dari ranjang" ucap si bungsu sambil memijit pelan kaki mamanya.
"Lah, emang adek gak gitu? bukannya abang posesif banget?" tanya Hujan, menantu pertama yang sebenarnya paling muda diantara yang lain termasuk Cahaya. Tapi karna ia istri dari si sulung, Hujan tetap harus menempatkan posisinnya sebagai Kakak meski Kahyangan, Cahaya dan Langit lebih diatasnya.
"Adek di gendong gendong terus" jawabnya sambil tertawa.
"Emang Abang masih kuat?" tanya Melisa terkekeh kecil, ia yang marangkap sebagai ibu angkat dari suami putrinya tentu tahu bagaimana Langit selama ini.
"Dulu sih kuat, Mah. Tapi kalo sekarang enggak" sahut Cahaya, kali ini tawanya pecah sampai menggema ke isi kamar.
Yang lain tentu melakukan hal yang sama karna Cahaya pasti akan menjawab lebih konyol dari sebelumnya.
"Terus kalo dulu di gendong, sekarang di apain?" tanya Kahyangan.
.
.
.
Di seret...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Berani nyeret Cahaya? kayanya langsung di potong timunnya si abang di jadiin acar 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.