
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Jadi sore ini pergi?" tanya Sam pada Biru.
"Jadi, gak apa-apa kan aku pergi?" sahut wanita dua anak itu memastikan izin dari suaminya tesebut.
"Iya, kan udah bilang boleh dari kemarin"
Akhir pekan ini memang berbeda dengan liburan sebelumnya. Jika biasanya keluarga kecil itu akan pergi bersama tapi tidak dengan hari ini. Biru justru memiliki acara lain yaitu pergi bersama para ibu-ibu teman Embub disekolah. Meski jauh dalam hati wanita itu ia tak mau tapi ia juga harus tahu diri jika bersosialisasi juga penting apalagi Biru adalah istri dari seorang Direktur Utama pengusaha muda kaya raya.
"Jangan dibuat beban. Bahagiakan dirimu sendiri. Aku akan urus anak-anak" ujar Sam yang paham dengan kegelisahan istrinya.
"Tapi, Bee."
"Kenapa? lakukan apapun sesuka hatimu asal masih dalam batas wajar. Ok"
"Tentu, Sayang. Aku tak akan mengecewakan rasa percayamu itu"
.
.
Sampai sore menjelang, Biru di antar oleh Sam dan dua anaknya menunju salah satu Resto ternama bintang lima di tengah kota.
"Jangan lama-lama ya, Mhiu" ujar Embun, ia nampak sedikit sedih karna tak bisa ikut.
"Iya, Sayang. Nanti malam kita beli icecream ya"
Ncim apa?
__ADS_1
"Bum maunya icecream rasa apa?" tanya Biru pada putranya yang duduk diatas pangkuan.
Apa ya.....
"Gak usah kelamaan mikir, semua aja beli terutama yang rasa strawberry, Ok" timpal Sam sambil terkekeh kecil.
Rain yang tetap memeluk Biru membuat wanita itu sulit untuk keluar dari mobil padahal ia sudah terlambat sekitar sepuluh menit.
"Bum sama Phiu yuk."
Nda... Miyuh aja yaaaa...
"Sama kakak yuk, sini duduk di belakang. Kita liat video bernyanyi" ajak Embun, gadis kecil nan cantik itu tentu tak tinggal diam malah justru ikut merayu adik laki-lakinya.
Miyuh na?
Rain menatap lekat Biru, matanya yang teduh dan sendu malah membuat Biru tak tega untuk meninggalkan putranya.
Sam yang merasa jika mereka saling berat melepaskan akhirnya meraih Rain untuk di pindah kan keatas pangkuannya.
"Pergilah, Anak-anak aman denganku"
Biru hanya mengangguk pelan. Tak berpikir dua kali ia pun segera turun dari mobil. Dirasa Biru sudah masuk kedalam resto, Sam pun melanjutkan perjalanan pulang dengan mendudukkan Rain di kursi depan sedangkan Embun tetap di belakang.
Sampai di rumah utama, Rain tak banyak mengoceh sampai Sam akhirnya berinisiatif untuk membuatkan bocah tampan itu susu saat sudah berada di kamar.
"Bum ngantuk ya?"
...Iyaah.. Miyuh, na?...
__ADS_1
"Bobo sama Phiu ya, Phiu bikinin susu dulu"
Nyeh miyuh, buweh?
"Eh, enak aja! Sekarang nyeh nya punya Phiu ya. Bum gak boleh nyicip lagi" protes Sam. Tentu pria serakah itu tak akan kembali mau mengalah karna dua tahun lebih itu sudah sangat cukup baginya.
Nyeh, apa?
"Minum susu botol, Bum tunggu sini ya"
Iyaaah..
Sam bangun dari duduknya, ia berjalan pelan kearah nakas untuk membuat susu formula yang kini sudah bisa di nikmati oleh Rain. Bocah tampan itu tak lagi menolak malah justru bisa berkali-kali meminta.
"Habisin ya, biar kenyant. Habis itu bobo"
Iyaaah...
Rain meraih botol susunya, dan siapa sangka kedua mata kecil sang pewaris Rahardian itu justru semakin lama semakin terpejam.
.
.
.
Huft.... jajah Phiu jangan di ilerin ya, Bum!!!
__ADS_1