
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rain yang sudah di ganti bajunya oleh Biru kembali bermain dengan kakaknya tapi tak lama bayi menggemaskan itu merengek karna haus. Rini yang di minta menemani Embun pun langsung datang ke kamar.
"Rin, kamu betah kan kerja disini?" tanya Biru membuka obrolan antara ia dan sang pengasuh.
"Betah, Nyonya Muda. kenapa?" tanya Rini mulai tak enak hati di tanya seperti itu oleh majikannya.
"Gak apa-apa, aku seneng kalo kamu betah. Aku udah cocok sama kamu."
Rini tersenyum simpul, ia melanjutkan mainnya lagi bersama Embun sedangkan Biru bangun dan merebahkan diri di ranjang bersama Rain yang kembali terelelap usai menyu su.
Biru yang baru saja ingin ikut terbuai ke alam mimpi harus di kagetkan dengan getaran ponselnya di atas nakas sisi ranjang. ia terlonjak kaget sampai harus membuat Rain pun ikut merasakannya.
"Ssstt... sayang"
Sambil mencoba menenangkan putranya, ia juga meraih ponsel yang masih bergetar.
Ada nama sang suami yang tertera di layar benda pipinya.
"Iya, Bee" sapa Biru saat mengangkat telepon sambil berbaring.
"Lagi apa, Sayang. Anak-anak rewel gak?" tanya Sam di sebrang sana yang sudah pasti ada di kantor.
"Lagi nidurin Bumbum. Nih kebangun gara-gara dering telepon" jawabnya sambil menyu sui.
"Buuum, lagi isi bensin ya" panggil Sam sambil terkekeh.
__ADS_1
Nyeh...
"Lagi nyenyeh tuh katanya" timpal Biru ikut tertawa. Bayi gemoynya itu ternyata sudah semakin pintar dan paham.
"Nyenyeh yang kenyang ya ganteng, biar cepat gede nanti gantian lagi sama Phiu. Pinjem nya jangan lama lama ya"
Biru yang mendengar ucapan konyol suaminya langsung mematikan loudspeaker karna Rini mungkin saja mendengar percakapan mereka.
"Bee, ada encus loh" ucap Biru pelan.
"Ups, aku mana tau sayang. Emang kamu dimana?" tanya Sam yang juga malu sendiri.
"Aku di kamar, mereka juga ada disini. Embun rewel banget katanya sepi gak ada Moy" keluh Biru yang sebenarnya ia juga ikut merasakan.
"Appa sama Amma udah pergi kerumah Onty Chaca?" tanya Sam, ia lupa jika hari ini adalah jadwal cheukup Melisa di rumah sakit.
"Sudah, tadi di jemput Uncle Langit makanya Embun marah-marah terus"
"Ya udah, aku pulang cepet deh hari ini, dua jam lagi aku sampe rumah"
Biru yang ternyata sangat senang tentu setuju dengan keputusan Suaminya. Tak ada yang lebih membuat ia bahagia kecuali bisa menatap wajah tampan sandaran jiwanya berlama-lama.
Dua jam lagi sebenarnya bukan jam pulang Sam, tapi ia berusaha mempercepat semuanya termasuk memilah dan memilih pekerjaan mana yang di dahulukan. Ia tak ingin istrinya pusing sendiri di rumah meski ada pengasuh. Karna biasanya Embun akan anteng jika sedang bersama Reza. Tapi kini empat orang tua itu sedang tak ada di rumah utama.
"Beres! tinggal pulang dan main sama anak anak" gumamanya sambil membereskan semua pekerjaannya dan beberapa lagi ia serahkan pada Jero.
Sam yang memakai lagi jasnya tentu membuat ia kembali rapih dan tampan. Tubuh tingginya mulai melangkah dan keluar dari ruangannya menuju lift dan parkiran.
__ADS_1
Kereta besi yang ia jalankan pun tak terasa sudah sampai di depan pagar yang menjulang tinggi siap di buka dan masuk kedalam rumah utama.
"Sepi" gumamnya saat melewati ruang tamu.
"Pada kemana?" tanya Sam yang akhirnya berpapasan dengan salah satu ART.
"Di halaman belakang, Tuan sedang ada di kolam" sahut si pelayan sedikit menunduk sopan.
Sam yang hanya mengangguk tak memutar arah langkahnya. Ia malah lanjut menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya lebih dulu untuk membersihkan diri.
"Udah ganteng, haha. Anak Buaya" kekehnya di depan cermin setelah selesai mandi.
Sam yang keluar kamar lalu turun ke lantai bawah membuat anak istrinya kaget,. pasalnya mereka tak tahu jika Phiunya sudah pulang. Embun yang berjingkrak senang langsung berlari dan minta gendong sedangkan Rain hanya menjerit-jerit sambil melambaikan tangan. Jika ia bisa berjalan mungkin Sam akan jadi rebutan keduanya.
"Kirain belum pulang?" tanya Biru basa basi setelah mendopat ciuman di kedua pipinya.
"Kan tadi aku bilang, mau pulang cepet"
Sam dan kedua anaknya serta Biru kembali keruang keluarga yang sudah penuh dengan aneka mainan juga boneka kesayangan Embun dan Rain.
"Phiu sini, Phiu celitana jual jual boneka ya, pegangin nih Gajah sama Bear nya dulu."
Oh, ok.. Yuk main...
__ADS_1