
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kalian bertengkar?" tanya Air saat ia duduk saling berhadapan dengan putra semata wayangnya.
"Enggak, pAy. Mana pernah kami bertengkar" sahut Sam.
Wajah Biru yang kemarin sembab dengan mata yang merah tentu membuat semuanya sedikit khawatir karna selama yang mereka tahu antara Samudera dan Biru tak pernah ada pertengkaran tapi saat itu keadaan Biru sungguh sangat berantakan, terlebih Hujan yang sudah merasa cemas mendesak suaminya untuk bertanya pada sang putra.
"Yakin, tak ada masalah apapun diantara kamu dan dia? miMoy kamu tuh udah bawel banget takut mantunya tersakiti dan kabur" ucap Air sambil melirik kearah sang istri lewat ekor matanya. Hujan yang duduk di sisi Air pun langsung memukul prianya dengan bantal sofa.
"Kakak nyindir aku?" tanya Hujan.
"Eh, emang kamu merasa tersindir? kakak gak bilang loh ya" sahut Air, Sam yang melihat drama orangtuanya pun hanya bisa menggelengkan kepala.
"Gak mau aku ribut, tapi sendirinya malah ribut" cetusnya sambil bangun dari duduk meninggal kan Air dan Hujan yang masih berdebat tak jelas.
.
.
.
.
Sam yang kembali ke kamarnya mendapati Rain yang sedang bermain sendiri, sedangkan Biru ternyata sibuk menyisiri rambut Embun, entah ada angin apa gadis cantik itu mendadak ingin berenang padahal cuaca sedang terik teriknya.
"Moy ada?" tanya Embun saat pria tinggi itu berbaring di sisi putranya.
"Ada, lagi cuap cuap manja sama papAy, kenapa?" Sam balik bertanya di sela ciumannya pada Rain, bayi laki laki yang senang berguling-guling itu sampai terkekeh geli.
__ADS_1
"Mau ambil buku Bubuy yang ada di kamar Moy kemarin malam"
Embun bangun dari duduknya dan langsung berlari kearah pintu kamar orangtuanya, meninggalkan Sam, Biru dan Rain begitu saja.
Braak..
Pintu di tutup dengan sedikit keras, jika sudah begitu Sam hanya bisa tersenyum simpul karna itu akan mengingatkannya pada diri sendiri.
"Bee, temenin Bum-Bum dulu ya. Aku mau ke bawah sebentar" pinta Biru sambil merapihkan sisir dan beberapa karet kuncir milik putrinya.
"Ngapain?"
"Ambil kue, aku laper, kamu mau gak?" tawar wanita bertubuh mungil tersebut.
"Bikinin aku jus apel aja deh, haus banget. Sama bawain aku permen strawberry ya" pesannya pada sang istri yang di jawab anggukan paham.
Biru yang bangun lebih dulu mencium pipi bulat Rain yang kini sudah ada diatas perut suaminya, bayi laki-laki itu tak lepas menatap Mhiunya seakan tahu ingin di tinggalkan tapi sebelum anaknya merengek, Sam buru buru mengalihkan perhatian Rain.
Sam tak mungkin sepenuhnya mengandalkan Embun yang mungkin saja mengikuti suaminya saat dewasa nanti.
Cek lek.
Candaan Sam dan Rain berhenti saat istrinya kembali ke kamar, Biru berjalan santai menuju karpet tempat dimana tadi mereka berkumpul.
"Sini sama Mhiu" Biru langsung mengambil alih si bungsu dari suaminya, bocah menggemaskan itu memang sulit sekali lepas dari Biru.
"Makasih ya, Sayang" ucap Sam saat jus apel sudah ia nikmati dan masuk kedalam perutnya.
"Sama-sama, Bee. kamu samperin Embun ya, tadi dia minta kamu keruang tengah" titah Biru.
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Sam bingung.
"Gak tau, samperin aja sana dari pada ngambek"
Sam hanya mengangguk lalu bangun dan keluar dari kamar meninggal Biru dan Rain. Langkah kakinya kini sedang berjalan menuju ruang tengah dimana Sang Ratu berada. Embun yang sedang bermain dengan hewan kecil hadiah dari Gala pun berjingkrak senang saat Sam datang karna ia ingin Phiunya itu menjaga sebentar hewan lucu miliknya selama Embun mengambil makanannya di kamar.
.
.
Sepuluh menit berlalu, Rain yang merengek pun akhirnya di gendong oleh Biru ke luar untuk mendatangi suaminya di ruang tengah. Namun, kedua alis Biru saling bertaut saat melihat Sam justru sedang berbaring sambil melamun.
"Bee, kamu lagi apa?" tanya Biru, aneh.
.
.
.
Lagi jagain ikan, jangan sampe ketiduran takut nanti tenggelem.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Nurut aja lagi 🤣🤣🤣
Bapak yang baik oey.
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.