Samudera Biru

Samudera Biru
Pinjem yaaaaa


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ok, kita minggu depan liburan ya," rayu Samudera saat ia harus pergi mendadak ke luar kota lagi.


Dalam satu bulan ini pria tersebut sudah lima kali bolak balik ke berbagai kota untuk urusan pekerjaan. Bukan Biru tak mengerti tapi lusa adalah hari ulangtahun pernikahan mereka dan dari jauh jauh hari Biru sudah minta waktu pada suaminya untuk mereka berdua. Bahkan mertuanya sudah mengizinkan jika harus meninggalkan Embun dan Rain.


"Sayang"


Biru masih bergeming, ia sangat kecewa. Itulah yang di rasakan ibu dua anak tersebut saat ini.


"Tak apa, kita bisa pergi lain waktu"


Samudera langsung memeluk wanita halalnya itu, membawa sang istri masuk kedalam dekapannya agar tak lagi merajuk, karna kali ini Samudera tak bisa berbuat banyak kecuali benar-benar tetap pergi.


Ceklek


Pintu terbuka pelan, ada Embun yang masuk sambil menggandeng tangan adiknya yang berjalan selangkag di belakang sang kakak.


Biru pun langsung mengurai pelukan lalu merentangkan tangan siap menangkap dua buah hatinya yang sangat menggemaskan.


"Phiu mau pergi?"tanya Embun pada Samudera yang di balas anggukan kepala.


Mana??


Rain yang tak mau kalah dengan kakaknya pun ikut bertanya dengan wajah polos. ia duduk di atas pangkuan Biru sambil memperhatikan wajah lain wanita kesayangannya.


Miyuh angis apa? didit miong?

__ADS_1


"Haha, enggak sayang. Mhiu tadi di gigit semut," jawab Biru sedikit panik. Sedangkan suaminya hanya mengulum senyum.


Mut, akal ya? ubit yuuuuu


"Iya, semutnya memang nakal. Bum mau cubit semut?" tanya Biru yang di jawab anggukak oleh Rain.


"Nih, pukul Phiu. Tadi semutnya ada disana!"


.


.


.


Waktu yang di hindari Biru tiba, ia yang baru selesai mem packing beberapa keperluan suaminya mendapat pelukan dari belakang. Samudera mencium dan mencumbu bagian leher, belakang telinga hingga tengkuk.


"Main sebentar yuk, Sayang."


"Sayang," bisik Samudera yang langsung membalikkan tubuh mungil Biru agar berhadapan dengannya.


"Masih marah?" tanya Sam.


"Marah untuk apa? pergilah dan cepat kembali."


Samudera mencium kening Biru lembut, pelan dan lama. Ia tahu wanita halal di depannya kini sedang menyimpan kecewa atas keputusannya tetap pergi beberapa hari.


"Aku boleh minta senyummu?"

__ADS_1


Biru menggangguk, seulas senyum manis terukir di wajah cantik nan sendu milik Berliana Biru. Wanita yang Samudera nikahi secara mendadak bahkan tak tahu siapa namanya.


"Kalau makin cantik begini, aku gak mau pergi loh," goda Sam sambil menarik pinggang ramping sang istri.


"Jangan terus merayu, nanti kamu terlambat. Selesai kan semua dengan cepat ya," pinta Biru.


Keduanya keluar dari kamar menuju lantai bawah. Namun, sebelum kearah pintu utama mereka lebih dulu ke halaman samping rumah menemui Embun dan Rain yang ada disana bersama Mbak Rini.


"Phiu berangkat dulu ya, kalian jangan nakal dan berantem." pesan Samudera pada kedua buah hatinya.


"Iya, Phiu asal pulang bawa banyak oleh-oleh ya" kekeh Embun setelah mencium kedua pipi pria kesayangannya.


"Siap, Sayang."


Dadah Piyuuuuuh.. anan ama-ama yaaaa


Ntal Bum anen banak-banak.


"Iya, Ganteng. Jagain Mhiu ya. Nanti Phiu bawa robot besar buat Bum, Keh"


Keh, Piyuuuuuh...


Bum, injem nyeh uwa-uwa, buweh??



*******

__ADS_1


Lu jangan begitu, Bum


Itu si Tutut bisa gak jadi ke luar kota 😝😝😝ðŸĪŠ


__ADS_2