
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Telur itu paling enak di rebus, kata MiMoy lebih sehat. Jadi telurnya kita rebus aja ya, Bumi" ucap Embun saat bermain masak-masakan bersama adik laki-lakinya
Iyuy, emplok aja..
"Rebus aja! jangan di ceplok" ujar sang kakak lagi yang kekeh ingin di rebus.
Rain hanya mengangguk, ia ikuti semua mau Embun karna disana ia berperan sebagai asisten koki.
Biru yang mengawasi hanya melempar senyum saat dua buah hatinya itu sedikit berdebat.
Bum, ain ma Miong yaaaaaa...
Bocah menggemaskan itupun berlari kearah si Ireng saat melihat hewan berbulu hitam keabuan tersebut sudah bangun dari tidur siangnya di atas karpet.
Miong ain yuuuuuuk
Ain acak-acak, iyuynya emplok yaaaa..
Rain mengusap lembut si hewan mager itu yang malah kembali berbaring, si Ireng seolah selalu terbuai dalam setiap sentuhan bos kecilnya.
Ta buuuuuy.
mau iyuy dooooong.
"Sana, pake telor Ireng" usir Embun yang kesal, adiknya itu memang hanya mau main dengannya jika si Ireng sedang tidur, karna Rain tak pernah mengganggu hewan peliharaannya itu.
Miong nda puna Iyuy..
__ADS_1
"Tuh, bener kata Bum, Kucing kan melahirkan bukan bertelur" sambung Biru yang tahu jika si sulung sedang jengkel.
"Bum gak mau main sama kakak lagi, Mhiu" adu si cantik tak mau kalah.
"Bum, main robot aja ya. Jangan pinjam telur kakak" kata Biru mengalihkan ingin putranya
Obot bobo, apek abis bantem.
Biru hanya tertawa, ada saja alasan bocah itu yang membuatnya gemas dan ingin mencubit.
Tapi Nona Rahardian itu tentu tak mungkin bisa melakukannya karena Rain sudah pandai bercerita. Apapun kini ia cerita kan pada suami dan kedua mertuanya.
.
.
.
"Makan ya, Bee" tawar Biru, tak tega rasanya melihat sosok lelaki cinta pertamanya itu meringkuk dengan mata terpejam menahan sakit.
"Aku gak lapar, Anak-anak mana?" tanyanya yang malah mengkhawatirkan Embun dan Rain.
"Ada di kamar Amma kayanya. Tapi Rain, kalau Embun aku gak tau" jawab Biru yang kadang bingung sendiri juga saat mencari di bangunan besar dan mewah tersebut.
"Mereka bikin susah kamu gak, Bee. Jangan di marahi ya kalau mereka nakal. Lampiaskan pada ku karena mereka tanggung jawab ku"
"Kamu ngomong apa sih? mereka anakku juga tanggung jawab kita berdua. Kamu sekarang istirahat ya, aku cari Embun dulu" balas Biru yang lalu mencium seluruh wajah tampan namun sedikit pucat suaminya.
Biru keluar dengan menutup pelan pintu kamarnya. Langkahnya kali ini menuju kamar mertuanya lebih dulu untuk mencari si sulung dan ternyata Embun malah tidur padahal waktu sudah hampir petang. Melihat putrinya terlelap tentu ia tak ingin menganggu dan beralih pada si bungsu di kamar Tuan besar Rahardian.
__ADS_1
Tok.. tok.. tok..
"Iya.... " Sahut Melisa dari dalam yang kemudian mempersilahkan Biru masuk.
"Amma, Bum mana?" Tanya Biru yang baru menyembulkan kepalanya dulu.
Bum ni nih miyuuuuuuuh
Sahutan dari Rain membuat Biru tersenyum, harum khas bayi begitu menggoda indera penciumannya.
"Anak ganteng, habis mandi ya?" tanya Biru saat melihat anaknya masih terlilit handuk putih.
Nda...
"Loh, ini kan habis mandi. Kalau gak mandi, terus abis apa dong?"
.
.
.
Uci, uget-uget Bum noh ma Appa Jajah.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan lupa di sulap biar besaaaaaal
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Otak ya ampun!!!!