
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Suasana hotel mewah ditambah gemericiknya hujan di luar sana membuat siapapun enggan untuk bangun dan keluar dari selimut. Begitu pula yang di rasakan oleh Sam dan Biru, keduanya masih meringkuk saling memeluk meski hanya memejamkan mata saja.
"Bee, aku laper" bisik Biru.
"Sama" sahut Sam pelan tanpa membuka mata.
"Tau laper, bukannya bangun"
"Kalau lagi peluk kamu cukup laper tapi gak mau makan" kata Sam sambil mengulum senyum.
"Kenapa? emang peluk aku bisa kenyang?" Cibir Biru.
"Bisa dong, sampe muntah malah" kekeh Sam yang langsung bangun dari tidurnya untuk bersiap menerkam istrinya.
Dan kini, terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Saling menyentuh dan bertukar saliva, bekerja sama mengeluarkan keringat padahal hawa kamar begitu dingin sebelum mereka BerCinta.
Lengu han yang saling bersahutan pun menandakan jika permainan telah berakhir dengan keluarnya lahar panas Sam dan cai Ran cinta Biru secara bersamaan.
.
.
__ADS_1
.
"Bee, kapan kita pulang?" tanya Biru saat mengantar semua anggota keluarga untuk kerumah mereka masing-masing setelah acara resepsi pernikahan kemarin.
"Terserah, aku gimana kamu aja"
"Pulang sekarang yuk, aku bingung kalau disini mau ngapain" pinta Biru lagi, semakin lama di hotel akan semakin sering mereka melakukan hal yang menyenangkan.
"Ke apartemen apa kerumah utama?" tanya Sam, karna menurutnya dia tempat tersebut sama saja baginya tapi mungkin tidak dengan istrinya yang masih harus menyesuaikan diri.
"Apartemen aja, ada yang mau aku bikin"
Sam tersenyum simpul sambil menatap punggung istrinya yang berlalu begitu saja, rasa bahagianya sungguh berbeda dengan yang ia rasakan sebelum ini.
Dengan tangan saling menggenggam serta di iringi obrolan kecil keduanya terus berjalan beriringan menuju lobby hotel dan parkiran dimana kini sebuah mobil sudah bersiap untuk mengantar mereka pulang ke apartemen.
"Tumben pake supir?" tanya Biru yang aneh karna ini sungguh di luar kebiasaannya.
"Aku capek, Bee" bisik Sam sambil bersandar di pundak istrinya yang putih mulus.
Sam yang hanya mendengarkan celoteh Biru sampai tak sadar akhirnya ia terlelap begitu saja. Biru yang mendengar dengkuran halus pun langsung menoleh kearah suami.
"Kok tidur, Bee? kecapean ini sih tempur terus" kekeh Biru sambil mengusap pipi suaminya yang begitu putih dan halus.
__ADS_1
Lima belas menit berselang akhirnya mobil berhenti di lobby apartemen, keduanya keluar setelah Biru dengan susah payahnya membangunkan Sam yang sulit sekali membuka mata.
"Lanjut tidur sana, aku mau masak dulu" ucap Biru saat sampai di apartemen, langkahnya langsung di cekal oleh Sam di depan tangga.
"Temenin, Bee" rengeknya manja sambil menjatuhkan lagi kepalanya di bahu Biru.
"Aku mau masak, nanti kamu bangun kita makan sama-sama"
"Aku maunya tidur, gak mau makan" tolak Sam yang malah menggendong istrinya itu menuju kamar mereka di lantai atas.
Biru di baringkan di tengah ranjang, disusul Sam yang juga ikut meringsek kemudian membawa tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya.
"Kamu diem, gak boleh gerak" tegas Sam yang membuat kedua alis Biru saling bertautan seraya menatap aneh suaminya yang kembali memejamkan mata.
"Kalo gitu, kamu peluk guling aja sana" protes Biru sambil meronta dalam pelukan pria tampan yang seakan tak mau mendengar ucapan sang istri.
.
.
.
.
__ADS_1
Gak enak, gak ada yang bisa di remes, Bee!