Samudera Biru

Samudera Biru
Minum apa?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Bebek memang suka berendem, Bum mau mandi gak?" tanya Sam yang merasa sangat gemas pada sang putra yang sepertinya akan menjadi anak bungsunya.


Ninin yaaaa


"Alesan! Eh, tapi iya juga sih" kekeh Sam saat menjawab celoteh Rain.


Ia yang melihat Biru melambaikan tangan akhirnya menggendong Rain menuju meja dimana sudah ada anak dan istrinya. Keluarga bahagia itupun begitu lahap menikmati icecream dan berbagai macam Cake di pinggir kolam.


Ninin yaaa


Rain kembali berceloteh, rasa dingin di mulutnya membuat ia berkali-kali menyipitkan mata kecilnya dan itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Tapi enak kan?" kata Embun yang dijawab anggukan kepala oleh sang adik.


"Habiskan, Kak. Mhiu sudah pesan untuk orang rumah jadi punya mu harus habis ya" titah Biru, jika tak begitu Embun selalu saja menyisihkan sedikit makanannya karna khawatir pada orang-orang di rumah termasuk Rini.


"Iya, Mhiu"


Acin yaaaa, nda buweh uang uang.


"Eh, anak pinter. Iya dong harus di habisin dan gak boleh di buang ya" timpal Biru yang lalu mencium pipi gembil putranya.


Ncim Miong buweh?


"Ireng gak suka icecream, kan kakak sudah bilang" sahut Embun saat mendengar Rain ingin memberikan makanan dingin itu pada hewan peliharaannya di rumah.


"Iya, Ireng gak suka Icecream. Nanti kita beli makanannya aja ya" sambung Biru. Ia melirik kearah suaminya yang sedari tadi masih menikmati icecream strawberrynya. Entah sudah berapa cup yang sudah di habiskan pria itu.


Jika sudah menyangkut buah merah itu, Sam akan lupa dengan apapun. Dunianya sesaat hanya fokus pada strawberrynya saja.

__ADS_1


Malam tiba, mereka pun memilih untuk pulang kerumah utama karna tak lebih dari tiga puluh menit mereka harus sudah berkumpul di ruang makan untuk menikmati sajian makan malam bersama keluarga.


.


.


.


Ruang makan yang selalu hangat membuat apa yang mereka lahap berkali-kali lipat nikmatnya, obrolan ringan atau sekedar bertukar cerita tentang satu hari yang mereka lewati sudah biasa terjadi seolah tak ada rahasia di antara keluarga.


Miong Bum, na?


Tak ada satupun yang menjawab dalam hitungan beberapa detik, justru mereka saling melempar pandangan satu sama lain.


"Mana ya? Moy juga belum liat" sahut Hujan.


"Mungkin di kandangnya, Bum" timpal Melisa.


"Kandang si Ireng lah, mana bisa dia masuk kandang burungnya" Air menjawab sambil tertawa.


"Ya kali melimpie ke kandang Buaya" sambung Reza tak kalah tertawa juga.


"Bisa jadi, soalnya si Ireng gak berani masuk kandang Gajah" cibir Air yang sontak membuat papanya diam karna kesal.


"Kalian ini! bisa gak sehari gak ribut?"


"Gak gini gak seru, mah" jawab si sulung.


Rain yang tak mau lagi menghabiskan makanannya meronta ingin turun dari kursinya, ia mengajak Biru kerumah belakang mengambil si Ireng yang belum ia temui sejak siang tadi. Biru pun langsung menuruti karna kebetulan perutnya pun sudah terasa kenyang. Wanita cantik itu kini menuntun sang putra menuju kandang si Ireng.


Miong , Aing yuuuuuk

__ADS_1


"Jangan main, udah malam. Liat aja ya".


Ain... Ain Miyuuuuh.


"Ireng nya pengen bobo, Bum habis ini juga harus bobo, Ok"


Num susyu yaaaa..


"Iya, Ya udah yuk. masuk lagi ya" ajak Biru yang jawab anggukan kepala oleh Rain.


Dadah miooooooooong...


Rain melambaikan tangan pada si Ireng di dalam kandang besar hewan itu.


Biru tak kembali ke ruang makan, melainkan langsung kekamarnya yang ternyata sudah ada sang suami disana. Biru menitipkan Rain pada Sam karna ia akan membuat kan bocah itu sebotol susu.


"Habiskan ya" titah Biru saat ia menyodorkan minuman kesukaan Rain sekarang.


Rain menerimanya dan langsung menyesapnya hampir habis.


"Bum, minum apa?" tanya Sam, Iseng.


.


.


.


.


Nyeh Miong

__ADS_1



__ADS_2