
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cek lek
Setelah mendapat banyak nasihat dari papAynya, Sam pun memutuskan kembali ke kamar untuk melihat kondisi sang istri yang masih di temani oleh Hujan di dalam sana.
Senyum mengembang di ujung bibir Biru saat Sam melangkah lebih dekat kearah tempat tidur, Biru langsung mengulurkan tangannya dan tentu itu di sambut hangat oleh Samudera.
"Masih sakit?"
"Udah mendingan, gak terlalu keras kaya tadi" sahut Biru yang paham kemana arah pertanyaan suaminya.
"Sampai kapan begini, Moy" tanya Sam pada Hujan yang masih duduk di tepi ranjang mereka.
"Setiap ibu berbeda-beda, kalau Rain lebih cepat lupa dengan ritual menyusunya pembengkakan pun tidak akan lama. Karna ikatan batin kalian yang kuat membuat rangsangan terus terjadi" jelas Hujan. Ia tak merasakan apa yang di rasakan Biru karna Sam berhenti sendiri saat ia hamil anak kedua yang ternyata tak sampai menyapa dunia.
"Kompres saja jika terasa penuh dan sakit"
"Apa harus di pompa, Moy?" tanya Sam.
"Di pompa sama kamu, gitu?" ledek Hujan sambil tertawa kecil lalu pamit untuk mengurus bayi buaya cengengnya yang pasti sudah menunggu di kamar.
.
__ADS_1
.
.
03.25 tangis Rain pecah dan langsung mengagetkan orangtuanya yang baru bisa terlelap nyenyak.
Biru yang bangun langsung menggedong Rain meski masih dalam posisi duduk, tak kuat rasanya jika harus bangun dan berdiri.
"Kenapa? Minum ya, Bum" kata Sam yang ikut bangun meski tak melakukan apa-apa.
Nda... Bum mahu Nyeh..
Biru langsung menitikan air matanya, ia anggap dirinya ibu yang paling jahat sedunia karna tak bisa memberikan apa yang di ingin kan putra kesayangannya itu.
"Sabar ya, Sayang. Ini proses yang harus kita lewati. Kamu ibu terbaik, dan aku bangga akan hal itu" bisik Sam.
Rain yang menangis cukup keras akhirnya kembali terlelap, jangan tanyakan bagaimana rasa pegalnya karna itu tak bisa di ungkapkan apalgi di gambarkan. Biru cukup lega dan merasa lebih baik meski Sang suami tak bisa melakukan banyak hal tapi setidaknya pria itu tak pernah jauh dari nya.
"Pelan pelan, nanti bangun" kata Sam saat Biru berusaha membaringakan putra mereka di sisi ranjang.
"Kenapa gak di tengah kaya tadi sih?" tanya Biru yang bingung dengan permintaan suaminya.
"Gantian kamu yang di tengah, karna tugasmu sudah selesai sekarang biar aku yang lakuin tugasku" Kata Sam dengan senyum semanis strawberry.
__ADS_1
"Apa tuh?" Biru menatap sang suami dengan tatapan penuh tanya dan selidik.
"Hahaha, jangan terlalu jauh berpikir. Aku hanya ingin tidur memeluk mu, Sayang" sahut Sam yang langsung membuat Biru merona menahan malu.
.
.
Pagi menjelang, ketiganya bangun sedikit siang bahkan sampai tak melihat Embun pergi kesekolah. Semua orang cukup memaklumi karna tahu Rain sedang memainkan drama rewelnya.
"Bee, ini sudah siang ya?" tanya Biru panik, Sam yang sudah bangun lima belas menit lalu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kok gak bangunin aku, kamu telat ke kantor loh. Dan Embun...."
"Sssstt... jangan berisik! nanti Rain bangun" ucap Sam sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir sang Istri.
Keduanya saling mengeratkan pelukan, saling menguatkan dan memberi energi untuk memulai hari yang pastinya akan menguras rasa sabar luar biasa.
.
.
.
__ADS_1
Bee, kerasa gak kalo tututku lagi On??