
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sam yang masuk kembali kerumah utama harus menghentikan langkahnya saat di ruang tengah, ada Reza dan Melisa juga Hujan yang baru datang.
"Mau kemana?" tanya Sang miMoy ketika ia sudah dekat dengan putra semata wayangnya.
"Mau ke pak Nono, minta ini ayam buat di kandangin" sahutnya dengan wajah seperti menahan kesal.
"Udah bertelor nya?" kini giliran Reza yang bertanya sambil melirik hewan berbulu hitam yang di gendong Sam.
Sam menggelengkan kepalanya pelan, ia yang tak tahu tentang dunia ayam di buat pasrah dan menyerah hari ini.
"Yaudah, nih kasih istrimu. Tadi dia telepon Moy minta di beliin makanan" ucap Hujan sambil menyodorkan satu bungkusan yang tak bisa di tebak oleh Sam meski kini ia mengernyit kan dahi.
"Kok gak minta ke dede sih?" rasa jengkel nya seperti dua kali lipat.
Ketiganya hanya menggeleng dan mengangkat bahu karna memang tak tahu alasan kenapa Biru malah meminta dibelikan makanan oleh Hujan di banding pada Samudera.
"Ya udah dede ke kamar dulu" pamit Sam sembari memberikan si Ayam pada Reza.
"Eh, apa apaan nih anak! De'.... Samudera ErRainly Rahardian Wijaya" teriak Reza cukup keras memanggil nama lengkap cucu pertamanya yang ternyata tak menoleh sama sekali.
"TUTUT JAJAH!" panggilnya lagi.
"Kasihin pak Nono, Appa. Nanti besok dede liat lagi udah bertelor apa belum tuh si ayam" sahut Sam dari tengah tangga.
****..
__ADS_1
"Eh, apa ini anget anget?" seru Reza yang panik saat tangannya seperti ada sesuatu.
*******
Sam yang sudah berada di lantai dua segera masuk kedalam kamarnya, ia yang membuka pintu dengan sedikit keras langsung membuat sang istri menoleh. Biru yang sedang duduk di kursi meja rias pun tersenyum manis kearah suaminya yang kini semakin mendekat.
"Dari Moy" ujarnya sembari memeberikan satu bungkusan dari Hujan.
"Wah, Moy beliin juga" jawabnya senang sebab terlihat jelas dari binaran mata Biru.
"Kenapa minta sama Moy? kok gak minta sama aku" protes Sam, harusnya hanya ia orang yang siap dan sigap menuruti apa keinginan sang Cinderella.
"Kan sekalian MiMoy di jalan, kalo lewat beliin kalo gak lewat gak apa-apa"
"Lewat gak lewat pasti di beliin, Bee"
Sam yang merengut kesal hanya duduk bersandar di sisi Biru yang begitu lahap menyantap makanan tersebut, bau harumnya memang menggoda tapi Sam menolak saat Biru hendak menyuapinya karna rasa kenyangnya usai makan malam bersama Air di Gazebo tadi.
"Aku mau mandi dulu ya" ujar Sam seraya mencium pipi kanan Biru yang kini sedikit lebih gembil sekarang.
"Hem, cepet mandi sana, kamu bau ayam" ledek Biru yang langsung membuat Sam membulatkan mata lalu mencium ketiaknya sendiri.
"Mana ada aku bau ayam!" protes Sam tak terima dengan tuduhan Biru, pantang baginya untuk memiliki bau badan meski jarang mandi pagi, tapi itu kebiasaannya dulu karna semenjak menikah ia justru paling rajin untuk menikmati dinginnya air di pagi hari.
"Eh, Ngomong-ngomong ayam, ayam tadi udah bertelur belum?" tanya Biru dengan serius karna ia baru saja mengingatnya.
"Belum, besok kali keluar telornya" sahut Sam sambil bangun dari duduk.
__ADS_1
"Kalo besok gak bertelor juga gimana, Bee?"
"Terpaksa... " jawab Sam lagi sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Terpaksa apa? di potong, gitu?"
"Bukan!"
"Lalu?" tanya Biru, ia yang penasaran ikut bangkit dan menyusul Sam ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
Terpaksa aku yang harus bikin tuh ayam bertelor.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Wah... tutut minta di mutilasi 🤣🤣🤣
__ADS_1