Samudera Biru

Samudera Biru
Mak Kunti


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Bersiap untuk apa?"


"Untuk di tinggalkan Sam jika ia sudah menemukan yang baru, setidaknya aku lebih beruntung karna tak akan menyandang status JANDA!" cibirnya lagi sambil bangun dari duduk lalu pergi begitu saja.


Biru yang tiba-tiba lemas, hanya bisa duduk bersandar di punggung sofa, banyak pertanyaan yang kini berputar di otak minimalisnya itu.


Janda?


Apa iya dia akan menjadikanku janda? ibu dan bapak pasti malu karna memiliki anak seorang janda yang di buang suaminya di kota, aku harus apa ?


Satu tetes air mata jatuh akhirnya jatuh ke pipi mulusnya, bayangan Wildan terlintas begitu saja, Ia rindu sosok Pria yang selalu mengalah untuknya.


.


.


.


Sam melempar ponselnya saat mendapat laporan jika Alyssa datang ke apartemen yang di tinggali Biru, ia bergegas pulang meski Jero terus mengingatkannya jika satu jam mendatang ada rapat penting.


"Urus saja olehmu!" sentak Sam, kesal.


Langkah kakinya begitu tergesa, bahkan ia sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai menemui Biru. Sam begitu takut Alyssa melukai istrinya yang begitu polos dan tak tahu apa-apa.


Braaakk...


"Bee... kamu dimana?" teriak Sam saat membuka pintu utama apartemen, ia langsung menuju kamar Biru saat gadis itu tak ada di berbagai ruangan lainnya.


"Bee... "


Sam mengernyit kan dahinya, ia tak juga menemukan sosok sangat istri di dalam kamar dan kamar mandi.

__ADS_1


"Kemana sih!" rutuknya kesal bercampur panik.


Sam merogoh ponselnya untuk menghubungi Biru, sampai berkali-kali ia mencoba akhirnya terangkat juga.


"Kamu dimana, Bee?" tanya Sam langsung tanpa basa basi lagi.


"Aku lagi di lobby" jawabnya.


Sam menautkan kedua alisnya saat mendengar ucapan Biru yang tak ia mengerti.


"Ngapain?" tanya Sam lagi.


"Tunggu disitu, jangan kemana-mana" tambahnya sambil berpesan pada Biru agar gadis itu tak beranjak dari tempatnya kini.


Sambungan telepon langsung di akhiri oleh Sam, ia bergegas menuju lobby apartemen tempat dimana Biru berada.


.


.


"Bee, lagi apa sih sendirian disini?" tanya Sam yang langsung merengkuh tubuh mungil sang istri


"Makan!" jawabnya sambil menunjuk sebungkus snack di tangannya.


"Jauh banget, makan sampe sini"


"Aku takut, Bee. Tadi ada mak kunti ngamuk di sana" ucapnya polos namun mampu membuat Sam tertawa kecil.


"Masa? gak di apa apain kan, tapi?" tanya Sam memastikan.


"Enggak, mak kunti cuma nakut nakutin aja"


"Terus takut?" goda Sam, ia paham dengan cerita yang di lontarkan Biru.

__ADS_1


"Takut lah, mak kunti bilang kamu akan jadiin aku Janda, iya kah?" mata Biru tersirat meminta kepastian tentu Sam semakin mengeratkan pelukannya.


"Kalo kamu aku jadiin Janda, berarti aku juga jadi Duda dong"


"Eh, iya ya. Hahaha"


Biru tertawa dalam dekapan Sam tapi tidak dengan pria itu karna jauh dari dalam hatinya ia sedang mengumpat kasar pada Alyssa yang berani datang dan mengusik hidupnya.


Ia bersumpah akan membuat gadis itu menyesal sebab telah membuat istrinya takut tinggal di apartemen sendirian sampai harus duduk ke Lobby.


"Udah yuk, balik lagi kesana. Kita beresin semua barang barang kamu" ajak Sam kemudian.


"Kita mau kemana?"


"Sementara kamu tinggal dirumah utama dulu ya, biar gak sendirian" jelas Sam.


.


.


.


.


.


Kamu pasti takut ya aku di gentayangin mak kunti lagi???


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lagi nyari paku dia Bee 🤭🤭🤭


Pakunya orisinal soalnya 😛😛😛

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2