Samudera Biru

Samudera Biru
GHIBAH


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚.


Bila aku memilih melepaskan, percayalah...


berarti kamu sudah sangat mematahkan hatiku, aku sudah lelah berdebat dengan diriku sendiri ketika ingin mempertahankan mu. Bahkan aku sudah melangitkan ribuan doa agar Tuhan menunjukan jalan selain perpisahan.


Namun, tetap saja aku harus rela meninggalkan.


Samudera berjalan keluar resto dengan perasaan lega, perasaan tak nyamannya kini bagai lepas dari dalam hatinya. Kini ia cukup fokus pada satu tujuan yaitu bahagia dalam rumah tangga barunya bersama Biru.


Rasa sakit Alyssa tentu tak sebanding dengan rasa kecewa Samudera, bertahan di atas luka dan kebohongan yang terus menerus di tutupi mantan kekasihnya itu.


Alyssa, si manja yang tak akan mudah Samudera lupakan begitu saja karna ia tetap cinta pertamanya.


.


.


.


"Bee, lagi apa?" tanya Sam lewat panggilan telepon sebelum menyalakan mesin mobilnya yang masih terparkir di area restauran.


"Lagi ada miMoy, Amma, Onty Yayang sama Onty Cahaya" jawabnya pelan.


"Hah? ngapain?" tanya Sam bingung bercampur panik.


"Main aja kali, udah ya aku gak enak nih"


Sam melihat layar ponselnya yang ternyata sudah di matikan oleh Biru, jika saja urusan pekerjaannya sudah selesai tentu ia ingin menyusul ke apartemen tapi Jero sudah mengingatkannya jadwal rapat dua puluh menit lagi.

__ADS_1


*****


"Jangan mau tinggal disini, minta dede buat pindah, ok" ucap Hujan pada menantunya itu.


"Iya, duit banyak buat apa jangan sampe kaya papAynya noh ngintilin papah mulu" kekeh si bungsu ikut menimpali.


"Kamu tuh" protes Hujan yang malah membuat Cahaya tertawa.


Biru mengusap tengkuknya sendiri, ia bingung harus bersikap seperti apa di depan Mertua dan tantenya itu yang ternyata terus memprovokasi nya untuk pindah ke apartemen mewah Sam yang baru.


Cahaya yang memang bergelimang harta ditambah menikah pula dengan Langit tentu menjadi racun bagi kedua kakak iparnya untuk menghabiskan uang kembarannya. Ditambah kini ia sudah memilki keponakan yang bisa di ajaknya untuk jalan-jalan.


"Nanti Moy, akan bilang sama Sam buat resmiin pernikahan kalian secepatnya. Urusan begini jangan ditunda apalagi jika kalian sudah memiliki anak"


"Anak?!" pekik Biru yang langsung membuat empat wanita Lainnya mengernyit kan dahi.


"Mau, Amma." jawab Biru pelan, ia malu sendiri ketika terkejut tadi sebab sudah menaikan nada bicaranya.


"Jangan di tunda, nanti malah lama" pinta Hujan, karna saat ia melihat Biru tentu seperti ia melihat dirinya sendiri yang menikah muda tapi dulu ia melakukan penundaan kehamilan karna jelas sedang menimba ilmu dan kini ia bisa berbangga diri karna sudah meraih hasilnya.


"Iya, Moy. Aku gak akan lakuin itu"


"Tapi kamu masih sangat muda, delapan belas tahun saja belum, kan?" tanya Kahyangan yang sedikit tahu dari Sam.


"Iya, Onty. Beberapa bulan lagi aku delapan belas tahun"


"Daun muda, ijo seger" kekeh Cahaya.


"Bagaimana pesta pernikahan kalian di barengi dengan pesta ulang tahunmu?" saran Melisa yang membuat Hujan dan si bangsu senang bukan main dengan ide Nyonya besar Rahardian.

__ADS_1


"Gak usah Amma, aku gak pernah rayain ulang tahun. Cukup kalian mendoakan ku saja aku sudah sangat senang" tolak halus Biru yang memang tak terbiasa dengan sesuatu yang berlebihan.


"Ya udah, tapi nikah ulang dan resepsi harus di percepat, jangan sampai ada berita miring tentang kalian tinggal berdua dalam satu apartemen" ujar Melisa mengingatkan.


"Iya, apalagi pas nikah resmi perut kamu udah besar" kata Hujan yang sedikit khawatir.


"Besar kenapa?" tanya Biru polos.


"Iya, takut keburu hamil. Namanya udah suami istri pasti udah....... " Cahaya memotong ucapannya karna ia malah tertawa.


"Udah apa?" Tanya Biru lagi.


.


.


.


.


.


Memang belum di tabrak TUTUT?


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Kali ini giliran mantu Rahardian yang GHIBAH 🀣🀣🀣


Like komennya yuk ramaikanπŸ˜†

__ADS_1


__ADS_2