
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sam akhirnya meninggalkan semua pekerjaannya hari ini, ia pulang cepat bersama sang istri yang sudah terlanjur datang ke kantor.
Beresnya kesalah pahaman diantara mereka tentu membuat pasangan itu semakin dekat.
Perjalanan pulang pun mereka lalui dengan obrolan kecil untuk mengusir bosan saat kemacetan.
"Kamu gak nyasar tadi muter muter Mall, Bee?"
"Engga, aku masuk dan keliling tanpa arah, terserah aja mau kemana masuknya" jawab Biru yang lagi lagi polos membuat sang suami begitu gemas padanya.
"Kalau lagi pengen belanja, jangan sendirian. Ajak Ola atau Ara buat nemenin kamu, aku sebenarnya khawatir kamu pergi sendiri" pinta Sam, berharap Biru mau mengerti jika keselamatannya jauh lebih penting dari harta.
"Kalau aja Onty Chaca, gimana?"
Hem, miskin dadakan langsung!!!
*******
Biru yang turun lebih dulu langsung menghampiri putrinya yang sedang mewarnai gambar di halaman belakang bersama Rini, sipengasuh yang sangat bisa di andalkan.
"Mhiu baru pulang? dari mana?" tanya Embun yang langsung bangun dan memeluk Biru, gadis kecil itu sangat sedih saat datang Mhiunya tak ada.
__ADS_1
"Iya, Maaf ya cantik" ucap Biru yang benar-benar merasa bersalah.
Rini yang mendekat pun mulai memberitahu jika semua barang yang datang siang tadi sudah di pindahkan ke kamarnya, ia terpaksa mengajak Embun ke gazebo karna sangat Ratu mulai merengek ingin membuka apa yang bukan miliknya dan itu sangat di larang di keluarga Rahardian.
Jangan cuma pergunakan ilmu karna adab pun sangat perlu.
"Terima kasih ya, Rin. Kamu sudah sangat menjaga Embun" ujar Biru yang perlahan mengangaggap Rini sebagaimana adiknya sendiri.
"Sama-sama, Nyonya."
"Nanti bantu saya untuk memilih beberapa barang ya, ada juga nanti buat kamu"
Rini mengangguk sambil tersenyum, ia begitu merasa aman dan nyaman bekerja di keluarga Rahardian.
Kini mereka bertiga naik kelantai dua, sudah ada Melisa dan Hujan di ruang tengah yang sedikit penasaran tentang istri si tutut yang di bersikap di luar kebiasaannya.
Biru yang menyapa para Nyonya besar Rahardian hanya mendapat senyum kecil, hatinya sungguh berdebar dengan pandangan menunduk.
"Kamu habis belanja, tumben?" tanya Melisa.
"Iya, Amma. Aku beli wajan keluaran baru loh, cantik banget udah gitu gak berat. Ini tuh limited edition banget" ucap Biru yang langsung membuat Wanita baya itu tertawa kecil saking senangnya, ia memang tak lagi sering memasak tapi hobby mendekor dapur dan membeli peralatan memasak masih Melisa lakukan. Pantang baginya melihat dapur tanpa warna.
"Ayo, kita eksekusi sekarang"
__ADS_1
"Moy gak di beliin apa-apa?" tanya Hujan sedikit merengut
"Haha, tenang. Ada dimsum udang, ayam dan daging buat Moy" jawab Biru yang tahu pasti kesukaan ibu mertuanya.
Sam yang datang bersama Rain membuat bayi laki laki itu berjingkrak senang. Pasalnya ia sangat rewel jika meny usu bukan langsung dari Mhiunya sendiri. Biru yang menggendong Rain pun mengekor di belakang Embun dan Hujan juga Melisa masuk kedalam kamarnya.
"Wah, banyak banget, punya Bubuy mana ya?" tanya si gadis cantik ber kuncir dua.
"Rin, tolong bantu Embun cari barangnya" titah Biru.
"Baik nyonya"
Biru yang tahu jika putranya sudah tak sabar ingin menyu su pun langsung meringsek naik keatas ranjang.
.
.
.
Tunggu sini dulu ya, Mhiu mau ganti baju. Bum-Bum sama Gajah sebentar, ok..
__ADS_1