Samudera Biru

Samudera Biru
gaya apa lagi, sayang?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ada uang abang di sayang, gak ada uang gak boleh goyang!"


...Uhuk.. ....


Sam langsung tersedak saat mendengar apa yang di ucapkan istri kecilnya itu.


"Itu bukan slogan, Bee" Protes Samudera.


"Hah? lalu apa dong?" tanya Biru polos.


"ANCAMAN!"


Kini Biru malah Biru yang terbatuk sampai cairan bening sedikit keluar dari ujung matanya.


"Kok ancaman sih? kata Amma kalo kamu berani macem-macem sama aku, aku disuruh tutup semua pintu" adunya lagi yang semakin membuat kepala Sam pusing.


"Gak apa-apa kamu tutup semua pintu, asal gak kamu tutup satu lobang dalam dirimu, Sayang" goda Sam me ***** bibir Biru yang terdapat sedikit saus.


"Wah, apa tuh?" balas Biru, entah dia paham atau tidak yang pasti membuat Sam langsung ingin pulang menerkam nya.


Tapi, itu tak bisa ia lakukan karna Sam sudah berjanji akan membawa istri cantiknya itu jalan-jalan sambil membeli beberapa buah untuk stok jus segar yang wajib di konsumsi Biru atas perintah calon nyonya besar Rahradian, yaitu Sang ibu mertua.


.


.

__ADS_1


.


Sampai di Mall nyatanya mereka malah menikmati makan malam, nonton bioskop, memberong keperluan dapur dan pastinya menambah koleksi SARANG TAHU untuk Biru kenakan hampir setiap malam.


Gaun tipis itu adalah baju dinas wajib untuk melayani lemburan suaminya.


"Gak ada yang tebelan dikit gitu ya" gumam Biru sembari memilih dan mengingat warna apa saja yang belum ia punya.


"Emang kenapa, kok cari yang tebel" bisik Sam, otaknya kini sedang melanglang buana dengan sesekali menge Cup leher Biru dari belakang. Belum di beli saja nyatanya si tampan sudah membayangkan hal yang menyenangkan.


"Kan kalo kamu tarik gak langsung sobek sampe harus berujung di tempat sampah, Bee"


"Gak apa-apa, tar aku cari desainer khusus buat bikinin kamu sarang tahu yang banyak berbagai model" kekeh Sam. Selama bersama Alyssa ia tak pernah se mesum ini meski mantan kekasihnya itu terus menggoda dengan berbagai cara termasuk tampil hanya dengan BRa dan kain tipis saja.


"Wah, keren tuh, Bee. Aku mau...aku mau" jawabnya sambil terkekeh.


Puas berbelanja, keduanya keluar dari toko lingerie dengan membawa pulang tiga puluh tiga sarang tahu yang akan siap di pakai oleh sang istri Direktur Utama Rahardian Group.


Selama perjalanan, Biru berkali-kali menguap menahan kantuk tapi ia tetap berusaha menahan matanya agar tak terpejam ia tak enak hati jika harus mengabaikan sang suami yang harus fokus menyetir sendiri.


"Bee, udah sampe turun yuk" ajak Sam.


"Hem, iya"


Sam meminta beberapa orang untuk membantunya membawa barang mereka yang cukup banyak, karna Sam tentu hanya ingin menggenggam tangan istri kecilnya


.

__ADS_1


.


"Mandi berdua yuk, biar hemat waktu"


Biru hanya menganggguk setuju tanpa melepas gelayutan manjanya dari lengan Sam menuju kamar mandi.


Tak ada penyatuan tubuh yang terjadi di antara keduanya, karena malam ini Sam hanya ingin melakukannya di atas ranjang mereka.


Usai mandi dan merapihkan diri, Sam meminta Biru untuk duduk di depannya karna ia akan menyisir rambut panjang Biru yang tergerai sampai ke pinggang.


"Bee... "


"Hem" sahut Biru, ia sedang menikmati sentuhan lembut suaminya apalagi saat Sam sesekali mencium pundak dan juga lehernya.


"Udah jajan, udah makan dan belanja apalagi udah beli banyak gaun halal, terus malam ini kamu mau pake gaya apa lagi, Sayang?" tanya Sam dengan memainkan hidungnya di telinga Biri sampai gadis itu bergedik geli.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lele Ngesot.



__ADS_2