
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mhiu nya ambil ya" goda Sam usai makan malam.
Ia yang masuk kembali ke kamar langsung bermain dengan Rain. Bayi laki laki itu nampak tak mau kalah saing dari phiunya yang terus menggoda.
Yuyuyu...
"Mhiu, ini Mhiu siapa? Bum-Bum apa Phiu?"
Rain yang marangkak naik dan meringsek menjerit kesal saat Sam lebih dulu meletakkan kepalanya diatas paha Biru.
Bububum..
Ocehan sedih, kesal dan manja Rain terlihat sangat menggemaskan siapapun yang melihatnya tapi sayang, di rumah utama hanya ada mereka bertiga karna Embun ikut dengan Air dan Hujan keluar kota sedangkan Reza beserta istrinya sudah dua hari menginap di rumah Bumi.
"Punya Bum-Bum katanya, Bee" ucap Biru yang langsung memeluk Rain.
"Bum-Bum jelek ya, yang ganteng tuh Phiu doang Oey" kekeh Sam yang mulai iseng menyingkap dress sang ustri yang kemudian ia ciumi dengan lembut.
"Mulai deh, diam diam merayap"
"Hahaha, aku bikin enak ya, Bee. Mau gak?" kini bukan lagi Rain yang di goda melainkan Biru yang jadi sasaran empuknya.
Bibir merah muda Sam mulia menciumi setiap inci paha Biru tapi aksinya berhenti saat Rain terus memukuli kepala dan menarik rambutnya.
Plak... plak... plak..
Tangan mungil sang pewaris Rahardian itu terus saja mengenai Phiunya yang baru saja ingin menuntut lebih.
__ADS_1
"Sakit dong, Bum"
Rain hanya tersenyum kecil melihat Sam yang merengut kesal, anak dan ayah itu jarang sekali akur jika menyangkut Biru. Rain yang masih hitungan bulan nyatanya begitu posesif pada Mhiu nya terbukti dengan tak inginnya ia berbagi dengan kakak atau Phiunya sendiri.
.
.
.
Malam yang semakin larut, entah kenapa tak membawa Rain terbuai mimpi. Bagi menggemaskan itu tetap saja bermain dan berebut tempat dengan Sam sampai Biru kesal dan mengancam akan tidur di kamar Embun jika suaminya tak mau mengalah.
"Akunya kangen, Bee" ucap Sam memberi alasan, ia yang memang pulang saat jam makan malam otomatis sudah rugi dua jam.
"Ya tapi diem dulu, Bum-Bum biar tidur. Akunya udah ngantuk" oceh Biru.
"Jangan tidur, Bee. Tututnya mau main" pinta ayah dari dua anak itu dengan wajah dan sorot mata memohon.
"Kalau mau main, diem! ini anak biar tidur"
"Tapinya gak tidur-tidur, akunya pegel udah besaaaaaaaaal" jawab Sam menahan kesal.
"Makanya, ini punya otak tingkat mesumnya tolong di kurangin sedikit. Aku gak ngapain ngapain aja besal terus! aku cingcang jadi kecil, mau?"
Biru terus saja mengoceh sambil bangun dari duduknya, ia melangkah menuju tempat tidur untuk menyus ui Rain agar lebih nyaman, Biru membuang napas kasar saat ia melirik jam sudah lewat dari jam sepuluh malam.
"Bobo ya ganteng, Phiunya lagi rewel banget minta di geplak Tututnya" ucap Biru yang sudah dengan posisi ternyamannya.
Sam yang di tinggal di sofa hanya bisa menunggu sambil memainkan ponsel untuk mengusir bosan.
"Bee, udah belum?" tanya Sam dengan suara pelan.
__ADS_1
"Hem."
Sam langsung tersenyum senang, ia hampir istrinya di ranjang dengan langkah sangat pelan.
"Udah tidur belum sih?" tanyanya lagi memastikan.
"Gak tau, udah guling guling jauh tuh" sahut Biru melirik putranya yang sudah tidur dengan posisi tengkurap.
"Asik, Kita main ya Tut" kekeh Sam sambil membuka celana dan mengeluas si Tutut.
"Gak usah ngerayap, cepetan!" titah Biru yang sudah sangat mengantuk.
"Siap, Sayang. Sawahnya masih kering, tapi"
Sam mencoba meran gsang sebentar milik istrinya dengan jari dan ujung kepala si Tutut sampai akhirnya.. Bleessss.
.
.
.
.
Yuyu Bububummm
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cabut lagi Tut 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1