
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Samudera yang pulang dua jam lebih awal memnuat Biru yang sedang menyus ui Rain sampai mengernyit kan dahinya.
Mata lentiknya sama sekali tak lepas menatap sang suami yang kini sedang berjalan ke arahnya.
"Ada apa, Bee?" tanya Biru.
"Gak ada apa-apa, aku cuma mau jemput kamu" jawab Sam sambil duduk di sisi istri cantiknya.
"Jemput? mau kemana"
"Aku ada jamuan makan malam, aku mau ajak kamu karna rekan bisnis ku pun datang bersama istrinya" jelas Sam yang langsung membuat Biru menunduk kan kepalanya.
"Kenapa?"
"Apa aku harus ikut? aku malu, Bee"
Biru berbicara sampai menggigit bibir bawahnya, untuk keluar dari mobil saat menjemput Embun saja ia enggan, apalagi ini harus makan malam bersama dengan rekan bisnis suaminya.
__ADS_1
"Malu kenapa sih? jangan pernah tundukkan kepalamu di depan orang lain. Kamu milikku dan kamu sejajar denganku"
"Aku tahu, tapi akan banyak pertanyaan yang pasti mereka lontarkan padaku dan itu akan membuatmu malu memiliki istri sepertiku" balas Biru yang entah sudah mengatakan hal ini berapa kali pada Sam.
"Aku tak pernah malu memilih dan menjadikan mu istriku. Kamu yang terbaik karna kamu ibu yang hebat bagi anak-anak kita, Bee. Aku aku tak ingin ada perdebatan lagi. Aku atau kamu yang siapa siap lebih dulu?" tanya Sam.
"Kamu, biar aku mengalihkan perhatian Rain sebentar"
Sam yang mengangguk, langsung bangun dari duduknya sambil membuka jas lalu kemudian kancing kemejanya. Tubuh tinggi putihnya kini sudah berada di bawah guyuran air shower untuk membersihkan diri.
.
.
Waktu yang di janjikan pun tiba, Pasangan Samudera dan Biru kini sudah hampir sampai di lobby Restaurant yang di tuju. Tak ada perjanjian kerja sama, hanya makan malam biasa karna sudah cukup lama tak bertemu.
"Bee, nanti jangan lama-lama ya" pinta Biru, semakin ia di tenangkan hatinya semakin kacau.
"Iya, Sayang. Habis makan malam kita pulang, aku akan jadikan anak anak alasan nantinya" jawab Sam yang sangat mengerti.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih ya, Bee"
Mobil berhenti tepat di depan pintu utama Resto, keduanya di sambut dan di antar ke meja yang sudah di pesan lebih dulu. Senyum Sam mengembang saat kedua netranya melihat Tuan Rich sudah duduk bersama istrinya, Nyonya Retha.
"Selamat malam, Tuan Samudera" sapa Tuan Rich sambil bangun dari duduk, begitu pula dengan wanita di sebelahnya.
"Selamat malam juga, Tuan Rich senang bisa bertemu lagi dengan anda"
Keempatnya saling berjabat tangan dan menyapa satu sama lain. Perbincangan hangat pun terjadi Sambil menunggu makanan yang di pesan datang.
"Kurang lebih empat tahun lalu ya kita bertemu, kalau tak salah saat istri Anda melahirkan anak yang pertama dan sekarang bukankah Anda sudah memiliki dua anak?" ucap Tuan Rich dengan harapan tebakannya itu benar.
"Benar, Tuan. Istri saya sudah melahirkan dua anak penerus Rahardian. Tak hanya cantik dan tampan tapi istri saya ini juga sudah mendidik mereka menjadi anak anak yang baik, jujur dan sopan. Terima kasih ya, Bee" balas Sam dengan menggenggam tangan Biru, matanya tak lepas menatap wajah manis sang istri dengan harum tubuhnya yang selalu menjadi candu.
"Sama-sama, Sayang" jawab Biru terharu, Sang suami memang selalu membanggakan dirinya di depan orang banyak tanpa terkecuali.
"Sangat wajar jika Nona Biru seperti itu, bukankah Nona Biru hanya Ibu Rumah Tangga biasa" timpal Nyona Retha.
*Ib**u rumah tangga adalah karier termahal yang tidak dapat di bayar oleh manusia sekalipun, Sebab ia sudah berani menginvestasikan seluruh potensi terbaik miliknya untuk melayani suami dan mengurus anak anak dengan SURGA sebagai bayarannya*!
__ADS_1