
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Nih apa?
"Ini mentimun" jawab Reza saat Rain ia bawa ke dapur bersih bersama istrinya. Bocah itu duduk di atas meja makan dengan berbagai sayur dan buah.
Mumun mumun yaaaaa...
"Mentimun! bukan Mumun, kok Appa jadi inget pocong ya, hahaha" sahut Reza lagi yang akhirnya tertawa.
Ocong ucat ucat yaaaa
"Iya, kaya Lontong, di iket iket"
Towooong.
"Lontong! bisa gak, jangan kaya papAy. Udah Aki aki tetep gak bisa ngomong, ngomong tuh jangan di bolak balik, Bum" kata Reza lagi yang semakin gemas pada cicit laki-lakinya.
Nih apa?
"Ini Wortel"
Utel utel mam Cinci Ta Buy yaaaa.
"Nah, iya. Pinter ya, ini wortel buat makan kelinci, Bum mau?"
Nda, ninih Bum ya, utan Cinci Ta Buuuuy.
"Bum juga makan wortel dong, gak apa-apa. Bukan kelinci aja yang makan wortel" timpal Melisa yang duduk di sisi suaminya.
Cinci uping uwa uwa ya...
"Iya, semua kuping juga ada dua" jawab Reza sambil terkekeh.
uping Bum uwa uwa, Uping jajah uwa uwa yaa...
__ADS_1
"Iya, nih kuping gajah emang dua tapi kalo di omong gak pernah denger" sahut Melisa sambil menarik telinga kanan Reza, sontak pria itu pun langsung meringis kesakitan.
"Aw, sakit Ra! kapan sih aku gak denger?" protes sang gajah.
Uping jajah buwet buwet yaaaa.
"Iya, kuping kelinci itu panjang"
Uping miong?
"Si ireng kupingnya bentuk apa, Ra?" tanya Reza.
"Hem, apa ya? bulet juga kali kaya kuping kamu" sahut Melisa yang kembali menarik telinga suaminya itu.
"Enggak ah, mana ada kuping kucing bulet, panjang atau lonjong?" tanya Reza lagi semakin bingung.
"Lebar kayanya"
Pasangan itu terus saja berdebat saat Rain bertanya sesuatu. Tak ada siapa-siapa di rumah utama membuat mereka fokus hanya pada Rain hari ini.
"Bobo yuk, Bum"
"Ma Appa lah, kan Mhiu sama Phiu belum pulang dari sekolah kak Buy" sahut Reza, anak itu terpaksa di tinggal kan karna sedang BAPIL.
Nda, ain ain miong ya..
"Jangan ah, nanti Ireng ikutan batuk"
Miong auh yaaaa
" Iya, tar Irengnya ikutan sakit"
Utel yuuuuk, num mbat iyuk yaaaa....
Reza menciumi gemas Rain yang semakin pintar berceloteh, tak ada yang membuat ia bahagia kecuali saat bersama para anak cucu dan cicit kesayangan. Ia akan memanfaatkan sisa waktunya untuk melukis kenangan dalam hati para keturunannya.
__ADS_1
"Mas minum jusnya dulu" tawar Melisa menyodorkan segelas jus buah untuk Reza, ia tetap mengurus suaminya meski tak lagi sepenuhnya.
Bum, mahuuu
"Nih, Bum pisang ya"
Enjus, mahu.
"Oh, Bum mau jus juga?"
Iyaah
"Pisang?" tanya Melisa.
Bocah menggemaskan itu malah menggelengkan kepalanya. Ia sepertinya bingung sendiri, raut wajahnya yang tampan dan lucu tentu sudah membuat Appa dan Ammanya tersenyum simpul.
"Mikirnya kelamaan ya, Ra? bisa ketinggalan kereta ini sih" kekeh Reza saat Rain belum juga mengatakan apa maunya.
"Bum, mau buah apa? pisang, apel, jeruk strawberry, melon, pir, apalagi ya, Amma juga lupa" sebut Melisa satu satu persatu agar Rain bisa memilih.
Apa ya... susyu Miong, buweh?
"Hahaha, boleh kok, Amma buatkan dulu ya"
Iyaaah.
"Bilang apa dulu sama Amma?" titah Reza pada Rain, yang mulai di biasakan dari kecil.
.
.
.
.
__ADS_1
Maacih, Atiiiiik...