
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Melisa yang baru turun dari lantai dua tertegun saat melihat dua anak laki-laki nya yang lain sedang duduk di meja makan. Ia menautkan kedua alisnya dan mengedarkan pandangan seperti sedang mencari sesuatu.
"Kahyangan sama Adek mana?" tanya sang Nyonya besar Rahardian pada si tengah dan menantunya.
"Gak di ajak, kesini sendiri numpang sarapan doang ya kak" jawab Langit sambil menyenggol Bumi.
"Hem, Iya"
"Tumben, emang adek gak ngamuk di tinggal Abang?" tanya Melisa lagi tak percaya, karna Cahaya dan Langit tak terpisah dari bayi.
"Enggak, Buna. Abang bilang ada rapat dadakan di rumah utama"
Melisa hanya mengangguk paham meski ia tak tahu pasti rapat apa yang di maksud Langit.
Air yang tak henti merajuk akhirnya mendapat cubitan panas dari Hujan, Dokter bedah itu sudah sangat jengkel karna suaminya terus merengek memintanya libur untuk kerumah sakit, entah apa rencana sang Presiden Direktur Rahardian Group itu sampai harus mengosongkan jadwalnya hari ini demi mengajak istri tercintanya Quality Time.
"Loh, ini kamu buat apa de'?" Melisa nampak bingung saat melihat cucunya membawa nampan dan piring kosong.
"Buat sarapan Biru di kamar, Amma" jawab Sama sambil mengambil beberapa roti dan segelas susu.
"Kok sarapan di kamar, kenapa?" Melisa terus saja bertanya karna ia satu-satu orang yang tak tahu tentang drama iyup iyup cucunya semalam, bahkan Hujan saja sudah di ceritakan oleh Air, maka itu si bayi Buaya Cengeng tak ingin kalah dari Beruangnya.
"Gak apa-apa, Amma tenang aja ya" sahut Sam lagi, ia mencium pipi Melisa agar wanita baya itu tak khawatir, dan lalu bergegas ke kamarnya.
Melisa yang nampak bingung langsung di rengkuh oleh sang suami seraya di cium pucuk kepalanya juga. Ia tahu apa yang sedang di pikirkan wanita terindahnya itu.
__ADS_1
Biru lagi jadi pinguin dulu hari ini, Ra...
********
Ceklek..
Sam membuka pintu kamarnya dengan sedikit keras karna lumayan sulit karna ada nampan di tangannya.
Biru yang menoleh masih saja terlihat lemas dengan sisa kebasahan di wajah cantiknya.
"Masih sakit?" tanya Sam sambil duduk di tepi ranjang dengan nampan di atas pahanya.
"Enggak, cuma perih pas pipis" adunya begitu manja.
"Kasian, tar aku obatin lagi ya cantik, sekarang sarapan dulu" titah Sam sambil menyodorkan potongan roti ke depan mulut istrinya.
Keduanya sarapan pagi dengan cukup lahap sampai habis, tenaga yang semalam terkuras kini terisi lagi sampai penuh.
Gelak tawa terdengar begitu renyah ketika ada yang menggelitik keduanya saat menyaksikan banyak acara di layar LED besar yang menggantung, tapi entah apa yang membuat Sam akhirnya ingin lagi mengulang aksinya yang semalam. Ia mencium pipi Biru kemudian membisikkan sesuatu di telinga istrinya.
"Udah gak sakit, kan? nambah boleh ya, Bee" pintanya dengan tangan mulai mengelus paha Biru.
"Mau lagi? kaya semalam gitu"
"Iya, di sofa ya, biar seru" ajaknya mulai menyesap leher istrinya.
Biru tak menjawab karna iya atau tidak rasanya ia akan tetap di terkam oleh Sam saat ini juga.
__ADS_1
Dirasa istrinya tak mengelak, Ia pun segera beraksi dengan menarik ujung kaos yang dikenakan Biru hingga hanya tersisa BRa nya saja yang berwarna merah.
"Bee, TUTUTnya belum bangun banget, Iyup ya" pinta Sam dengan sedikit memohon. Biru mengusap tengkuknya sendiri sambil berpikir kapan celana suaminya itu terlepas padahal sedari tadi kedua tangan Sam begitu aktif mera bAnya.
"Iyup?" tanya Biru memastikan keinginan Sam yang di jawab anggukan kepala.
.
.
.
.
.
.
Huft..
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Yeee.... dikira lilin uwang Aun kali ah 🤣🤣🤣🤣🤣
Duh Bee. gue getok pala lo biar pinteran dikit.
Eh.. tapi si tutut yang salah juga sih mintanya.
__ADS_1
Au ah... lier ma mereka tuh..
makasih banyak ya yang udah like komen dari pagi sampe malem begini... sayang banyak banyak.. 🥰🥰