
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Kamu gak pake baju, Bee" ucap Biru yang langsung membuat Sam melihat dirinya sendiri.
"Ya ampun!" pekiknya sambil menutupi bagian dada dengan tangannya sendiri, bukan mencari apapun yang bisa menutupi bagian polos atasnya Pria tampan itu malah naik dan meringsek juga usel usel pada sang istri sembari merengek manja.
"Kamu kenapa?, pakai selimut aku nih kalau dingin" ucap Biru yang merasa gemas pada suaminya.
"Bee..."
"Iya, kenapa sih?" Biru sampai tak sempat merasakan sakitnya karna terlalu fokus pada Sam.
"Maaf" lirihnya sedih dan ada rasa bersalah jika melihat dari sorot matanya yang teduh dan berkaca-kaca.
"Maaf untuk apa?"
"Maaf, karna semua orang melihat tubuhku yang seharusnya cukup kamu yang tahu, Bee" ucapnya yang menenggelamkan kepala di bagian dada Biru.
Sam memang tak pernah berani memperlihatkan tubuh tingginya pada siapapun, apalagi setelah menikah dan punya anak tubuhnya kian berisi dan gagah, siapapun pasti akan penasaran dengan yang tersembunyi di balik kaos atau kemejanya. Tapi ia hanya ingin sang istri saja yang tahu dan menikmati semua itu, jangankan bagian dada untuk keluar memakai celana pendek pun bisa dihitung jari banyaknya selama ia remaja dan dewasa.
Tapi, karna rasa panik yang luar biasa nyatanya hari ini ia melanggar janjinya sendiri.
"Gak apa-apa, hari ini aku cukup maklum karna memang sedang buru-buru" jawab Biru menenangkan kesayangannya yang masih saja merasa bersalah pada dirinya sendiri.
"Tapi, Bee. Orang lain liat, aku gak suka"
Biru mengusap kepala suaminya dengan pelan dan selama ia merasakan itu entah kenapa rasa sakit di perutnya tak ia rasakan sama sekali padahal sebelumnya begitu nikmat luar biasa.
Cek lek
__ADS_1
Suara pintu terbuka dengan sedikit kasar membuat keduanya menoleh.
"Ya ampun de' kamu lagi ngapain? Istri lagi mules masih sempet sempetnya mau main basah basahan?" omel Air yang langsung mendekat kearah ranjang lalu menjewer telinga putra satu satunya itu yang sedang berbaring di atas ranjang pasien dengan istrinya.
Siapapun memang pasti akan curiga dengan apa yang di lakukan suami istri itu, ditambah dengan keadaan Sam yang memang tak memakai baju dan masih menenggelamkan kepalanya di bagian dada Biru.
"Dede gak ngapa-ngapain, pAy" jawabnya sambil memegang telinganya yang di tarik oleh pria yang sedang harap harap cemas menunggu kelahiran cucu keduanya itu.
"Terus ini apa gak pake baju!"
"Dede emang gak pake baju, iya kan, Moy? Moy pasti liat dede kesini telanjang dada kenapa diem aja?" tanya Sam dengan nada protes.
Hujan yang di tanya pun mulai kebingungan sendiri pasalnya dia lupa dan tak sadar karna putranya menjawab sambil terus berjalan.
"Iya, kah? Moy gak perhatiin tadi, tapi masa iya kamu gak pake baju sih de?" jawab Hujan masih sedikit ragu.
"Ya ampun, Moy! ini buktinya dede polos begini" belanya pada diri sendiri, Sam benar-benar jengkel karna lagi dan lagi harus berdebat dengan miMoy nya saat anaknya ingin lahir.
"Dede sleding nih ya, ngeselin banget!" balas Sam yang mulai kesal.
"Berani?" tantang sang presiden direktur Rahardia Group.
"Ayo....!"
"Bee... " panggil Biru, wanita itu begitu pusing melihat perdebatan suami dan mertuanya.
"Iya, sayang. Kenapa?" tanya Sam yang kembali mendekat.
"Aku laper, aku mau makan sesuatu" pinta Biru sedikit meringis karna menahan sakit dan lapar.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa? biar aku beli di kantin Rumah sakit."
"Aku mau donat kacang merah, Bee"
"Hah? emang ada" ucapnya bingung karna baru mendengarnya.
"Gak tau, cari sana. Cepetan!" titah Biru sambil mengusap perutnya yang besar melebihi buah semangka.
"Tapi aku... " Sam yang melihat dirinya sendiri lalu melirik kearah papAynya dan berjalan kearah pria yang berdiri dengan tangan melipat di dada.
"Apa?" tanya Air yang mulai tak enak hati.
"Hem, Dede pinjem bajunya, Boleh?" pintanya manja sambil menarik ujung kaos putih yang di kenalan Air.
"Ish, anakmu, Jan Hujan deres!" keluhnya sambil melirik kearah sang istri.
"Cepetan, ih"
"Gak!" tolak Air.
"PapAy mau, cucunya ileran, Hah?" ancam Sam berdecak pinggang.
"Enggak lah, enak aja kamu!"
"Ya udah, nih pake" Sahut Air sambil membuka bajunya lalu di berikan pada sang putra yang langsung tersenyum senang.
.
.
__ADS_1
Makacih buaya cengeng