Samudera Biru

Samudera Biru
Ngidam?


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sam yang jalan berdua dengan Alysaa menuju restoran nyatanya malah menepi ke samping resto saat menerima pesan dari Biru.


Bee🐝.


[ Aku mau pisang bakar keju, bisa tolong belikan? ]


Sam


[ Tentu, akan ku bawakan nanti saat urusan ku selesai, tunggu ya jangan tidur dulu ]


Bee🐝


[ Janji? kalau tak bisa tak apa, aku bisa makan mie instan nanti ]


Sam.


[ Bisa, akan ku bawakan dengan pohon pisangnya kalau kamu mau. Nanti kita bakar sendiri di apartemen, gimana? ]


Bee🐝


[ πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„, Aku sedang lapar, jangan sampai kamu yang aku makan!! ]


Sam terkekeh saat membaca balasan pesan dari Biru, ia sedang membayangkan raut wajah kesal dan imut istrinya itu kini, Biru pasti sedang mengumpat kesal padanya.


"Sayang!" panggilan Alyssa sontak membuat Sam langsung menoleh dan memasukkan lagi ponselnya kesaku celana.


"Ngapain?"


"Balas pesan dari seseorang, Al. Yuk masuk"


Sam dengan cepat merangkul bahu kekasihnya agar tak lagi banyak bertanya padanya. Alyssa belum saatnya tahu dengan apa yang terjadi. Ada waktunya dua gadis tak bersalah itu tau ketika Sam bisa memantapkan kemana hatinya belabuh dengan sesungguhnya nanti.

__ADS_1


.


.


Selepas dari Resto, keduanya langsung meluncur ke rumah Nara, Nara adalah sepupu Alysaa yang kini sedang merayakan acara ulang tahun ke dua puluh. Acara yang memang sederhana karna hanya ada keluarga yang datang.


"Sebenarnya aku malas bertemu dengan mereka" kata Alyssa sebelum turun dari mobil mewah Sam.


"Kenapa?"


"Aku bingung jika mereka bertanya kapan kita menikah"


Sam meraih tangan halus kekasihnya itu untuk ia cium dengan lembut karna apa yang di rasakan Alyssa tentu juga dirasakan olehnya, dimana ia pun sering di tanya seperti itu oleh keluarganya, terutama Hujan yang sering merayu putra semata wayangnya itu untuk cepat menikah.


"Ada yang ingin ku selesaikan lebih dulu, bersabar lah"


Sam dan Alyssa bergegas masuk ke dalam rumah Nara, keduanya langsung menyapa dan memberikan kado yang mereka beli tadi di Mall, kemudian berlanjut ke ruang tengah karna disana seluruh keluarga Bramasta berkumpul.


Pertanyaan yang sama langsung pasangan kekasih itu dapatkan, dan hanya seulas senyum yang keduanya beri sebagai jawaban.


"Langsung pulang kemana?" tanya Alysaa.


"Rumah utama, aku ingin minta sesuatu pada Amma"


Alyssa mengangguk paham, tak lupa ia juga berhambur memeluk Sam. Di dada pria tampan itu ia tenggelamkan wajahnya yang muram karna seperti ada yang mengganjal dalam hati.


****


Melisa yang tahu jika cucu kesayangannya itu akan datang tentu sudah menunggu di ruang tengah bersama suaminya yang padahal sudah merengek ingin cepat ke kamar mereka.


"Appa, dede pulang oey" kekeh Sam saat masuk kedalam rumah utama Rahardian yang tempati turun menurun.


"Sayangnya Amma"

__ADS_1


"Tutut jajah Oey" balas Reza saat sang cucu memeluknya.


"Malem banget sih kesininya, miMoy sama papAy udah jalan satu jam lalu ke luar kota" kata Melisa saat Sam duduk diantara Amma dan Appanya.


"Gak apa-apa, ketemu juga nanya kapan nikah mulu"


"Padahal udah ya" bisik Reza pelan yang langsung membuat Tututnya membulatkan mata sempurna, ia melirik ke arah Melisa dan berharap wanita baya itu tak mendengar apa yang ucapkan Reza.


"Jadi bikin pisang bakarnya?"


"Jadi dong, Amma" jawab Sam antusias.


"Tumben, pengen pisang bakar? pisang papAy aja noh bakar" kekeh Reza menggoda.


"Bukan buat aku, tapi buat Biru" sahut Sam dengan cara berbisik di telinga Gajahnya.


.


.


.


.


.


Biru, apa dia NGIDAM??


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Belom di iyup iyup gimana mau ngidam, dasar aki aki 🀣🀣🀣


untung gue C I N T A πŸ™„πŸ™„meski bertepok jidat πŸ˜”πŸ˜”

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2