Samudera Biru

Samudera Biru
Modus.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Seluruh keluarga Rahardian akan sibuk masing-masing hari ini karna sore nanti akan di adakan nya santunan di dua panti asuhan milik mereka. Rutinitas yang biasa di lakukan dari masih adanya Tuan besar Wisnu dan Nyonya Riana sampai kini turun ke Reza dan Melisa. Tak ada yang berubah dari keluarga Rahardian malah mereka semakin melebarkan sayap kebaikan di setiap penjuru kota.


Sudah ada beberapa Truk yang terparkir di depan halaman bangunan paling mewah di daerah berdiri nya rumah utama. Tak hanya sandang dan pangan tapi semua barang milik mereka yang tak lagi terpakai pun akan di bagi-bagi kan semua.


"Yang ini Bubuy masih mahu, jangan kasih kasih dulu" cegahnya saat rok dengan renda merah mulai masuk kedalam dus kotak.


"Ya udah Nonton Bul-Bul yang pisahin, Mbak yang masukin ya" ucap Si pangasuh bernama Rini yang bertugas membantu sang Ratu memilih barang mana yang ingin ia berikan dan ia pertahankan.


"Yang ini masih badus nda? kata Mhiu kasihnya yang masih badus badus, yang jilek jangan"


"Bagus, kalo Nona masih suka gak apa-apa jangan di masukin dus dulu. Kita cari yang lain ya" balas Rini, gadis belia delapan belas tahun itu memang cukup sabar menjadi pengasuh Embun karna ia tak hanya mengasuh tapi juga menjadi pendengar yang baik saat Nona mudanya itu berceloteh.


"Ok, ini aja deh, udah banak banak ini."


Rini tersenyum simpul, ia membereskan lagi semua barang barang Embun yang akan disumbangkan sore nanti. Keduanya keluar sambil bergandengan tangan menuju ruang tamu dimana hampir semua keluarga berkumpul.


"Udah semua, Rin?" tanya Hujan.

__ADS_1


"Udah, Nyonya. Semua pilihan Nona muda Embun" jawab Rini masih melirik dan tersenyum kearah Bul-Bul.


Gadis cantik berusia Empat tahunan itu begitu senang jika ada acara santunan karena para orangtuanya memberi ia kebebasan untuk berbagi tanpa ada paksaaan atau aturan harus yang ini dan itu.


"Terimakasih ya sayang, semoga yang sudah kamu rela kan untuk di beri pada teman-temanmu akan di ganti pahala yang luar biasa oleh Tuhan asal kuncinya harus...?" tanya Hujan sengaja menggantung ucapannya.


"Ikhlas" jawab Embun sambil tersenyum.


"Ntal di ganti juga kan sama Phiu?" sambungnya sambim bertanya yang membuat Hujan tertawa.


"Iya, sayang. Nanti minta sama Phiu, PapAy juga Appa ya" sahut Hujan yang begitu gemas dengan cucu perempuannya itu.


"Cakeeeep!" timpal Cahaya, Nyonya besar Biantara itu tak bisa mendengar kata belanja pasti saja langsung menimpali.


"Besok ya"


"Ok, cantik! Rampok Appanya lagi sana" titah Cahaya sambil terkekeh, Hujan yang mendengar itu pun langsung mencubit pelan adik iparnya.


"Hahaha, sambil menyelam minum air, Kak" ucap Cahaya membela diri.

__ADS_1


Embun yang mengangguk malah langsung berlari mencari Tuan besar Rahardian, sudah bisa ditebak gadis kecil itu pasti akan meminta sesuatu pada Appanya yang kini sedang mengobrol dengan Langit di halaman belakang.


"Appa..... " Teriak Sang Ratu hingga dua pria yang duduk berhadapan itu menoleh.


"Ada apa, Bul" sahut Reza yang siap menerima pelukan cicitnya.


"Bubuy cantik nda?" tanyanya menggemaskan.


"Cantik dong, kan kesayangannya Appa" kata Reza yang kini sudah memangku Embun diatas pahanya.


.


.


Bial cantik, halus shoping. Bubuy minta kaltu ajaibnya, boleh?



Modus ajaran sesat Cahaya 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2