
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Miong apa? ayu ain ain
Rain ikut duduk di samping kucing milik Ola yang berbulu warna orange setelah lelah mengejar dan mengganggu hewan bermata biru tersebut.
Miong apek.. nyeh yuk..
Bocah menggemaskan itu menoleh kearah Biru yang masih duduk di tepi ranjang bersama Khayangan. Dua wanita itu tersenyum lebar terutama Biru yang sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan sang putra yang kini sedang berjalan kearahnya
Bum Apek... nyeh ya..
Biru menggelengkan kepala, ia memberikan botol kecil berisi jus buah pengganti susu formula yang masih belum bisa di terima oleh Rain.
"Malu sama Miong, Bum-Bum minum jus aja ya, Nye nyeh nya nanti dirumah, Ok" kata Biru masih mencoba merayu..
Haus...
Biru kembali tersenyum, pusing rasanya harus menggunakan akal yang mana lagi untuk sang putra mau mengurangi aktifitas menyu sunya yang kadang hanya di mainkan saja, Rain yang sebenarnya sudah bisa makan apapun tentu ASI bukan lagi makanan pokok untuknya.
"Habiskan ini dulu, minum jusnya di temenin miong sana" rayunya lagi sambil terus menyodorkan si botol kaca berukuran kecil yang bagi sang kakak itu hanya sekali tenggak saja.
Rain akhirnya mengangguk, ia menerima pemberian mhiunya dengan pasrah, tubuh mungilnya kini berjalan menuju si kucing yang masih duduk menghadap tembok, entah masalah apa yang di hadapai hewan berbulu itu sampai terlihat sangat mengsedih.
__ADS_1
Miong au nda.. njujus.. anis loooooh.
Rain terus menawari si kucng orange jus buah miliknya, tapi kebaikannya itu malah tak di respon sama sekali.
Tingkah lucu Rain benar benar membuat siapapaun akan tertawa jika melihatnya.
"Onty ada saran gak buat aku, aku mau lepas ASI" tanya Biru pada Khayangan,.,
"Apa ya, Ala dan Ola juga dulu berhenti sendiri saat umur mereka delapan belas bulan, kamu jangan khawatir karna Rain juga belum genap dua taun kan?"
"Belum sih, cuma rasanya aku pengen tidur terlentang, punggungku kadang sakit. Rain kadang benar benar menyu su sampai satu malam tanpa mau di lepas, onty" Adunya lagi, meski sudah memiliki dua anak tapi Rain lah yang paling sulit jauh dari nya terlebih dari wadah gizi alaminya itu.
"Nanti juga ada saatnya, kamu yang sabar aja"
Obrolan ringan dan luapan keluh kesah terus terjadi diantara para pawang Rahardian hingga Cahaya pun datang dan ikut bergabung.
"Yuk, pulang" ajak si Samudera.
"Iya, Tapi Rain masih tidur" sahut Biru sambil melirik putranya yang terlelap di ranjang Khayangan.
"Gak apa-apa, nanti aku yang gendong. Kasihan Appa sama Amma nanti makan malam gak ada siapa siapa" kata Sam lagi yang begitu khawatir dengan pasangan baya di rumah utama.
"Kakak Ay belum pulang bawa Bul Bul main?" tanya Cahaya.
__ADS_1
"Belum, kayanya pulang malem deh." jawab Sam setelah satu jam lalu mendapat telepon dari sang putri.
"Bukannya akhir bulan ini mereka mau ke negara Y, Moy kalian cerita sama onty kayanya dua hari lalu"
"Iya, mau honeymoon. Tapi untung gak jadi jadi" cetus Sam yang sebenarnya iri pada orangtuanya yang bisa berpetualang ke berbagai negara.
"Lah, emang kenapa? bagus kalau jadi biar kamu punya adek bayi" goda Cahaya sambil tertawa. Sejak dahulu memang pantang untuk keduanya bertemu karna pasti akan ada perdebatan di antara cucuu bungsu dan cicit pertama Rahardian itu.
"Gada dari sananya ya tutut dapet adek, oey" bela Sam sambil mencibir.
.
.
.
"Eh jangan salah, tutut kan kakaknya nah nanti dedenya itu jadi TI......"
Jangan di godain mulu 😌😌
Kesel aja ganteng, gimana senyum..
__ADS_1
Melenyot hati neng Bang Tut 🤭
Cium gajah dikit, boleh meren Ah!