
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Drama duduk di pelaminan berakhir dengan pulangnya si Bumil setelah mendapat beberapa kue dan makanan lainnya dari Ira beserta keluarganya.
Biru begitu senang saat berjalan menuju mobil setelah berpamitan. Ia yang menggandeng tangan mungil Embun harus berkali-kali menoleh kearah suaminya yang tampak kesulitan dengan barang bawaan di tangannya, terlebih ada satu tandan pisang lagi yang diinginkan istri sang Direktur Utama untuk di bawa pulang.
Braaak..
Pintu mobil Sam tutup dengan sedikit keras saat ia ikut masuk kedalamnya. Pria tampan itu tak memberi ekspresi apapun pada istrinya yang mengukir senyum semanis buah strawberry
Untung cakep, untung cinta, dan untung lagi hamil anak gue! coba kalo enggak! udah gue pulangin lagi nih ke si Wildan. Tiap hamil bikin pusing untung goyangnya enak...
Sam yang bergumam sendiri dalam hati akhirnya menyunggingkan senyum. Bagaimana kini hidupnya banyak berubah penuh warna selama lima tahun ini sejak terpaksa menikahi Biru di rumah sakit.
Keduanya memang jarang sekali bertengkar hebat hanya ada perdebatan kecil yang masih wajar sebagai pelengkap rumah tangga mereka. Biru yang polos dan kadang masih kekanakan di awal pernikahan mengharuskan Sam jauh lebih sabar dan menjaganya. Tapi seiringnya waktu Biru bisa mengimbangi sifatnya dalam berbagai keadaan. Ia akan tetep bermanja dalam pelukan sang suami jika sedang berdua, Ia juga akan menjadi ibu yang penyayang dan tegas di hadapan sang putri dan yang lebih mengagumkan ia juga selalu bisa diandalkan di depan keluarga besar Rahardian termasuk dalam urusan dapur.
Tak ada hambatan apa pun saat perjalanan pulang kerumah utama karna Biru maupun Embun nyatanya terlelap di kursi mereka masing-masing. Hingga mobil masuk kedalam garasi pun ibu dan anak itu belum juga mengerjapkan matanya.
"Bee, bangun yuk. Udah sampe loh, Sayang" ucap Sam pelan sambil mengusap pipi lembut istrinya.
Ia akan lebih dulu membangun Biru di banding Embun, karna yanh pasti ia akan menggendong sang putri masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Sampe mana?" tanya Biru yang sepertinya belum sadar.
"Sampe kamar pengantin, kan tadi abis dari pelaminan." jawab Samudera yang harus menahan tawa karna melihat ekspresi istrinya yang semakin bingung.
"Hah?!"
******
Usai makan malam semuanya berkumpul diruang tengah menunggu Tuan dan Nyonya besar Rahardian yaitu Reza juga Melisa yang baru akan sampai ke rumah utama usai berkunjung dan menginap sehari semalam di apartemen Gala, cucu kedua mereka yang lahir di tahun ke lima pernikahan Bumi dan Kahyangan.
Bul-Bul yang tak sabar terus saja meminta Phiunya melakukan video call kembali tanpa ia sadar jika pria berkaos putih itupun sama galaunya.
"Nanti juga sampe, kamu harus sabar nunggu dong, cantik" sahut Hujan yang meminta cucunya itu cepat mendekat padanya.
"Ini ama banet, Ih."
Belum juga Hujan atau yang lainnya menjawab ternyata dua orang yang mereka tunggu datang dengan membawa segudang kerinduan.
"Lagi nunggu Appa sama Amma ya" seru Reza saat semakin dekat dengan anak, menantu, cucu berserta satu cicit kesayangannya.
"Yee... Appa dede Puwang" seru Sama dan Embun yang langsung membuat Air dan Hujan serta Biru menepuk kening mereka masing-masing.
__ADS_1
"Appa dede bawa apa? Minan buat Bubuy ya?" tanya Embun saat Reza dan Melisa sudah duduk bersama.
"Iya, Mainan buat Bul-Bul." kata Melisa yang memberikan satu paperbag pada cicitnya titipan dari Gala sebagai ucapan Terima kasih karna gadis cantik itu mengizinkan Reza dan Melisa ikut dengannya ke apartemen kemarin tanpa drama menangis dan berguling di lantai.
"Matacih" ucapnya senang.
"Bibir ikannya dulu dong, Appa kangen nih pengen liat"
Semua yang ada tentu langsung tertawa saat melihat Embun memanyunkan bibirnya, tapi tidak dengan Phiunya, ia bangun dan pindah ke sisi Reza sambil merajuk manja.
Dede juga bisa, Oey....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Tua Tua masih aja sirik.. pengen gue Kuncir tuh bibir kalian berdua 🤣🤣
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1