
"Kita putus!"
Alyssa langsung mengernyitkan dahinya bingung karna tak paham dengan apa yang di katakan pria di depannya itu.
"Kita akhirinya semuanya, Al" tegas Sam lagi dengan sangat tenang, ada seulas senyum di ujung bibirnya.
"Kamun putusin aku? kamu gak lagi bercanda, 'kan?" tanya Alyssa lebih memastikan meski ia berharap ini semua hanya lelucon yang Sam berikan padanya.
"Iya, Maaf!"
"Aku gak terima keputusanmu, mana bisa semudah itu kamu bilang putus? sedangkan aku tak membuat kesalahan apapun padamu" protes Alyssa.
Ia yang benar-benar terkejut sembari terus memutar otak mengingat apa yang ia lakukan akhir akhir ini hingga membuat Sam memilih mengakhiri hubungan mereka, sedangkan tadi pagi saja mereka masih bertukar pesan seperti biasa, Sam masih memberikan apa yang ia mau termasuk Card unlimitednya yang belum di kembalikan.
Alyssa masih berpikir positif karna memang tak ada masalah apapun diatara keduanya.
"Terimakasih untuk tujuh tahunnya ya, Al. Tapi aku udah gak bisa buat lanjutin lagi hubungan ini apalagi harus lebih serius ke pernikahan kaya yang kamu mau selama ini" ucap Sam lagi di saat tak ada keputusan jelas dari Alyysa tentang keinginannya.
"Kamu kenapa? apa yang salah denganku? ok, aku minta maaf karna akhir akhir ini sering mengeluh tentang kesibukan mu tapi bukan kah aku tak sampai mengganggu pekerjaanmu. Aku tak banyak menuntut apapun darimu meski berhari hari hanya satu atau dua kali kamu membalas puluhan pesanku" balas Alyssa membela dirinya sendiri.
"Iya, aku yang salah karna memang terlalu sibuk. Banyak yang ku urus mulai dari masalah pekerjaan sampai masalah pribadiku, Al. Terimakasih atas pengertian mu yang sangat luar biasa"
Alyssa tersenyum sinis, bertahun-tahun berpacaran ini pertama kalinya Samudera meminta Putus padahal biasanya ia yang tak pernah setuju jika Alyssa yang meminta hal itu.
__ADS_1
Keduanya hening beberapa saat karena sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Berikan aku alasan yang lebih masuk akal hingga aku bisa terima keputusan mu. Ini tak hanya menyangkut antara aku dan kamu tapi juga dua belah pihak keluarga. Kedua orang-tua kita sudah sangat merestui hubungan ini, tinggal dari kamunya saja kapan mau menikahiku, tapi bukan melamar ku kamu malah ingin putus dariku!" cetus Alysa dengan nada jengkel dan kesal, ia masih berusaha menahan amarah dan juga tangisnya.
Braaak...
Samudera mengeluarkan sebuah amplop coklat ke hadapan Alyssa dengan cara sedikit melemparnya hingga gadis itu tersentak kaget.
"Apa ini?" tanya Alyssa sembari meraih benda yang di lempar sang pewaris utama Rahardian.
"Buka dan baca" titah Sam masih santai bagai tak terjadi apapun dengan meraka.
Alyssa membuka amplop coklat tersebut, ia mengeluarkan isinya dan mulai dengan seksama membaca bait demi bait yang langsung membuat tangisnya pecah.
Ia bangun dari duduk, menghampiri Samudera dan bersimpuh diatas paha kekasihnya itu.
Sam tersenyum kecil, ia hanya bisa mengusap kepala Alyssa dengan lembut karna bagaimana pun gadis itu pernah membuat ia bahagia.
"Sam.. aku minta maaf" lirihnya di sela isak tangis.
"Aku sudah memaafkanmu, Al."
"Aku akan tebus semua kesalahanku, tapi ku mohon jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu" rengek Alyssa memohon dengan menggenggam tangan Samudera.
__ADS_1
"Akupun, bohong kalau aku tak menyayangmu, Al. Kamu tetap memiliki tempat dalam hatiku"
"Aku memang bodoh, Sam. Aku mohon kamu mengerti keadaanku saat itu"
.
.
.
.
.
.
Jika saja dua tahun lalu kamu hanya berselingkuh di belakangku, aku pasti masih bisa menerimamu dengan tangan terbuka. Tapi bagaimana bisa kamu mencintaiku jika kamu saja nekat MENGGUGURKAN KANDUNGAN mu sendiri yang jelas-jelas itu anakmu?! "
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
Emejing 🤣🤣🤣🤣🤣
Baskom dan pasukan gajah tuh gak mungkin diem Al 😆
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.