Samudera Biru

Samudera Biru
Boleh aku minta sesuatu?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Jika satu istri saja bisa membuat ku sempurna, lalu istri yang lain untuk apa? cuma bikin ribet tak ada gunanya" kekeh Sam dengan tangan sibuk memutar stir mobil.


"Semua pasti berguna, Bee. Aku itu gak sempurna, pasti ada kurang lebihnya, Iya kan?" tanya Biru yang kini sudah berani menoleh kearah sang suami.


"Hem, iya."


"Bisa kamu katakan, apa lebih dan kurangku?"


Pertanyaan Biru bagai jebakan BATMAN bagi Sam, di jawab salah tak di jawab lebih salah. Jujur ribut tapi jika tak jujur justru akan terjadi perang Dunia.


"Kamu itu cuma kurang tinggi, makanya kalau pakein aku dasi butuh kursi, hahahaha" Sam menjawab sambil tertawa tapi ini memang jujur sejujurnya, Biru selalu menarik kursi plastik kecil dan naik keatasnya agar lebih bisa sejajar.


"Kamunya ketinggian!" cetus Biru kesal bercampur malu karna memang yang dikatakan suaminya itu benar, tubuhnya terlalu imut untuk ukuran suami seperti Sam yang hampir sempurna. Tapi itulah yang membuat ia selalu nyaman bersembunyi dalam dekapan sang suami.


"Kamu tuh mungilnya kebangetan, Bee. Aku berasa kaya Om-om bawa anak Abegeh" kekehnya lagi.



Ya, tubuhnya memang tak berubah kecuali beberapa bulan pasca melahirkan tapi setelah itu, ia kembali pada lekuk tubuh idealnya. Para @pawangRahardian tentu tak tinggal diam bicara tentang penampilan, cantik di hadapan suami sudah harga mati bagi mereka.

__ADS_1


"Terus lebihnya apa?" tanya Biru lagi, memiliki istri posesif ternyata ujian tersendiri bagi para suami.


"Lebih mudah cemburu. Dan aku menghargainya. Terimakasih untuk rasa yang selalu membuat mu semakin takut kehilanganku, tapi Maaf..."


"Maaf? maaf apa maksudmu?" tanya Biru mulai panik.


"Maaf, perasaan cemburumu itu akan sia-sia, karna aku tak akan kemana-mana. Kamu yang datang dengan sangat tiba-tiba sudah sangat mampu mengobati rasa kecewa ku saat itu." jelas Sam sambil sedikit mengacak rambut istrinya yang tergerai indah.


Biru yang akhirnya sadar hanya menunduk malu, tak ada yang harus ia takutkan. Hatinya sendiri lah yang mencari rasa sakit, padahal jelas pria di sisinya itu tak mungkin memberinya luka.


.


.


.


"Kita...?"


"Iya, Sayang. Kita pacaran dulu" sahut Sam seraya menahan tawa karna gemas melihat binar mata bahagia Biru.


keduanya turun dari mobil, mencari tempat kosong yang sedikit jauh dari keramaian agar bisa leluasa mengobrol dan mengungkapkan isi hati.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Sam saat memberikan kembali buku menu pada seorang pelayan yang mencatat semua yang ingin mereka nikmati malam ini.


Obrolan kecil dan candaan receh mereka lakukan sembari menunggu pesanan datang, hal yang akhir akhir ini sebenarnya jarang sekali mereka lakukan berdua setelah Rain lahir. Quality time mereka hanya sekedar bercinta dan berpelukan setelahnya.


"Enak gak?" tanya Samudera saat pemilk hatinya sedang menikmati beberapa makanan.


"Enak, udah lama gak makan beginian" jawab Biru setelah menyuapkan satu gigitan lumpia goreng isi daging kedalam mulutnya, padahal semangkuk bakmie sudah habis tak tersisa, begitu pun dengan sosis dan otak otak bakar yang kini hanya tersisa tusukannya saja di atas piring kotor.


"Kamu mau?" tawar Biru yang di balas gelengan kepala, satu porsi nasi goreng sudah cukup bagi Sam untuk mengisi perutnya.


Ia tahu, Perasaan yang kini di rasakan sang istri tak akan cukup bila sekedar memberikan pengertian dan penjelasan, perlu adanya sikap yang dan bukti dari sebuah tindakan. Biru tak perlu kemewahan, dengan makan berdua di pinggir jalan saja sudah bisa membuat dia jauh lebih tenang.


Karna jika perut kenyang, hatipun senang...


"Bee, boleh aku minta sesuatu darimu?" ucap Sam.


"Apa? kamu ingin apa dariku?" tanya Biru, hatinya mulai tak enak karna sorot mata sang suami begitu tajam menatapnya.


.


.

__ADS_1


Jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, tolong bicarakan padaku. Entah itu secara baik baik atau dengan amarah sekalipun. Aku lebih memilih bertengkar hebat denganmu tapi setelah itu kita berbaikan daripada harus saling diam tak memberi kabar karna itu sangat menyakitkan buatku yang sudah sangat bergantung padamu.



__ADS_2