
πππππππππ
Setelah perdebatan semalam, Sam yang masih terlelap harus membuka mata saat Biru mengguncang bahunya seraya mengusap pipi sang suami yang putih mulus, bisikan menggoda pun tak lupa Biru lakukan.
"Bee, ayo bangun ganteng"
"Bee... aku udah siap nih, cepetan ih" rengek Biru dengan manjanya di telingan kanan Sam sampai ia harus bergeliat geli.
Biru terkekeh saat melihat Sam hanya bergumam tanpa membuka mata, rasanya pria tampan itu masih sangat mengantuk karna mereka tertidur hampir di jam tiga pagi.
Biru yang sudah rapih, cantik dan harum telah menyiapkan semua rencananya yang menurut para @pawangRahardian adalah hal paling konyol.
Dirasa suaminya tak juga bangun tentu membuat Biru sedikit jengkel, ide jahilnya muncul secara tiba-tiba.
"Kalo Tutut kecilnya bangun, Tutut gedenya pasti melek.. Eh merem melek ih, hahaha" Biru menutup mulutnya untuk menahan tawa agar tak terlalu berisik.
Biru meraba bagian inti suaminya yang masih terbungkus celana piyama tanpa memakai dalAmAn. Dengan pelan dan lembut Biru terus mengelusnya dan usahnya tentu membuahkan hasil saat ia mendengar suaminya mulai mende SAh nikmat saat Tutut kecilnya yang semula imut perlahan mengembang dan besarπ€.
"Bee... " des Ah Sam tanpa membuka mata.
"Iya, Sayang. Enak ya?" goda Biru sambil terkekeh.
"Hem, terusin, Bee... sampe keluar ya"
"Cih, enak aja! hayu ngantri dulu baru bisa full sevice!" sahut Biru sambil sedikit menyentil si Tutut yang tegak melambai sembari angguk angguk dan geleng-geleng.
.
.
__ADS_1
.
.
Sam yang kesal hasratnya tak tersalurkan hanya bisa merengut selama perjalanan menuju ke suatu tempat yang di beritahu oleh istrinya, ia sampai rela tak masuk kantor dan melimpahkan semua pekerjaannya pada Jero dan asisten lainnya demi menuruti keinginan sang Cinderella yang sudah begitu liar saat menunggang kuda di atas ranjang panas mereka.
"Ada apa? kok ada Moy sama PapAy. Eh ada Appa juga sama Mama, Bee" tanya Sam bingung saat melihat keluarganya ada di dekat lapangan sebuah perkampungan.
"Ish, kepo" jawab Biru sambil turun dari mobil, dengan sedikit berlari ia menghampiri keluarganya yang sedang menunggu di sisi mobil mewah milik Air menunggu.
"Maaf lama" ucap Biru yang menggandeng tangan Hujan.
"Kita juga baru sampe kok"
Sam yang berjalan santai terus saja berpikir ada apa sebenarnya hari ini sampai semunya berkumpul di lapangan, belum lagi saat ia menoleh ke arah kiri sudah ada banyak bingkisan seperti sudah di persiapkan untuk di bagi bagi.
"Ada apa sih?" tanya Sam yang langsung masuk kedalam dekapan Gajahnya.
"Oh... "bukan hal aneh, pikir Sam.
"Gada kursi sih? dede cape Oey"
Biru yang berdiri di samping Hujan langsung mendekat kearah suaminya yang sedang mencari kursi atau apapun itu karna matahari begitu terik menerpa nya.
"Ih, ayo ikut aku, Aku mau liat kamu yang bagi-bagi itu semua ke ibu ibu yang lagi kumpul, Bee" ucap Biru sambil menarik tangan Sam menuju salah satu mobil box yang tak jauh dari mereka.
Sam yang kaget tak sempat menolak hanya bisa ikut berjalan di belakang istrinya.
Kedatangan mereka berdua tentu menjadi pusat perhatian semua orang yang sedang berkerumun, yang jauh mendekat yang dekat merapat.
__ADS_1
"Selamat pagi menuju siang ibu ibu" teriak Biru dengan senang karna di hadapannya kini begitu ramai oleh orang orang.
"Siang jugaaaaaaa" sahut mereka berbarengan yang di sambut tepul tangan bahagia oleh Biru.
"Keluarga saya ada sedikit rejeki, mau berbagi dengan ibu ibu mohon di Terima ya" tambah Biru lagi.
"Ibu ibu bisa antri, karna suaminya saya yang ganteng ini lah yang akan memberikannya untuk ibu ibu"
"Horeeeee"
"Asiiiikk"
"Alhamdulillah, rejeki bonusnya pangeran surga, Woy"
.
.
"Eh, di liat aja gak boleh dipegang ya ibu ibu" tegas Biru mulai panik karna antusiasme orang-orang di depannya kini.
"Ayo, Bee. Cepet kasihin mereka bingkisannya" titah Biru pada suaminya yang masih kebingungan.
.
.
.
.
__ADS_1
Kamu gak lagi bercanda, kan?