Samudera Biru

Samudera Biru
Kue kak Embun.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bum, ubit Miong yaaaaa


"Eh, jangan!" seru Samudera dan Biru berbarengan.


Pasangan suami istri itu langsung melarang Rain turun dari ranjang. Mereka tahu jika bocah menggemaskan itu akan sangat marah pada si Ireng.


"Bum, bobo ya. Katanya udah ngantuk" ajak Biru yang sudah mencoba membaringkan si bungsu di tengah.


Miyuuh auh? didit-didit Miong.


Miong Bum, akal yaaaaaaa..


"Gak apa-apa, gak sakit kok. Malah enak" timpal Samudera yang langsung mendapat cubitan panas dari sang istri yang kedua matanya bulat sempurna.


Rain yang tak paham terlihat tetap kesal, seolah wanita kesayangannya itu tak boleh ada yang melukai termasuk hewan peliharaannya.


"Bum, gak boleh cubit Ireng ya. Kalau mau, Phiu aja yang di gigit. Phiu nakalin Mhiu" titah Biru yang nada bicaranya sangat menyedihkan bahkan ia pura-pura menangis.


Rain langsung menoleh kearah Samudera yang menelan salivanya kuat-kuat. Ia bisa menebak apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian.


Piyuuuh, Akal?


Miyuh Bum, angis kaaan!

__ADS_1


Ia bangun dari baring nya lalu duduk di atas perut Samudera, tanpa aba-aba lagi, gigi kecil Rain sudah menancap di dada Samudera.


"Sakit!" pekik Samudera yang menarik kepala Putranya agar mau melepas gigitan.


Tapi sayang, bukan di lepas Rain malah pindah ke dada satunya lagi jadilah kedua dada Samudera terdapat bekas gigi kecil sang pewaris Rahardian Group.


.


.


.


Embun yang tak enak badan, pagi ini tak di izin kan pergi kesekolah oleh Hujan. Wanita itu selalu saja panik jika keturunannya mulai demam atau balik padahal itu lumrah terjadi pada anak-anak.


Meski ia seorang dokter, Hujan tak selalu bergantung pada obat. Apalagi usia Embun yang masih kecil.


"Iya, Moy. Aku akan kompres lagi." Jawab Biru yang baru selesai menyuapi putrinya dengan sup ayam kampung. Kuah dari kaldu dan rempahnya sedikit bisa melegakan batuk dan menghangatkan tubuh Embun.


Dan kabar sakitnya sang Ratu Rahardian cukup membuat panik semua keluarga. Hingga satu persatu dari mereka datang untuk menjenguk putri sulung dari pasangan Samudera dan Biru.


Tak hanya makanan, tapi hadiah juga di terima oleh Embun agar gadis kecil itu lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Karna sakitnya Embun membuat suasana rumah utama seolah berselimut sepi dan duka.


"Terimakasih ya, kalian sudah mau datang kemari" ucap Hujan saat Khayangan datang bersama Ola dan Ara. Begitu pun dengan Cahaya serta Senja.


"Sudahlah, kami datang karena memang juga rindu dengan Embun" jawab menantu kedua Rahardian tersebut pada kakak iparnya yang terlihat sedih karna baginya Embun bukan hanya cucu tapi juga putrinya yang sudah tiada lebih dulu.

__ADS_1


"Doakan saja Embun lekas sembuh. Karna usaha tanpa doa juga tak akan membuahkan hasil" balas Hujan yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Onty jangan sedih, semua baik-baik saja" timpal Ola yang begitu kalem mirip seperti Uminya.


"Eh, Ngomong-ngomong Rain kemana? gak liat si Bumbum sih" tanya Cahaya sambil mengedar kan pandangan.


Saat semua orang sibuk dengan Embun, bocah itu justru sibuk dengan yang lainnya termasuk...


.


.


.


Anan bicik ya, Miong..


Uweh Ta Buuuuy, Abicin yuuuuuk!!!



Dia sibuk makan 🤣🤣


Semua yang dibawa emang jatahnya yang sehat sih 🤣🤣🤣 bantuin Ta Buy ya Bum biar gak Banjir...


Eh salah, Mubazir 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2