Samudera Biru

Samudera Biru
Shoping laknat


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Uhuk... uhuk...


Semua mata rekan bisnis Sam yang berada di ruang meeting menatap kearah Sang Direktur Utama Rahardian Group, pasalnya tak ada hujan dan angin bahkan semua dalam keadaan tenang Samudera malah mengalami batuk tersedak sampai Jero harus bangkit dan memberinya air putih.


"Tuan, tuan baik baik saja?" tanya sang asisten yang merasa bingung dan panik.


"Iya, saya tak apa, silahkan lanjutkan" jawab Sam sambil merenggangkan sedikit ikatan dasinya.


Perasaan kok gak enak banget ya, mana kuping panas begini lagi.


Sam terus saja bergumam dalam hatinya, bahkan ia kini tak lagi fokus pada rapat yang masih berlangsung, Jero yang paham akan kerisauan Bos besarnya itu sampai harus menunda rapat hingga esok hari.


Ceklek


Sam membuka pintu ruangannya dan langsung merebahkan diri di sofa panjang sembari memijit pelipisnya yang berdenyut.


"Kangen yang di rumah, Oey" lirihnya yang kemudian terkekeh sendiri.


Sam meraih ponselnya, kemudian ia menekan nomer kontak sang istri. Ia menunggu dengan perasaan harap-harap cemas karna takut Biru tak menuruti pesannya yaitu untuk selalu membawa benda pipih miliknya kemana pun ia pergi.


Satu detik, tiga detik hingga sepuluh detik suara bisinglah yang tedengar oleh Samudera sampai ia harus bangun dari tidurnya.


"Bee, kamu dimana? kok berisik"


"Aku lagi di di tarik tarik sama.... "


"Sama siapa?" tanya Sam sedikit berteriak.


"Sama Grandmomy" jawab Biru.

__ADS_1


"Ngapain Grandmomy narik narik kamu?"


"Aku tadi di culik lagi mandi, sama Onty Chaca juga barusan" jelas Biru yang langsung mematikan ponselnya.


Samudera mengusap wajahnya dengan kasar, entah ada dimana istrinya kini tapi ia sudah tau jika Biru pasti sedang di apa-apa kan oleh dua wanita paling menyebalkan menurut Sam dan Air. Rumah utama sering kali heboh dan geger jika empat orang ini bertemu secara langsung.


Permusuhan anak bungsu dan cucu pertama seakan turun menurun di keluarga Rahardian.


******


"Onty, pulang yuk. Biru capek" rengek si gadis cantik dengan begitu banyaknya paperbag di tangan kanan dan kirinya.


"Masih banyak yang harus kamu beli, uang si Tutut NOL nya masih banyak banget harus dikuras baru kita pulang" ujar Cahaya yang langsung di dukung oleh Ameera,


Ya, Ameera yang kini menjadi Nyonya besar Pradipta itu memang sedari dulu selalu satu team dengan Cahaya. Dua bungsu Rahardian yang sedari remaja hobby berfoya-foya tak seperti Melisa, Hujan apalagi Kahyangan. Karna memang dua wanita itu berasal dari keturunan konglomerat yang tak pernah masuk kedalam dapur kotor sampai detik ini.


"Ini udah banyak banget, aku kapan pakenya?"


"Terus nanti beli lagi?" tanya Biru.


"Iya, kamu ambil aja yang kamu mau biar si Tutut yang bayar" kekeh Cahaya menimpali.


.


.


Sam yang tahu jika istrinya itu di culik oleh Ameera dan Cahaya tentu segera pulang kerumah utama. Ia langsung naik dan masuk kedalam kamarnya setelah menyapa Hujan di ruang tengah bersama Melisa.


"Lama banget sih, belom nyampe juga!" rutuknya kesal sambil melempar jas hitamnya ke sofa.


Ceklek.

__ADS_1


"Bee, udah pulang?" tanya Biru sambil berjalan mendekat kearah suaminya.


"Dari mana?" bukan menjawab sapaan sang istri, Sam malah balik bertanya dengan dua tangan di lipat di dada.


"Abis belanja baju banyak banget, aku bingung pakenya yang mana dulu, soalnya kalau beli baju biasanya setahun sekali" kekehnya senang namun justru membuat Sam merasa sedih, hatinya bagai terkoyak mendengar pengakuan istri kecilnya yang jujur dan polos.


"Beli apa aja, sini aku liat" kata Sam yang menuntun tangan Biru ke sofa.


Keduanya duduk saling berhadapan, Sam tersenyum simpul bahkan sesekali tertawa kecil saat mendengar Biru bercerita tentang pengalamannya berbelanja tadi.


"Onty beliin ini, tapi aku bingung ini buat apa ya? masa baju begini sih" tanya Biru, baju itupun langsung di raih oleh Sam dengah kedua mata bulat sempurna.


.


.


.


.


.


.


Kamu ngapain beli baju SARANG TAHU gini sih, Bee....


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Racun emang tuh bungsunya Rahardian 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaiakan.

__ADS_1


__ADS_2