Samudera Biru

Samudera Biru
Bunga-bunga.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


Biru membuka pintu kamar mandi hotel yang memang sengaja tak di kunci agar Biru bisa masuk dengan cepat. Mata wanita beranak dua memicing tajam kearah suaminya yang berdiri di bawah guyuran air shower tanpa apapun yang menutupi tubuh tinggi putih polosnya.


"Apa yang gimana?" tanya Biru masih pura pura tak paham padahal jelas ia melihat sesuatu yang sudah tegak menantang.


"Tutut aku, Bee! suruh tidur dong, akunya pegel mendadak jadi rewel butuh di iyup" jawabnya sambil terkekeh geli.


"Ish, itu yang di dalem botol apa gunanya? tinggal di pake aja buat ngelus ntar juga lemes" sahut Biru dengan tangan yang kini sudah melipat didada.


"Kamu pikir tutut ku ini apa? aku gak mau selingkuh sama dalem an botol" cetus nya sambil mematikan air shower yang masih menyala hangat.


Sam berjalan mendekat, namun Biru justru semakin mundur perlahan sampai punggungnya menabrak pintu kamar mandi yang tertutup.


"Jangan macem-macem, Bul-Bul sama Bum-Bum gak ada yang jaga. Aku gak mau mereka kenapa-kenapa berdua"


"Siapa yang minta macem-macem, aku minta satu macem doang, kok" jawab Sam dengan senyum seringai saat mereka sudah saling berhadapan.


Biru yang terus di rayu nyatanya luluh juga, ia mengiyakan apa yang di inginkan suaminya dengan syarat harus berhenti saat terdengar Bum-Bum menangis, tapi sialnya bayi tampan itu seakan paham dengan kebutuhan Phiunya karna sampai semua sudah selesai pun tak ada berita rengekan dari Bum-Bum atau Bul-Bul.


"Makasih, sayang" bisik Sam dengan perasaan lega.

__ADS_1


Biru hanya tersenyum sambil mengusap pipi mulus suaminya, di manik mata Sam jelas terlihat kepuasan bathin yang tersirat dan itu bentuk suatu kebanggaan tersendiri bagi Biru sebagai Istri.


.


.


.


Pagi menjelang, liburan tiga hari di kota X akan berakhir sore nanti, keluarga kecil nan bahagia itu akan kembali ke rumah utama sore nanti dengan pesawat pribadi milik Rahardian.


"Hari ini mau kemana lagi? masih ada banyak waktu buat keluar" tawar Sam saat selesai sarapan.


"Shoping lagi yuk" ajak Bul-Bul langsung menjawab dengan nada centilnya khas anak-anak.


Jika saja mereka kembali berbelanja menuruti keinginan Embun tentu ini bukan liburan keluarga, tapi hanya sang Ratu lah yang bahagia. Karna Biru hanya mengikuti dan mengiyakan sedangkan Sam tinggal membayar semua yang di beli, lalu apa bedanya dengan jalan jalan di ibu kota.


"Kali ini Mhiu yang akan tentuin tempatnya"


"Kemana?" tanya Sam dan Embun berbarengan.


"Ke Kebun bunga, aku dapet di kasih tahu Ola katanya disini ada tempat macem-macem bunga dan aku mau kirim buat ibu ke kampung, boleh ya" pinta Biru sedikit memohon. Ia memang tak pernah lupa dengan keluarga yang sudah membesarkannya itu, meski jarang sekali pulang tapi kebutuhan Ibu dan Bapak masih di penuhi oleh Sam sesuai janjinya saat Wildan menghembuskan napas terakhir.


"Boleh, Sayang. Cuma bunga doang" jawab Sam sombong yang langsung mendapat cibiran dari istrinya sampai pria tampan itu tertawa.

__ADS_1


Sam benar-benar menuruti keinginan Biru, terbukti dengan adanya mereka di tempat yang Nona muda Rahardian itu inginkan sekarang. Dengan menggunakan stroller kaki jenjang Biru terus berkeliling memilih beberapa tanaman dan bunga yang akan dikirim ke kampung dan juga dibawa pulang kerumah utama, sedangkan Sam dan Embun memilih menikmati kue dan minuman di salah satu cafe kecil tak jauh dari tempat Biru kini berada.


"Kok gak di habisin?" tanya Sam saat Embun menggeser piring kuenya yang masih tersisa separuh.


"Tenyang"


"Ya udah, kita cuci tangan sama mulutnya dulu ya, yuk" ajak Sam pada putrinya, mereka kini berjalan bergandengan tangan menuju toilet yang di depannya di sediakan tempat mencuci tangan. Namun, langkah Sam terhenti saat bahunya di sentuh seseorang ia yang reflek tentu langsung menoleh kebelakang.


.


.


.


Alyssa....


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ya ampun! mak kunti ada yang nyolong lagi kali ya pakunya ampe berkeliaran 🤣🤣🤣


bulan puasa harusnya kan di kerangkeng Oey.


Berantem gak ya?

__ADS_1


__ADS_2