Samudera Biru

Samudera Biru
Dua lagi.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


Sam membuka pintu dengan sangat pelan, Embun yang ikut menyembulkan kepala lalu mendongak kearah Phiunya.


"Mhiu bobo" ucapnya setengah berbisik.


Miyuuuh.. Nyeh yuk


"Iya, sabar, gembul!" timpal Sam pada putranya yang kembali ribut ingin menyusu.


Bingung antara masuk atau keluar, Rain malah mendorong pintu kamar lalu bertepuk tangan sambil menjerit keras.


Nyeh.. miyuh.. nyeh Bubum.


Kelakuan si bungsu yang di luar dugaan tentu membuat Sam dan Embun merasa gemas tingkat dewa.


Biru yang mendengar sayup sayup suara teriakan tentu langsung bangun dan mengerjapkan mata. Ia tersenyum saat lagi dan lagi melihat putranya bertepuk tangan senang.


***Noh... miyuuuh..


Nyeh yaaaah***


Sam hanya mengangguk pasrah lalu mendekat kearah tempat tidur dimana istrinya kini sudah bangun dan duduk.


Wajah khas bangun tidur Biru yang selalu menjadi bagian favorit dalam hidup Sam selama enam tahun ini.


"Capek banget ya"


Biru tak menjawab, ia hanya meraih tubuh putranya untuk di baringkan, Biru membuka kancing dress nya dan mengeluarkan salah satu daging kenyal kesukaan Rain. Sedangkan Sam hanya bisa menelan salivanya sambil terus mendamba dalam hati.

__ADS_1


Cepet gede ya, Bum.. nanti gantian lagi.


.


.


.


Hari yang beranjak sore membuat Keluarga kecil SamuderaBiru akhirnya memilih untuk pulang, Sam keluar kantor saru jam lebih awal dari biasanya dan itu membuat Embun senang bukan kepalang, jika bukan akhir pekan tentu ia jarang sekali keluar sore dengan Phiunya.


"Nanti kalau ada taman, berenti ya" pinta si gadis cantik bermata bulat.


Iyaah..


Bukan Phiu nya yang menjawab malah Rain yang menimpali, Biru yang gemas akhirnya mencium pipi Rain berkali-kali.


Nyeh yuk.


"Nih anak gak bisa di baein, Nyeh mulu! udah tau kepala Phiu nya suka langsunh cenat cenut" protes Sam dengan tangan terus memutar setir mobil mewahnya.


Sepuluh menit berlalu, mobil di belokkan di area taman kota yang cukup lumayan sepi pengunjung karna bukan hari libur. Embun turun setelah Sam membuka pintu bagian belakang.


"Jangan lari" pesan Sam pada Putrinya saat ia melihat binaran senang di kedua mata bulat Sang Ratu Rahardian.


Embun memutar tubuhnya lalu menunjuk salah satu pedagang balon karakter, Sam yang paham langsung mengangguk dan menghampiri.


"Beli dua ya, satu buat Bubuy satu lagi buat Bum-Bum" ucapnya senang


Uwa ih...


"Gak usah banyak banyak, satu juga cukup" tegas Sam.

__ADS_1


Uwa..


"Kakak juga beli satu, jadi Bum-Bum juga satu ya ganteng" rayu Biru. Ia tahu kalau putranya sudah mulai sedikit merajuk. Entah kenapa Rain senang sekali mengucapkan kata dia akhir akhir ini.


Biru yang memeberikan balon bergambar kucing pun tak di terimanya, Rain malah ingin di turunkan dari gendongan Mhiunya yang sedari tadi mendekap hangat sang putra.


"Sini Mhiu tuntun, jangan jalan sendiri"


Rain yang acuh seakan tak menghiraukan ucapan Biru, anak laki laki itu terus saja berjalan lebih dulu sedangkan Sam, Biru juga Embun hanya mengikuti dari belakang.


"Bum-Bum ngambek lagi ya?" tanya Embun.


"Mungkin, liatin aja coba mau kabur sampe mana" kekeh Sam yang sebenarnya sangat gemas pada tingkah Rain kali ini.


Ketiganya berhenti saat Rain pun menghentikan langkahnya juga.


"Kenapa dia?" tanya Biru.


.


.


.


.


Tuh anak lagi bingung nyari pojokan, Bee...



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Ada geh gorong-gorong noh Bum..


Nyemplung gih sono 🤣🤣


__ADS_2