Samudera Biru

Samudera Biru
Donat


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Empat bulan sudah kini janin sang penerus Rahardian Wijaya tumbuh baik dan sehat di rahim Berliana Biru, seorang gadis yatim piatu yang di nikahi oleh Samudera karna satu insiden dadakan yang tak pernah terpikirkan oleh keduanya.


Trimester pertama di lewati Biru penuh dengan Drama ngidam yang nyeneleh, ia hanya merasakan mual dan ingin muntah saat keinginannya di tolak. Namun, jika di turuti rumah utama akan tentram dan damai.


Dirasa semua aman dan tak ada yang perlu di khawatirkan, pasangan suami istri yang terpaut umur tujuh tahun itu pun memilih kembali tinggal ke apartemen.


.


.


"Telepon dari siapa, Bee?" tanya Sam saat keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri.


"Dari ibu, katanya besok siang mau kesini, boleh?"


"Boleh dong, mau kesini sendiri atau mau di jemput?" tanya Sam lagi.


Semenjak hamil mereka memang tak lagi berkunjung ke kampung karna alasan tak ingin Biru kelelahan di jalan yang cukup jauh meski bisa naik pesawat tapi tetap saja perjalan daratnya cukup memakan waktu.


Jadi, hanya dengan lewat sambungab telepon lah Biru tahu kabar orang-tua angkatnya disana, begitupun sebaliknya.


"Kesini sendiri mungkin, aku juga gak tanya, Bee" jawab Biru sedikit menunduk dengan mengigit bibirnya sendiri.


"Kamu tanya lagi, kalau mau di jemput aku akan suruh supir kesana. Jangan naik bis atau kereta"


"Hem, Baiklah" sahutnya yang langsung berhambur memeluk sang suami.


Satu hal yang sering membuat Biru begitu bahagia mana kala Sam tak pernah mengabaikan orang tua angkatnya itu, ia selalu memberi tanpa di minta, selalu memenuhi meski semua masih terasa cukup.

__ADS_1


Terlepas dari rasa bersalahnya atas kepergian Wildan, Sam memang selalu baik pada siapapun tanpa terkecuali.


***


Biru yang sendirian di apartemen sepeninggal Sam yang sudah berangkat bekerja akhirnya memilih untuk membereskan lagi satu kamar tamu di lantai bawah untuk tempat keluarganya nanti beristirahat.


Senyum tak lepas dari wajah cantiknya yang selalu tersenyum karena memori kenangan saat di kampunh seakan terus berputar di otaknya.


"Semoga ibu suka" gumamnya dengan pandangan mata beredar ke seisi kamar yang sudah sangat rapih.


"Besok Nini dan Abah mau dateng, nanti kamu sapa mereka ya sayang" Biru berkata sambil mengusap perutnya yang kini sudah terlihat sedikit membuncit.


Kamar yang sudah terasa nyaman itu pun di tinggal kan olehnya, Biru kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang karna Sam berjanji akan pulang saat jam istirahat nanti.


Tangan mungilnya begitu cekatan meracik bumbu, memotong sayur dan juga membersihkan lauk. Semuanya beres dan tersaji rapih tepat lima belas menit lagi sang Suami pulang.


"Masih ada waktu, aku mau mandi dulu sebentar"


.


.


Cek lek


Keluarnya Biru dari kamar mandi berbarengan dengan masuknya Sam juga kedalam kamar, keduanya tersenyum simpul saat pandangan mata mereka tak sengaja saling bertabrakan.


"Seger banget sih, Bee" bisik Sam saat istrinya kini sudah masuk dalam dekapannya.


"Iya, aku abis mandi, tadi bau bawang" kekehnya sambil menahan geli karna Sam terus saja menggoda dengan menyesap lehernya.

__ADS_1


"Sekarang wangi belly,"


"Hahaha, iya. Wangi kesukaannya kamu, kan"


Sam menjawab hanya dengan anggukan kepala yang ia letakan di ceruk leher Biru.


"Bee... "


"Apalagi?" Wanita hamil itu sudah benar benar tak kuat lagi saat tangan Sam menjatuhkan handuk yang melilit di tubuh mungilnya.


.


.


.


.


.


.


Basahin donat ya, Bee...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Celupin ke teh manis kan, maksud lo TUT?


tenang, otak gak travelling kok 🤣🤣

__ADS_1


Cuma mesum dikit doang 😅


Like momennya yuk ramaikan.


__ADS_2