
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
"Papa sayang adek, kan?!" kini Cahaya lah yang merengut. Little princess yang selama ini menjadi miliknya ternyata langsung tergeser dengan lahirnya buah cinta dari Sam juga Biru.
"Iya, bungsunya papa" sahut Reza, ia yang kini sedang menimang Ratu kecilnya tak sedetik pun membuang pandangan.
"Cantik banget" kata Melisa yang belum kebagian menggendong sang cicit.
"Cantikan kamu, Ra! gak ada yang lebih cantik"
Oeeeekkk....
Drama romantis aki aki dan nini nini itu pun langsung mengundang gelak tawa semua yang hadir di ruang rawat. Hangatnya kebersamaan mereka membuat siapapun akan merasa iri dan mendaftar menjadi salah satunya.
Bayi yang baru beberapa jam lahir itu pun sudah berpindah-pindah dalam dekapan siapapun siling bergantian ingin mencium dan menggendong.
"Matanya coklat, cantik ya" kata Air sambil mengusap pipi bulat sang cucu yang berada dipangkuan istrinya.
Hujan sesekali menitikan air matanya, ia begitu sangat bahagia hari ini. Bisa menyaksikan langsung proses lahirnya si putri cantik adalah hal yang paling luar biasa baginya.
"Mau kamu kasih nama siapa, De?" tanya Air.
Sam dan Biru yang masih saling menggengam tangan itu pun saling pandang seraya melempar senyuman.
Embun RaLiana Rahardian Wijaya.
Hujan langsung menoleh ke arah anak dan menantunya yang mengangguk kan kepala padanya.
"Embun? kalian kasih nama Embun?" tanya Hujan memastikan.
__ADS_1
"Iya, Moy. Nama yang cantik, kan?" goda Biru.
Tangis Hujan kembali pecah dalam pelukan Air, rasa sesalnya yang pernah menolak kehadiran putri keduanya itu masih saja terbayang. Hujan benar-benar bersalah saat kandungannya tak bisa tertolong di usia yang baru beberapa bulan dalam perut.
"Embun nya aku, Kak" lirih Hujan, Air yang tahu jika istrinya masih sering menangisi adik Samudera itu pun tak kuasa menahan air matanya.
"Kita dapet gantinya dari Sam, Jan"
.
.
.
.
"Makasih ya, Bee. Kamu hebat banget karna aku pun belum tentu bisa dan kuat kaya kamu" puji Sam, kejadian hari ini membuat rasa cintanya berkali kali lipat dari sebelumnya. Sungguh ini pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
"Sama-sama, aku juga gak nyangka. Aku sekarang makin sayang sama Moy karna perjuangan saat melahirkan pria hebat sepertimu juga tak mudah, kan?"
"Ya, kalian wanita wanita hebat ku. Tak salah jika surga berada di bawah telapak kaki kalian, karna sehebat dan se kuasa apapun seorang pria, kami tak akan pernah merasakan beratnya mengandung dan sakitnya melahirkan" balas Samudra penuh haru.
"Bee, apa kita gak apa apa punya anak pertama perempuan? apa Appa dan papAy gak marah karna pastinya kalian butuh anak laki laki, kan?" tanya Biru. Sedikit banyaknya kini ia paham tentang keturunan keluarga konglomerat itu.
"Gak apa apa, kan bisa bikin lagi nanti. Aku mau punya anak banyak ya, Bee." pintanya pada Biru yang di jawab dengan cibiran bibir.
Sam yang tertawa hanya bisa menciumi telapak tangan istrinya itu.
"Nanti yang kedua laki-laki, biar ganteng dan fix hasil karya Tututnya aku" godanya lagi.
__ADS_1
"Loh, ini juga kan bikinan kamu" protes Biru yang di jawab gelengan kepala.
.
.
.
.
.
.
.
Bukan, ini hasil si Cinderella naik kuda.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Modus Bee, jangan mau 🙄🙄🙄
RaLiana ( SamudeRA berLIANA)
ArMIKHA ( BuMIKHAyangan)
ErRainly ( AirHujan)
RaMeZa ( MelisaReza)
__ADS_1