Samudera Biru

Samudera Biru
Rumah apa?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Biru yang memang terlambat menjemput putrinya hanya bisa tersenyum kecil saat mendengar rajukan Embun, apalagi saat bocah cantik itu meminta hal konyol untuk menjemputnya ke sekolah dengan pesawat. Biru hanya berharap gadis kecilnya itu tak benar-benar meminta pada kedua mertuanya yang sudah bisa ia tebak pasti akan langsung menuruti keinginan Embun tersebut.


Ta Buuuuy, yuk puwang.


"Ih... nanti dulu pulangnya, kakak mau beli eskrim, boleh kan Mhiu?" rengek Embun saat Rain mengajaknya untuk pulang.


Puwaaaaaang..


Nyeh..Buum


Biru membuang napas kasar, jika dua buah hatinya sudah meminta hal yang berbeda tentu ia akan langsung pusing sendiri.


"Beli eskrimnya di mini market aja ya, gak usah ke Mall" tawar Biru yang masih ingat dengan pesan suaminya jika Sam meminta ia untuk langsung pulang, jadi tak ada acara mampir kesana kemari saat usai menjemput.


Iyaah..


Cim yuk.. yuk..


Rain yang paham hanya mengangguk angguk setuju sambil menarik tangan Embun menuju mobil. Pemandangan yang begitu manis bagi Biru saat melihat anak-anaknya saling menggenggam tangan menuju arah yang sama. Ia yang seorang anak tunggal yatim piatu tentu benyak memiliki harapan tentang kerukunan putra putrinya dari masa kini hingga masa dimana nanti Embun dan Rain beranjak dewasa


Sehat-sehat ya kalian, kesayangannya Mhiu dan Phiu. Jangan pernah ada perselisihan atau pertengkaran yang membuat tali persaudaraan kalian menjadi hancur nantinya.


.


.


Sesuai perjanjian, mobil pun menepi di salah satu minimarket berwarna merah dan kuning. Embun turun lebih dulu dengan sangat antusias sedangkan Biru dan Rain menyusul di belakang.


"Bubuy mahu yang melah ini ya, Mhiu" pinta sang Ratu. Ia yang biasa di jejali semua yang berbau strawberry dari bayi tak jauh berbeda dengan Phiu nya jika soal rasa makanan dingin tersebut.

__ADS_1


"Iya, beli satu saja ya, kak"


"Ok, Mhiu" jawab Embun senang dengan sedikit berjingkrak.


Mahu... keh


Kini sang pewaris Rahardian lah yang ikut merengek, ia menggeleng kan kepala saat Biru memberikan eskrim yang sama seperti Embun padanya.


Nda...


"Bum-Bum mau yang mana? ini sama kaya kakak loh" tawar Biru lagi.


Nda... ih.


Bocah bawel itu merentangkan tangan, ia ingin memilih sendiri apa yang ia mau. Dan pilihan jatuh pada satu cup besar eskrim rasa vanila.


...Nyeh yaaaaah....


Beres dengan transaksi pembayaran, ketiganya pun bergegas masuk kembali ke dalam mobil. Para keturunan Rahardian itupun begitu menikmati apa yang sudah mereka beli barusan hingga mobil sampai di garasi rumah utama.


"Loh, itu kan?" gumam Biru pelan saat melihat kendaraan milik suaminya terparkir di sana juga.


Ia langsung turun bersama dua buah hatinya, perasaan tak enak langsung menyeruak manakala tahu jika Sam justru pulang tanpa memberi kabar padanya. Biru pun langsung meminta Rini untuk mengurus Embun dan Rain karna ia akan menemui Samudera lebih dulu.


Cek lek..


Biru membuka pintu dengan pelan dengan harapan sandaran hatinya ada di dalam sana.


Dan benar saja, Sam dengan begitu santainya duduk bersandar di punggung ranjang sambil bermain ponsel.


"Bee, udah pulang?" tanya Biru.

__ADS_1


"Hem iya, mana anak anak?" Sam balik bertanya saat melihat Biru justru datang sendiri ke kamar mereka.


"Lagi di ganti baju dulu sama Rini, ada apa?"


"Gak ada, kerjaanku gak terlalu banyak hari ini. Gak ada meeting juga setelah makan siang" jawab Sam. Ia memang sering memilih pulang jika di rasa tak ada lagi yang harus ia lakukan di kantor.


"Kalau kamu gak sibuk, bisa antar aku pulang ke kampung, kan?" pinta Biru yang entah ini sudah keberapa kalinya.


Sam menarik napas dalam-dalam, ia raih tangan halus Biru yang duduk di sebelahnya itu.


"Kamu jawab pertanyaanku dulu ya" ujar Sam yang di balas anggukan kepala oleh sang istri.


"Kamu tahu, rumah apa yang paling serem selain rumah hantu?" tanya Sam.


"Enggak, emang apa?"


.


.


.


Rumah MERTUA...



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tutuy mewakili hati para menantu 🤣🤣


Napa sih Tut? takut di gentayangin ya 😆

__ADS_1


__ADS_2