
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Aku iyup aja ya?" tawar Biru yang pasrah karna otaknya sudah mentok dengan gaya lele ngesot, sedangkan sang suami tak ingin ber cInta dengan gaya yang lainnya.
"Yakin mau iyup?" tanya Sam, memastikan.
Selama menikah, Sam yang selalu merengek ingin di Iyup tak sekalipun di turuti oleh istrinya, ada saja alasan yang di berikan Biru untuk menolak rasa penasaran Sam.
"Muat gak?"
"Muatlah, buka mulut kamu lebar-lebar, Bee" titah Sam sambil menahan tawa.
"Gak bakalan sampe ketelen, kan?"
Kali ini tawa Sam pun pecah, Hampir setiap mereka ingin melakukan hal baru selalu ada saja drama perdebatan yang mengocok perut.
"Kalo kmu gigit terus gak di kunyah dulu tapi langsung di telen pasti keselek, Bee. Orang segini gedenya" jawab Sam di sela gelak tawa yang menggema ke seisi kamar mereka.
"Kalo di gigit, tar buntung dong?"
Sam yang tak mampu lagu berkata hanya bisa memeluk Biru dengan erat dalam dekapannya, ia ciumi wajah cantik sang istri tak henti-henti.
"Kalo buntung terus ketelen nanti aku nangis, Bee"
__ADS_1
Biru semakin mengeratkan pelukannya karna otaknya kini sedang melanglang buana dengan sorot mata menatap serius Tutut suaminya yang masih menengang.
"Mau di iyup gak? tadi nawarin tapi masih di liatin aja" sindir Sam.
"Kata kamu di iyup biar besar, ini udah besar, Bee. Apa bisa makin besar dari ini?" tanya Biru dengan sedikit mendongakkan wajahnya, kini keduanya saling menatap.
"Bisa, mau ukuran apa? udah udah XL. apa mau double XL tripel XL atau mungkin juga XL jumbo?"
Biru langsung membukalatkan kedua matanya dengan sempurna dan sedetik kemudian ia memegang miliknya sendiri yang hanya terbalut kain tipis.
"Makin gede Tututnya, makin lebar juga dong sawahnya"
Huaaaaaaaaaaa....
Tangan yang tak tinggal diam terus saja meraba sampai akhirnya merobek apa yang membungkus tubuh mungil istrinya, Biru yang tak memakai BRa pun tentu semakin memudahkan Sam melahap apa yang kini menantang di depan matanya yang penuh dengan gejolak NapSU.
Kiri dan Kanan ia nikmati secara bergantian sampai terdengar des Ah an juga desis An nikmat di telinganya..
"Kamu di atas" titah Sam sambil berbisik.
"Tadi katanya gak mau aku jadi Cinderella" sindir Biru sambil mencibir kearah Sam yang mengulum senyumnya.
Sawahnya yang sudah sedikit basah membuat Si Tutut dengan mudahnya masuk dan bermain. Biru terus bergoyang dengan liarnya sampai dua bukit miliknya pun berayun mengikuti irama.
__ADS_1
Sam yang berada di bawah pun tak tinggal diam, ia terus merang sAng Cinderella nya dengan cara memilin dan mengusap lembut pucuk dAda Biru yang merah dan keras.
RangSa ngan yang diberi Sam membuat Biru terus mencari letak kenikmatannya sendiri, er anGan keduanya saling bersahutan seakan pertanda jika malam ini tentu hanya milik mereka berdua.
.
.
.
.
.
Pelan pelan, Bee. Nanti Tutut nya PATAH.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
🤣🤣🤣🤣🤣
Pengen ketawa oey! tar gue sambungin lagi de' 🤭🤭🤭
Like komenannya yuk ramai akan.
__ADS_1