Samudera Biru

Samudera Biru
bayi baru?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi saat bangun tidur Sam masih bergeliat diatas kasur bermain dengan Bum-Bum yang baru saja membuka matanya, Ia mengajak putra kesayangannya itu berceloteh sambil memainkan tangan. Bum-Bum yang mulai aktif tentu tak mau diam ada saja yang ia oceh kan sambil berguling-guling kemanapun yang ia mau.


"Nanti kamu jatuh, sini Bum" Sam menarik tubuh montok Rain agar kembali ke tengah. Ukuran ranjang yang padahal lumayan besar nyatanya tetap tak cukup bagi Rain berguling.


Bububu.. Mmm bu...


Nyeh..


"Nyenyehnya lagi dicuci, bekas Phiu Oey. Ngiler banget liat Bum-Bum kan jadinya pengen nyicip" kekehnya sendiri.


Sam yang merengek semalam karna begitu tergoda akhirnya di biarkan oleh sang istri untuk memberi beberapa tanda merah disana, tentunya tak sampai melakukan hal yang biasa ia lakukan dulu karna untuk dua tahun ini ia ikhlas area favoritnya itu di pinjam untuk anak-anaknya.


"Bee, mandi dulu sana" titah Biru yang baru saja selesai memebersihkan diri.


"Hem, nanti"


"Kebiasaan ih, anak udah dua masih aja males mandi pagi" Cetus Biru yang hapal betul kebiasaan sang suami.


"Dingin!"

__ADS_1


"Alesan! kan ada aer angetnya, cepetan sana"


Rain yang mulai merengek ingin menyu su akhirnya digendong Biru menuju sofa, bayi tampan itu pun dengan sangat lahap menyesap wadah gizi Mhiunya sampai terlelap kembali.


Sam yang turun dari ranjang bukan masuk ke kamar mandi nyatanya malah ikut duduk disisi istrinya yang mulai mengeluarkan salah satu daging kenyal yang semalam ia nikmati.


"Enak ya, Bum. Nanti gantian Ok!"


.


.


#MenjelangSore.


Ia yang sedari tadi terus gelisah di ruang tamu dekat pintu utama akhirnya bisa bernapas lega saat Moy dan PapAynya masuk.


"Huaaaa, Moy dede" jeritannya sungguh nyaring terdengar di telinga Air dan Hujan yang langsung mendapat pelukan.


"Kangen ya" goda Hujan sambil menangkup wajah tampan putra semata wayangnya


"Kangen banget, Oey"

__ADS_1


Setelah ketiganya mengurai pelukan dan melepas rindu, mereka pun naik ke lantai atas dimana Biru dan dua anaknya berada.


Air yang tak kuasa lagi menahan kerinduan pada Embun langsung menggendong dan menciuminya begitu pun pada Rain yang diambil alih oleh Hujan.


Embun yang langsung menodong oleh-oleh langsung masuk kedalam kamarnya bersama Rini karna semua milik Embun sudah dibawa kesana.


"Gimana, kamu pasti repot ya"


"Iya, Moy. Bum-Bum jarang mau sama Rini jadinya Bul-Bul yang sama Rini terus." sahut Biru mengadukan kerepotannya selama tak ada sang mertua. Rain yang memang tak mau dengan siapapun membuat Biru sedikit sulit mengurus Embun jika bayi montoknya sedang tak tidur.


"Rasanya nikmat ya, tapi kamu harus bersyukur karna Moy gak rasain semua itu. Semua perhatian dan kasih Sayang Moy cuma buat Sam, Moy gak tau rasanya di rebutin sama anak anak, Moy gak tau pusingnya urus beberapa anak dan Moy gak tau rasanya harus adil dengan sesama anak" ucapnya lirih yang langsung mendapat pelukan dari sang suami.


"Kalau gitu semoga hasil liburan kita, jadi anak!" ucap Air.


Sam yang mendengar itupun langsung membulatkan kedua matanya.


.


.


Berani beranak lagi, gantiin semua yang udah di gesek...

__ADS_1



__ADS_2