
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku mau makan sama ikan dari kolam itu."
Sam langsung mengernyitkan dahinya bingung, pasalnya ia tahu ikan apa yang ada di dalam kolam yang di tunjuk istrinya.
"Itu mana bisa dimakan. Ngaco!" sahut Sam sambil tertawa kecil.
"Emang itu ikan apa?" tanya Biru lagi.
"Itu ikan Platinum Arowana, Bee. Ikan hias bukan ikan buat dimakan, Sayang" jelas Sam lagi dengan perasaan gemas melihat raut wajah Cinderellanya.
"Yang putih itu, kan? aku mau dong, tangkepin ya" rengek Biru semakin menarik tangan Sam ke salah satu kolam yang lebih kecil dari kolam lainnya.
"Gak bisa, Bee. Itu ikan kesayangannya Appa"
Biru yang kecewa langsung melepas tangan suaminya, ia berjalan sendiri dan duduk di tepian kolam.
"Kalo di goreng satu, kan masih ada dua sisanya" kata Biru sambil terus memperhatikan ikan panjang berwarna putih yang berenang kesana kemari.
"Nyarinya tuh susah banget, karna harganya mahal" sahut Sam yang hanya berdiri di dekat Biru dengan tangan melipat di depan dada.
"Berapa?" tanya Biru santai tanpa menoleh.
"Satunya 5,5 Milyar, Bee" jawab Sam yang langsung membuat Biru tersedak salivanya sendiri karna kaget dengan apa yang ia dengar.
"Milyar itu yang habis ratusan juta, kan?" tanya Biru memastikan.
__ADS_1
"Iya, Sayang"
"Wah, makin mahal makin enak pastinya, Bee. Ayo tangkep" titahnya yang malah semakin antusias, Biru bangun dari duduk dan menarik lagi tangan suaminya.
"Nyebur sini, Bee."
"Enggak ah. Bisa di pecat jadi cucu yang ada. Berani beraninya ganggu ini ikan" tolak Sam menahan diri dari paksaan Biru.
"Kamu udah panggil panggil aku sayang, berarti sayang aku, kan?" tanya Biru dengan tangan sudah berada di pinggang kanan kirinya.
Sam bukannya menjawab, ia malah memeluk istrinya dengan erat sambil mengusap kepala Biru dengan lembut penuh perasaan, entah ada apa dengannya yang bersikap aneh sedari kemarin. Sam pun tak bisa menebak karna ia hanya beranggapan jika semua ini hanya sekedar sikap manja Biru padanya.
"Aku sayang kamu, Bee. Semua udah aku turutin, kan?. Sekarang kita ke kamar ya, istirahat" jawab Sam.
Biru yang meronta dalam dekapan suaminya pun terus minta di lepaskan tapi Sam tentu tak menurutinya.
Pria tampan yang sedang merasakan kantuk itu sebenarnya hanya ingin terlelap sambil memeluk Biru dan memainkan apa yang ia senangi di area favoritnya itu.
"Iya, Bee. Kalo mau makan sama ikan, tar aku suruh pelayan gorengin ikan buat kamu ya, Cantik" rayu Sam lagi yang di balas gelengan kepala oleh Biru seraya mengerucutkan bibirnya juga.
Cup.
Sam mencium sekilas bibir Biru, sikapnya yang mendadak tentu membuat kedua pipi Biru merah merona menahan malu karna ini bukan di dalam kamarnya, melainkan di lantai bawah antara area ruang tengah menuju ruang makan dekat tangga, siapapun bisa saja melihat mereka dengan di sengaja atau tidak.
"Bee, kamu... "
Belum sempat meneruskan kalimat protes, Biru kembali di cium tapi kali ini bukan sekedar ciuman iseng seperti tadi tapi ciuman bibir yang perlahan justru semakin menuntut, belum lagi saat tangan Sam mengusap punggung Biru, gadis itu langsung merasakan hal aneh saat sesuatu menempel di perutnya lagi.
__ADS_1
Desa hANpun akhirnya lolos begitu saja dari mulut Biru dan Sam yang saling berpagut tak ingat waktu dan tempat.
"Lanjut kamar yuk?" bisik Sam yang akhirnya tak tahan.
"Ngapain?" tanya Biru yang masih di peluk erat oleh suami.
"Tutut mau ngacak-ngacak sawah, Bee" jawab Sam dengan deru napas berat karna menahan has Rat.
.
.
.
.
.
.
Ok.. Satu gaya satu ikan ya?
Kecil kecil cabe rawit 🤣🤣
Ikan aja harganya udah kaya harga puluhan kontrakan ☺☺
__ADS_1
Yang kemarin nunggu up lagi, maaf ya cuma up satu karna ada kesalahan Mood yang tiba-tiba ambyar 😁😁
Hari ini crazy up, siapkan like dan komen kalian ya. 😘😘😘