Samudera Biru

Samudera Biru
Tangis Biru


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Apa aja, yang penting RAME!"


Sam langsung mengernyitkan dahi saat mendengar permintaan istrinya tapi ia tak sanggup menolak ketika melihat binaran penuh harap di kedua manik mata Biru.


"Yuk" ajak Sam kemudian sambil mengulurkan tangan yang dengan cepat di sambut oleh Biru.


"Aku gak mandi lo seharian ini" bisik Biru sembari bergelayut manja di lengan suaminya.


"Gak apa-apa, cantik kok"


Biru yang tak tahan menahan malu malah menggigit bibir bawahnya sendiri, dan itu tentu membuat jantung Sam seakan berdebar hebat.


"Kalo lagi diluar jangan begitu, akunya gak kuat liat kaku, Bee"


.


.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang meski jalan begitu lengang karna Sam tak ingin melewati apa yang nanti di inginkan istri kecilnya.


Biru terus saja berceloteh, ia yang sudah tidur walau hanya sebentar tentu bagai ponsel yang sudah terisi batrenya berbeda dengan Sam yang sesekali menguap menahan kantuk.


"Mau apa, Bee?" tanya Sam dirasa sudah satu jam mereka hanya berjalan tanpa arah.

__ADS_1


"Gak ada yang rame" sahutnya sambil mengedarkan pandangan.


"Tuh rame" tunjuk Sam pada salah satu kedai nasi goreng pinggir jalan.


"Itu rame yang makan, Bee" cetus Biru.


"Lah, kan itu memang tukang makanan, ya pasti rame sama yang makan" balas Sam yang masih tak paham dengan keinginan sang Cinderella.


"Aku mau yang rame bukan pada lagi makan, tapi ramenya banyak orang nunggu makanan, Bee. Itu mereka pada duduk mah gak seru" sahut Biru yang semakin membuat cucu kesayangan Reza ini tak mengerti maunya.


"Kok gak seru?" dua alis Sam pun bertautan saat bertanya lagi.


"Iya, aku jadi gak bisa denger mereka antri sambil ngerumpi, hahaha" Biru menjawab sambil tertawa tapi Sam merasa bahagianya Biru malam ini sangat berbeda, ia begitu cantik padahal belum mandi seharian.


"Kamu nguping, gitu?"


"Sama aja, denger omongan orang lain itu gak boleh, Sayang"


"Iiiiiiiiiiiiiih, kok kamu gitu sih!" sentak Biru sambil memukul lengan suaminya di barengi dengan tetesan air mata yang sudah jatuh di pipi mulusnya.


"Kamu jahat, Bee" ujar Biru di sela isal tangisnya sedih.


"Loh, kok nangis sih sayang. Aku minta maaf" seru Sam panik karna ini baru pertama kalinya Biru menangis hanya karna masalah yang sebenarnya sepele.


"Ok, kita cari makanan yang rame ya, kita antri ya sayang" rayu Sam Sambil menciumi pucuk kepala istrinya penuh sesal sebab Biru masih saja sesegukan dalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku aja yang antri, kamu jangan!"


"Iya, sayang iya. Kamu yang antri, lagian aku juga gak mau" balas Sam sambil mengulum senyumnya.


"Kenapa?" tanya Biru seraya mendongakkan wajahnya.


"Yang ada, bukan antri beli makanan tapi antri pengen deket aku, Bee" kekeh Sam yang langsung mendapat cubitan dari Biru di bagian perut.


"Ya udah kita cari makan ya" ucap Sam sambil mengurai pelukan.


"Enggak, kita pulang aja, Bee" tolak Biru seraya menghapus air matanya.


"Loh kok pulang? katanya mau antri makanan" ledek Sam tapi dengan raut bingung dengan perubahan sikap Biru.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Besok aja, aku mau lihat orang orang antri liat kamu ya, Bee.


__ADS_2