Samudera Biru

Samudera Biru
Gigit Miong lagi.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ssst... jangan berisik"


"Bee, gak gini juga. Rain lagi mainan loh" ucap Biru saat ia di rebahkan secara mendadak di sofa depan TV sedangkan putra mereka bermain di dekat Box bersama si Ireng.


Sam menyingkap dress yang di kenakan istrinya lalu menarik strit juga kain tipis yang menutupi sawah kecil menggemaskan penuh candu dan gairah. Salivanya juga tertelan dalam ketika empat kancing mulai lolos dari lubang nya hingga dua daging kenyal yang begitu pas di genggamannya terlihat sempurna oleh kedua mata.


Sam langsung menyesapnya hingga meninggalkan beberapa tanda merah disana. Sedangkan Biru yang awalnya menolak akhirnya terbuai dalam sentuhan bibir sang suami apalagi saat si Tutut mulai terus ingin menerobos menjelajahi kedalaman sawah sepetak nya.


"Bee" lenguh Biru dengan mata terpejam.


Tak ingin menjadi pusat perhatian Rain, Samudera pun segera membungkam des ahan Biru dengan bibirnya. Ia lum at habis sampai wanita di bawahnya itu sulit mengatur napas apalagi ritme permainan si Tutut yang begitu cepat dan sedikit kasar agar bisa cepat sampai ke puncak pelepasan.


Sam terus saja menoleh kearah bocah kecil yang selalu saja memarahi robotnya padahal dia sendiri membuat semua mainannya itu bertengkar hingga patah.


Tuuuuh... anan bantem ih..


Ah. akal mua. Palanya butung kaaaaaan..


Auh kaaaan.. angis kaaaaaan


Bicik kaaaaan.


Sam terus menambah tempo permainanannya. Ia takut Rain keburu datang meminta membetulkan Robotnya yang patah.


Piyuuuuuuuuuh..


"Iya, Sayang" sahut Sam dengan suara serak karna di bawah sana ia sedang mengacak acak lembah kenikmatan yang sedikit lagi ia raih.

__ADS_1


Nih, apa?


"Nanti, keh"


Rain diam sejenak seolah memperhatikan dengan jelas apa yang sedang dilakukan pasangan suami istri itu terlebih ia tak melihat Mhiunya yang memang terhalang punggung sofa yang lumayan tinggi.


Mhiu, Bum Na?


Rain bertanya saat matanya hanya menangkap sebatas bahu dan wajah phiunya saja.


"Ada, kamu main sama Ireng ya"


Biru yang terlentang hampir polos itu kadang sering menahan tawa saat melihat suaminya harus membagi fokus antara ia dan putra mereka.


"Dikit lagi ya, Sayang. Lepasin sama-sama" bisik Sam pada istrinya yang terlihat jauh lebih cantik ketika terpejam sambil menggigit bibir bawahnya yang ranum dan manis. Pria itu tahu jika Biru akan sampai pada puncaknya.


Dan di saat waktunya tiba, Sam langsung memeluk Biru untuk menekan des ahan nikmat mereka saat pelepas bersama.


.


.


Hari panjang di akhir pekan sudah di lewati keluarga kecil Samudera Biru dengan kedua anak mereka, kini saatnya istirahat karna esok semua akan beraktivitas lagi masing-masing.


"Bobo ya cantik, semoga mimpi indah" ucap Biru saat mengantar putri sulung mereka ke kamar.


"Jangan lupa berdoa ya, Sayang" timpal Sam yang langsung mencium kening dan kedua pipi Embun.


Lalu dimana, Rain?

__ADS_1


Bocah itu justru sedang merengek ingin segera tidur karna sebelumnya memang sudah menguap berkali-kali.


Cek lek..


"Iya, Bum. Tunggu" ujar Biru saat masuk kedalam kamar.


Sam yang terlihat pasrah langsung membaringkan tubuhnya disisi sedang putranya di tengah.


Biru yang menggelung dulu rambut panjangnya barulah ikut merebahkan tubuhnya tepat disisi si bungsu.


Miyuuh apa?


"Apa?" Biru balik bertanya dengan bingung. Apalagi putrnya itu malah bangun dan duduk.


Nih, Apa iiiiih....


Rain menarik bagian atas baju Biru yang memang sedikit rendah dan tersingkap saat wanita itu berbaring tadi.


.


.


.


Miyuh, didit Miong agih yaaaaa



Iya, Bum... miong gundul 🤣🤣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2