
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Bul.... Bul-Bul"
Teriakan seorang wanita yang selama setengah abad berhasil menjadi little princess Rahardian itu begitu menggema ke seisi ruang tamu.
Si bungsu kesayangan orangtua dan kedua kakak kembarnya itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru lantai bawah rumah utama yang sepi.
"Selamat siang Nyonya" sapa salah satu asisten rumah tangga yang datang menghampiri Cahaya.
"Kok sepi, pada kemana?"
"Nona muda ada dikamar, Nyonya besar dan Tuan besar ada di balkon lantai dua bersama nona muda kecil"
"Oh, Ok. Aku keatas dulu, tapi nanti tolong buatkan aku jus jambu ya" pesan Cahaya yang di jawab anggukan kepala sopan oleh si asisten.
Langkah kaki sang Nyonya muda Biantara itu pun Langsung mengarah ke tangga, senyum tak lepas dari wajah cantiknya jika mengingat begitu banyak kenangan yang tersimpan di rumah utama terutama tentang Oppa dan Ommanya.
"Adek dateng.... "
Reza, Melisa dan Bul-Bul pun langsung menengok kearah suara tepat di belakang mereka, Nyonya besar Rahardian itupun langsung merentangkan tangannya menyambut sang putri kesayangan.
"Sendiri, Dek?" tanya Reza saat ia pun mendapat pelukan dari Cahaya.
"Hem, sama siapa lagi? semuanya sibuk cari duit"
"Ali uwit mana?" tanya Bul-Bul yang kini duduk diatas pangkuan Onty besarnya.
"Cari duit sambil kerja dong, cantik"
__ADS_1
"Bubuy mahu ali uwit, Appa dede" pintanya pada Reza yang langsung mengundang gelak tawa.
"Ngapain cari duit, tugas kita itu ngabisin duit, Bul" kata Cahaya, tentu ada udang di balik bakwan dengan ucapannya itu.
"Ehem, kode perampokan" gumam Reza.
Cahaya langsung tertawa kecil karna papanya pasti sudah paham apa yang di maksud.
"Abis uwit mana, Oty?" tanya Embun lagi, bocah yang sering di kuncir dua itu menatap Cahaya bingung.
"Kita jalan-jalan, beli baju, sepatu, tas, makan enak yuk?" ajak Cahaya dengan menaik turunkan alisnya.
"Yuk.. yuk... yuk.. Bubuy mahu abicin uwit banak banak" jerit nya senang saat mendegar kata jalan-jalan.
"Minta duitnya dulu ke Appa, buat kita abisin, Ok"
Melisa yang mendengar kehebohan sang putri dan Ratu hanya bisa menggelengkan kepala, Cahaya memang racun dalam hal menghabiskan uang papa dan suaminya.
"Mau buat apa lagi? kemarin kan udah dari Mall sama Phiu juga Mhiu borong beli baju bunga bunga banyak" kata Reza menggoda.
"Agih don. Talang mahu baju buyat buyat nda buna buna lagi" sahut Bul-Bul yang langsung di tarik oleh Reza lalu di ciuminya dengan sangat gemas.
"Ngomong aja belom bisa, gayanya udah mau abisin uang Appa" kekeh Reza.
"Tepetan, Ih. Bubuy mahu baju buyat buyat" renge si cantik dengan manja.
"Buyat buyat apa sih, Mah?" tanya Cahaya.
"Bulat bulat, Dek" jawab Melisa, hanya dua orang itu yang kadang paham dengan bahasa planet para bocah keturunan Rahardian.
__ADS_1
"Mau berapa uangnya?"
"Banak banak, tal Bubuy bawa toper ya" jawabnya yang langsung membuat Reza menepuk keningnya sendiri sampai Embun terkekeh geli.
"Beneran mau banyak?" tanya Reza lagi.
"Iyah"
"Kasih liat dulu, mulut ikannya gimana?"
.
.
.
.
.
.
.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Parah nih aki aku ngajarin nya 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Ikan mehong sih ya 😏😏
Like komennya yuk ramaikan