Samudera Biru

Samudera Biru
Kagetnya Sang TUTUT


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kabar hamilnya Biru ternyata sampai di telinga Air dan Hujan. Pasangan suami istri yang menikah muda pada jamannya dulu itu pun tentu langsung datang ke kamar anak dan menantu mereka setelah di beritatahu sang mertua.


Biru menelan salivanya kuat kuat saat Hujan memegang tangannya. Kini di hadapannya juga sudah ada Sam dan Air. sedang di sofa satunya ada Reza juga Melisa. Lalu dimana Embun? gadis cantik itu sedang asik bermain dengan para pasukan bonekanya.


"Kamu hamil, Bi?" tanya Hujan ingin lebih memastikan.


"Gak tau, Moy. Aku juga belum cek" jawabnya masih menunduk.


"Tadi Sam bilang kamu katanya hamil"


Biru menjawab dengan gelengan kepala lebih dulu, ia membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman karna saat ini ia bagai menjadi terdakwa di kursi pesakitan.


"Aku tadi cuma nanya, kalau aku hamil lagi gimana. Dia gak jawab apapun malah kabur ke kamar Appa. Aku cuma ngerasa badan aku lain aja, gitu Moy. Perasaan begah dan... "


"Dan besar!" sambung Sam yang membuat semua mata tertuju kearahnya.


Sam yang tahu sedang menjadi pusat perhatian langsung menutup wajah malunya dengan bantal sofa.


"Apa yang besar, De?" tanya Reza menggoda. Namun, pertanyaanya justru mendapatkan cubitan yang sakitnya sungguh luar biasa.


"Perut ku begah dan sedikit buncit di bagian bawah, aku baru sadar saat Embun bilang ada balon di dalam perutku" jawab Biru meneruskan ucapannya yang tadi terpotong dan malah di teruskan oleh suaminya dengan kalimat konyol.


"Kamu telat berapa bulan?" kini Melisa yang balik bertanya.

__ADS_1


"Justru itu Amma, aku juga lupa. Tadi aku liat stok pembalut ku utuh" jawab Biru lagi.


Air yang sedari tadi duduk tenang karna baru pulang dari kantor langsung merubah duduknya sedikit menghadap putra semata wayangnya itu.


"PapAy mau tanya sama kamu"


"Tanya apa?" sahut Sam mulai berdebar karna wajah Air begitu serius tak sekoyol biasanya.


"Emang kamu gak mikir gitu atau aneh, kok beberapa bulan belakangan ini tempurnya lanjut terus tanpa libur?" tanya Air yang tentu sangat di pahami oleh Sam.


"Mikir sih, tapi bukannya itu bagus? dede kan jadi gak pusing nunggu seminggu"


Astaga...


********


"Selamat siang" sapa seorang Dokter wanita yang begitu anggun dan ramah.


"Siang juga dokter"


Sam dan Biru yang di persilahkan duduk mulai melakukan konsultasi lebih dulu, tak lupa Biru juga memberikan alat tes kehamilan yang hasilnya begitu samar antara garis satu atau dua. Menantu dari sang pemilik rumah sakit itupun menceritakan semua yang terjadi akhir akhir ini termasuk bentuk tubuhnya yang berbeda terutama bagian dada dan perut.


"Ok, kita periksa dulu ya untuk lebih jelasnya"


Biru di baringkan di brankar pasien yang ada di ruang pemeriksaan. Dengan di bantu perawat ia mulai bersiap untuk melakukan USG.

__ADS_1


"Gimana, Dok?" tanya Sam saat senyum simpul sang dokter berikan pada mereka berdua.


"Sembilan minggu!" jawab dokter yang kembali memfokuskan matanya pada layar LED.


"Apanya yang sembilan minggu?" tanya Sam lagi.


"Usia kandung Nona muda Biru baru masuk sembilan minggu, Tuan" jelasnya lagi dengan menahan tawa kecilnya.


"Oh, baru Sembilan minggu!" sahut Sam masih santai. Namun, beberapa detik kemudian terlihat raut terkejut di wajah tampannya.


.


.


.


.


Eh.. apa tadi yang sembilan minggu?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Nah kan, LOLA ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­


Jangan pingsan ya de' malu sama jidat glowing karna gue masih ngarep gajah yang pingsan ðŸĪŠ

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2