Samudera Biru

Samudera Biru
Kejengkelan Khansa


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Tap... tap... tap...


Biru menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa karna ini sudah lebih dari tiga puluh menit dari biasanya ia bangun, keinginan suaminya subuh tadi yang meminta di layani membuat ia harus rela kesiangan untuk menyiapkan sarapan pagi.


"Loh, kakak!" seri Biru yang kaget saat melihat Khansa sudah ada di dapur sedang memasak.


"Baru bangun?" tanyannya ketus seperti biasa.


"Iya, aku kesiangan" Jawab Biru dengan perasaan berdebar. Ia bagai berada di medan perang saat ini.


"Kakak sudah masak semuanya, tinggal kamu rapih kan di atas meja makan dan buat kan juga minuman untuk suamimu. Kakak gak tau suamimu itu suka apa" Ucapnya lagi sambil berlalu keluar dapur menuju kamarnya.


"Terus kakak mau kemana?" tanya Biru.


"Mandilah, kamu pikir kakak gak gerah abis goreng ikan!" sahutnya dengan nada jengkel.


Biru hanya mengulum senyum, sudah biasa baginya mendengar ocehan kakak angkatnya itu, tapi tak pernah sedikit pun ia merasa sakit hati atau marah pada Khansa.


.


.


Datangnya Samudera ternyata berbarengan dengan datangnya Khansa juga yang baru selesai mandi, rambut panjang se bahunya dibiarkan tergerai basah begitu saja.

__ADS_1


"Mau makan sama yang mana?" tanya Biru pada suaminya yang sudah duduk di meja makan.


"Lauk aja deh sama sup" jawab Sam yang nampak kebingungan.


"Kamu masak banyak banget?" tambahnya lagi setelah memasukkan satu suapan pertama ke mulutnya.


"Bukan aku yang masak, tapi kak Khansa. Aku tadi pas turun udah mateng semua, Bee"


Sam hanya mengangguk paham, ia begitu menikmati apa yang kini sudah bersiap masuk memenuhi perut kosong nya.


"Kamu pinter masak juga, Sha"


"Lumayan, karna sering bantu ibu setiap hari. Dulu kan ibu jualan nasi uduk dan nasi Kuning, Biru masih kecil belum bisa banyak bantuin" jawabnya sambil melahap apa yang sudah ia masak dari pagi buta.


"Masakan kalian hampir sama rasanya, enak." puji Sam lagi yang langsung membuat Biru mengulum senyum tapi tidak dengan Khansa yang nampak acuh biasa saja mendengarnya.


"Boleh, buatkan dua ya. Untukku dan juga untuk Jero"


"Hem, baiklah"


Usai menghabiskan sarapannya sendiri, Biru langsung bangun untuk menyiapkan dua bekal makan siang untuk suami dan juga asisten Sam di kantor. Isinya tak ada yang dibedakan sesuai dengan permintaan Samudera. Jero tak hanya asistennya tapi ia juga sudah seperti saudara sendiri karna terbukti hingga detik ini Sam tak pernah mengganti Jero dengan siapapun dari awal ia masuk ke perusahaan.


"Kapan aku interview? sudah dua hari aku kirim lamaran" tanya Khansa, keduanya memang masih duduk berhadapan di meja makan.


"Aku harap kamu bisa Terima di manapun nanti kamu di tempatkan. Karna dalam hal ini aku tak turut ikut campur sama sekali. Kamu bekerja sesuai kemampuan mu nanti" tegas Sam memberi peringatan, ia tak suka ada satu orang pun yang bekerja di perusahaannya lewat jalur orang dalam tanpa seleksi lebih dulu.

__ADS_1


"Ya, aku akan menerimanya" balas Khansa santai dengan tangan sibuk mengupas buah apel.


Biru yang menyerahkan dua kotak bekal makan pun langsung diterima oleh suami tampannya itu.


"Terima kasih, sayang" ucapnya sambil mencium pipi Biru, Khansa yang melihatnya pun langsung mencibir kan bibirnya.


"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik. Cepat hubungi jika terjadi sesuatu padamu ya, Sayang" pesan Sam yang kali ini malah menciumi seluruh wajah cantik Cinderella.


"Iya, Bee. Ada kak Khansa yang menemaniku, kamu jangan khawatir ya" Sahut Biru yang di cubit pipi gembilnya oleh Samudera.


.


.


.


.


.


Hey, kalian pikir aku ini tak punya MATA dan HATI?


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jomblo emang pasti langsung Hareudang liatnya.🤣🤣🤣

__ADS_1


Makasih buat like dan komen kalian ya hari ini.


Sayang kalian banyak banyak 😘😘😘


__ADS_2