Samudera Biru

Samudera Biru
inginnya Embun


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Huft... korban Leeminho"


Sam membuang ponselnya keatas meja saat tahu sang istri baru saja selesai menonton drama Korea yang cukup menguras emosi kaum hawa akhir akhir ini. Ia menghapus air mata di wajah cantik Biru yang sudah basah sambil sesegukan sedih.


"Aku gak akan lakuin hal itu, cuma kalian para perempuan dalam hidupku, Bee. Jangan sama kan aku dengan pria lain di luar sana. Karna aku hanya punya satu cinta untukmu yang tak mungkin terbagi dengan siapapun" ucap Sam meyakinkan pemilik hatinya yang hanya mengangguk pelan.


"Harusnya dia juga begitu kan, Bee"


Sam hanya tersenyum simpul lalu menarik tubuh Biru agar masuk dalam dekapannya.


"Bee..." panggil Biru.


"Iya, sayang. Kenapa lagi?" Sahut Sam semakin mengeratkan pelukannya.


"Kita ke Korea yuk, aku pengen nabok Lee Min Ho"


******


#Satu bulan kemudian.


Pagi hari yang biasanya sudah sibuk dengan aktifitas masing-masing justru semuanya masih saja mengajak Embun mengobrol di meja makan. Ada saja celoteh nya yang membuat orang-orang betah berlama-lama dengannya. Bahkan kini ia menjadi rebutan Air dan Reza, dua pria baya itu sampai bertaruh siapa yang lebih dulu memangku si cantik berkuncir dua.


"Ih, libet banet. Jalan jalan yuk Bubuy mahu main jauh jauh" ajaknya yang mulai nampak kesal pada Appa dan papAynya.


"Yuk" jawab semua serempak yang sedetik kemudian tertawa bersama juga.

__ADS_1


"Main kemana?" tanya Melisa.


"Mana mana buleh" sahut Embun yang membuat siapapun terkekeh gemas dengan tingkah genit sang Ratu Rahardian.


"Ayo kita pergi" timpal Air dan Sam berbarengan. Ajakannya itu tentu membuat semua mata tertuju padanya.


"Memang kalian gak ke kantor?" tanya Hujan menatap anak dan suaminya bergantian.


"Enggak!"


Reza yang melihat dua kesayangannya itu hanya bisa menggelengkan kepala, siapapun pasti tak akan pernah mau melewatkan jalan jalan bersama Embun. Gadis cantik yang tak pernah rewel jika di ajak kemananpun.


Kini semuanya bersiap untuk pergi, Direktur utama dan Presiden direktur Rahardian Group itu pun mendadak cuti bersama demi sang Ratu yang akan mewarisi hampir seluruh harta mereka.


Embun yang sudah di dandani sebegitu cantik kini tinggal menunggu Hujan keluar dari kamarnya, keisengan sang suami saat ia berganti baju nyatanya membuat sang dokter bedah harus membersihkan diri lagi dari ceceran lahar panas bayi buaya cengengnya.


"Iya tunggu, Kak" sahut Hujan sambil meraih tas kecilnya yang hanya berisi ponsel dan kartu tanda penduduk karna pantang bagi para @pawangRahardian keluar uang jika sedang keluar dengan para bucinnya.


"Yuk..."


"Duh cantik banget sih, Moy! jadi kangen ngegembel in kamu" goda Air, di umur setengah abad nya Hujan memang masih di limpahi rayuan maut oleh sang suami jadi tak salah jika wanita itu masih nampak seperti ABEGEH karna pipinya yang terus merona menahan malu.


"Inget Umur, awas tuh ekor buaya mendadak geleng geleng" timpal Hujan yang menahan bibir suaminya yang hampir ingin mencium pipi pitih mulus Hujan


"Gesek gesek dikit gakpapa ya, Moy"


Kedunya terus saja saling menggoda seakan dunia milik berdua sampai tak sadar jika ada beberapa pasang mata menatap mereka dengan tatapan sulit di artikan seolah lucu, gemas dan menjijikan.

__ADS_1


"Ngapain dulu sih?" ucap Sam saat kedua orangtuanya itu semakin dekat.


"Basah basahan dong, garep tanem siram" jawab Air yang langsung di Jewer oleh Reza.


"Sakit papa!"


Perdebatan berakhir saat semuanya sudah masuk mobil, Embun yang duduk di pangkuan Hujan terus saja mengutarakan inginnya yang begitu banyak.


"Terus kita ini jadinya kemana dulu, Bul?" tanya Phiunya yang sudah menyalakan mesin mobil.


"Bubuy mahu... mahu liat...?" ucapnya sambil berpikir.


"Liat apa?"


.


.


.


Abing buyepotan....



Kirain abing ocong 😝😝😝😝


Like komennnya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2