
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa beruangnya juga di pakein diapaers?" tanya Biru sambil duduk di sisi sang Ratu yang masih tertawa melihat adik kecilnya sedang berpelukan dengan boneka.
"Biar jadi kembar, Bubuy bayinya dua, boleh?"
Biru tentu langsung mengernyit kan dahinya, permintaan si sulung yang tentu di luar dugaan.
"Bul-Bul mahu punya adik bayi lagi?" Biru bertanya untuk lebih memastikan ucapan Putrinya barusan.
"Iya, Bubuy mahu banyak banyak bayi" ucapnya seakan yakin benar benar menginginkan hal tersebut
"Hem, sama Bum-Bum aja suka di nangisin kan?" goda Biru sambil mencuil dagu putrinya.
"Iya, Tapi mau lagi yang bisa di kuncir dua rambutnya kaya Bul-Bul ya"
Biru yang mendengar itu sampai terkekeh lucu, apa yang keluar dari mulut Embun sugguh menggemaskan. Gadis cantik itu kini sudah melahap kue bakpao isi coklat kesukaannya. Biru harus bisa membuat apapun itu keinginan Embun karna biasanya ia tak ingin membelinya di luar dalam artian ia hanya ingin buatan Mhiu nya saja.
Dua bakpao berukuran besar pun sudah habis, ini waktunya Embun bermain lalu tidur siang dan itu jatah Rini untuk mengurusnya.
.
.
.
__ADS_1
Sam yang pulang satu jam lebih awal tentu menjadi kebahagiaan sendiri bagi anak dan istrinya. Si sulung yang baru saja bangun dari mimpi indahnya terus saja menempel tak mau turun dari gendongan Phiunya saat bermain di taman belakang sampai Biru harus mengambil alih agar Sam bisa membersihkan diri.
"Bee, mau makan malam di luar gak?" tawar Sam, ia yang memiliki sedikit waktu lebih langsung ingin memanfaatkannya bersama Biru dan dua buah hati mereka.
"Terserah kamu, aku sih iya aja" jawab Biru sambil menyu sui Rain di tempat tidur.
Sorot mata Sam beralih pada Embun yang sedang bernyanyi pelan dengan si boneka kelinci kesayangannya.
"Bul, kita makan diluar, mau gak? sambil main yuk" ajaknya pada sang putri.
"Iya, sekalian beli bayi baru lagi ya Phiu" pintanya yang langsung membuat Sam bingung. Ia pun segera menoleh kearah istrinya yang baru selesai menyu sui Rain. Bayi laki-laki itu pun dengan cepat merangkak ke pojokan ranjang lagi berbaring dengan posisi tengkurap.
"Apa sih?" tanya Sam yang tak paham.
"Embun pengen punya adik bayi lagi, kayanya pengen bayi banyak, Bee" jelas Biru. Itulah yang ia tangkap dari obrolan sepulang sekolah Embun tadi.
"Mau banyak-banyak bayinya, biar rame rame kaya boneka Bubuy tuh" jawab ya senang.
Waduh.
Biru dan Sam tentu langsung saling pandang, entah mengerti atau tidak dengan keinginannya itu sendiri.
Embun memang menyayangi Rain, itu terlihat dengan selalu mengalah nya ia pada sang adik apalagi saat Bum-Bum sudah sedikit lebih besar dan aktif, tak jarang ia mengganggu Embun yang sedang bermain dengan cara melempar dan mengacak-acak mainan atau boneka sang kakak.
"Gimana, Bee? Mau punya Lagi?" tanya Sam dengan ragu.
__ADS_1
"Entah, Bum-Bum masih kecil loh, coba tanya sana" kata Biru sambil melirik kearah putranya.
"Bum, kenapa sih, di pojokan terus?lagi main sama kecoa ya" kekeh Sam saat menghampiri Rain.
"Gantengnya Phiu kaya orang lagi galau sih, kakak Bubuy mau punya bayi lagi loh, Bum-Bum mau punya bayi juga gak?" tanya Sam sambil mengusap kepala putranya.
.
.
.
.
Bung.
🍂🍂🍂🍂🌱🌱🌱🌱
Gede adat ih, pundung bae 🤣🤣🤣🤣
Kasep jasa bujang na mak othor, Jadi kangen Appanya kan 😍
Like komennya yuk. ramaikan.
__ADS_1
#SuamidadakanUpYa.