
🍂🍂🍂🍂🍂
Dede, na?
"Ini Dede, Dede gede" jawab Sam dengan bangganya sambil menunjuk dirinya sendiri di hadapan anak bungsunya itu.
Dende, buwet yaaaa...
"Gak bulet, cuma tinggi plus ganteng aja"
"Tahan lama gak?" goda Reza sambil mengulum senyumnya.
"Oh sudah pasti, Appa bisa tanya langsung sama Biru" jawab Sam di sela gelak tawa nya.
Dua pria yang mirip dari wajah hingga tingkat kemesuman itu pun langsung mendapat pukulan dari istri mereka masing-masing. Keduanya meringis sambil tertawa membuat Rain malah bertepuk tangan senang, bocah itu tak jadi terlelap karna keriuhan yang terjadi saat Phiunya datang.
Bendem piyuuuuh..
"Eh, tumben nih anak ngajak mandi" sahut Sam bingung, karna biasanya selalu ada drama panjang demi bisa mengguyur sang pewaris Rahardian tersebut.
Ma miong ya...
"Jangan, sayang" timpal Biru. Si Ireng tentu tak bisa setiap hari dimandikan demi Rain.
Ma apa?
Cinci yaaaa...
"Kak Bul nanti nangis kalau kelincinya di mandiin"
Uwek.. uwek buweh...
"Nah, itu baru boleh, yuk" ajak Sam, ia langsung meraih tubuh putrnya untuk di gendong, Sam dan Biru berjalan menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar mereka di lantai dua.
Cek lek...
Pria tampan itu langsung menoleh kearah sang istri saat ia melihat si sulung masih terlelap di atas ranjang, mata lentik nan sendu anak perempuan itu terpejam rapat dengan dengkuran halus.
__ADS_1
"Baru tidur?" tanya Sam.
"Udah dari pulang les siang tadi, cuma di gangguin terus sama Rain. Makanya aku bawa ke bawah mungkin baru nyenyak" sahut Biru.
Bum.. bum!!!
"Ah, iya. Bum-Bum. Maaf ya anak ganteng" ucap Biru saat di protes sang putra.
Ketiganya duduk di sofa karna tak ingin mengganggu mimpi indah sang Ratu Rahardian tapi tetap saja, gelak tawa si bungsu yang menggemaskan menggelitik telinga si sulung.
"Mhiu... "
Biru pun lekas bangun dari duduknya, ia berjalan menghampiri Embun yang masih menggeliat di atas ranjang tanpa menggunakan selimut.
"Mau minum?" tawarnya sambil mengusap kepala Embun penuh sayang.
"Iya, Mau. Air hangat ya" jawab Embuh sembari mengangguk kan kepala.
"Ada juga Air Hujan, Bul." timpal Sam sambil tertawa bersama Rain, bocah itu tak paham ia hanya ikut tertawa seperti Phiunya.
Gelas di tangannya kini berpindah ke tangan Embun, gadis kecil cantik itu menegaknya hingga setengah lalu di berikan lagi pada Biru.
"Mau mandi?"
"Nanti aja, Buy lemes" sahutnya yang kembali berbaring.
Biru yang curiga langsung memegang kening putrinya, tapi ia tak merasakan hawa panas di tubuh Embun.
"Bul, sakit?"
"Enggak, cuma lemes aja Mhiu" jelas Embun lagi.
"Mau tidur lagi?" tawar Biru yang di jawab anggukan kepala.
Belum juga Biru beranjak duduk dari tepi ranjang, suara ketukan pintu membuat semuanya menoleh ke arah benda bercat putih tersebut.
"Biar Mhiu yang buka, tunggu ya, Sayang"
__ADS_1
Biru langsung bangun dari duduknya, lalu berjalan kerah pintu untuk membukanya secara pelan meski penasaran.
Cek lek..
"PapAy?!"
"Embun disini?, papAy cari di kamarnya gak ada" tanya Air yang seperti baru saja pulang.
"Iya, Embun baru bangun tidur, masuk pAy"
Keduanya pun masuk kedalam kamar dengan Air berjalan lebih dulu. Ia langsung menghampiri cucu kesayangannya yang terbaring di atas ranjang.
"Buy, sakit?"
"Enggak, Buy baru bangun bobo" jawabnya sambil tersenyum.
Kini Samudera dan Rain pun sudah berdiri di tepi ranjang.
"PAy bawa apa?" tanya Embun saat ia melihat ada bungkusan besar tangannya.
.
.
.
.
.
.
Boneka Buaya buat Bul-Bul...
Awas berantem sama si Gajah buat rebutan makan pisang 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1