Samudera Biru

Samudera Biru
Drama baru


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Lelah bergoyang nyatanya tetap membuat Sam masih enggan mandi. Tubuh polosnya ambruk karna lelah menggapai kenikamatan di puncak pelepasan.


Biru yang pasrah pun tak ingin lagi berdebat, ia biarkan pria tampan yang masih banjir keringat itu terlelap lagi dibalik Selimut.


Usai membersihkan diri, Biru mencari putri kecilnya yang belum ia lihat dari sebelum makan siang. Ia terus menyisir ke setiap ruangan termasuk ke kaamar kedua mertuanya.


"Mba, Bul-Bul kemana ya?" tanya Biru pada salah satu ART saat berpapasan di ujung tangga.


"Nona muda pergi bersama Nyonya besar Hujan" jawabnya sopan sedikit menunduk.


"Oh, gitu."


"Tadi Nyonya besar juga berpesan jika ia sudah mengirim pesan pada Nona" sambung si ART lagi yang di balas anggukan kepala oleh Biru dan kembali menuju kamarnya.


Cek lek.


Biru mencari benda pipihnya yang entah ada di mana karna seingatnya ia belum bermain ponsel hari ini sejak bangun tidur. Ia memang jarang sekali menyentuh gawainya jika Samudera sedang ada dirumah.


"Lupa, Kan!" dengusnya kesal sambil mengacak-acak bantal sofa dan karpet depan Tv.


"Biarin deh, yang penting udah tau kalo Bul-Bul pergi sama Moy" gumamnya lagi pasrah yang akhirnya memilih duduk di tepi ranjang mengusap pipi Sam yang begitu halus dan mulus layaknya bayi.


"Kamu belom makan loh, Bee. Tadi malah makan mangga muda. Aku yang liatnya aja berasa langsung mules"

__ADS_1


Puas mengusap dan menatap sandaran hati dan jiwanya, Biru pun keluar dari kamarnya lagi. Ia ingat ada kue pemberian Aurora yang belum di buka dalam lemari pendingin.


.


.


.


"Potong sebagian kali ya buat mbak di belakang" ucapnya sendiri. Sejak awal tinggal di rumah utama ia sudah di biasakan untuk membagi dua makanan dari kulkas dapur bersih untuk para asisten rumah tangga.


Apa yang dimakan anggota keluarga Rahardian pasti sedikit di nikmati juga oleh para pelayan yang bekerja.


"Mbak, kuenya cicipi ya" tawar Biru yang datang ke dapur kotor dengan membawa separuh kue di atas piring berukuran sedang berwana hijau tosca.


"Habisin ya, nanti piringnya taruh di tempatnya lagi soalnya itu punya Amma, nanti Amma nyariin" kekeh Biru, wanita baya itu selalu hafal dengan semua perabot rumah tangganya yang terbilang banyak tapi selalu tersusun rapi dalam rak kaca besar.


"Baik, Nona"


Biru kembali ke dapur bersih, ia yang berniat mencicipi kue tadi lebih dulu membuat minumannya.


"Enak banget, beda ya kue orang kaya" gumamnya dengan mulut sambil mengunyah.


Aurora adalah salah satu sepupu suaminya yang paling rajin datang menjenguk Amma dan Appa meski tak pernah lebih dari tiga puluh menit. Maka itu Biru jarang sekali bertemu atau bertegur sapa dengan gadis berhijab mirip dengan Ummi nya itu. Selisih umur yang kurang lebih empat tahun membuat Aurora ataupun Gala tetap menanggil Biru dengan sebutan Kakak meski nyatanya merekalah yang lebih tua.


"Bee..." lamunan Biru buyar saat ia di panggil oleh seseorang yang sudah sangat ia hafal suaranya.

__ADS_1


"Eh, udah bangun udah ganteng udah wangi mau kemana?" tanya Biru pada suaminya yang sudah rapih dengan rambut sedikit basahnya.


"Aku laper" jawab Sam sambil memegang perutnya.


"Oh, Ya udah aku siapin ya" Biru yang bangkit dari duduknya langsung di cekal oleh Sam sampai wanita itu bingung sendiri.


"Kenapa? katanya laper" kata Biru.


.


.


.


.


Aku mau numpang makan di rumah Onty...


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Mulai drama deh 🤣🤣🤣


Jangan aneh2 ya de' lier gue entar 😁


Like komennya yuk.. padahal niat cuma 4 tapi bonus deh nambah satu lagi saking sayangnya ma kalian. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2